Randis Belum Dikembalikan, Gaji Dewan Lobar Ditahan

Randis Belum Dikembalikan, Gaji Dewan Lobar Ditahan

Lombok Barat SR – Terhitung periode 2014-2019, puluhan unit kendaraan dinas (Randis) milik anggota DPRD Lombok Barat belum dikembalikan, jumlah tersebut berdasarkan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sekitar 21 unit randis  dan itu harus dikembalikan. Diketahui, jumlah ini beberapa diantaranya hilang. Akibatnya, puluhan anggota DPRD ini pun tak bisa mengambil gaji dan tunjangan. Karena itulah dewan penunggak randis terutama yang hilang diminta membuat surat keterangan kehilangan dari kepolisian dan surat kesanggupan mengganti randis tersebut.

Wakil Ketua DPRD Lombok Barat, H Sulhan Mukhlis, mengatakan, berkaitan perihal itu, pihaknya sudah menggelar rapat dengan setwan dan eksekutif  terkait randis. Hasilnya, memang randis di dewan harus ditarik, kecuali randis di unsur pimpinan, baik ketua dan wakil ketua, karena tidak mendapatkan tunjangan transportasi. Menindaklanjuti rapat ini, sebagian rekan-rekan dewan sudah mengembalikan randis tersebut. Sebagian besar katanya sudah mengembalikan kecuali randis yang hilang.

“Semua sudah dikembalikan, kecuali beberapa randis yang hilang, dan dewan diminta membuat surat keterangan hilang dan surat siap mengganti,” katanya, Selasa (10/4).

Diakui, tunggakan randis ini berimbas terhadap pembayaran gaji dan tunjangan bagi dewan yang belum mengembalikan. Karena itu, dewan yang belum mengembalikan harus segera, bagi randis nya yang hilang juga diminta membuat surat keterangan hilang dari kepolisian dan surat siap mengganti. Jika itu sudah ada maka anggota dewan tersebut bisa mengambil gaji. Terkait ketertiban dewan mengembalikan randis, menurutnya sudah tertib sebab mereka memiliki iktikad baik untuk mengembalikan.

Sementara Sekretaris Dewan Lobar, H Isnanto Karyawan menjelaskan, mengakui bahwa akibat belum dikembalikannya randis maka gaji dan tunjangan semua anggota DPRD Lobar pun masih “ditahan. Gaji dan tunjangan ini bakal dibayarkan jika randis tersebut telah dikembalikan.

Sejauh ini, dari 21 unit randis tersebut baru 5 unit sudah dikembalikan. Imbas randis belum dikembalikan gaji dan tunjangan dewan tidak dibayarkan, sampai randis tersebut dikembalikan, sebab hal ini berlaku kolektif.

“Dewan yang belum mengambilkan secepatnya harus mengembalikan, sebab konsekuensinya gaji dan tunjangan tidak bisa dibayarkan,” ujarnya.

Lanjut Sekwan, pihaknya sendiri terus berkoordinasi dengan 21 anggota dewan yang belum mengembalikan randis tersebut. Diakui ada kendala yang dihadapi untuk mengembalikan randis, sebab ada  beberapa unit yang hilang. Jumlahnya jelasnya sekitar 2-3 unit.

“Hal ini rencananya akan dirapatkan lagi dengan rapim untuk mencari solusi agar segera mengembalikan randis tersebut,” pungkasnya. (Wan)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or