Catut Nama PWI? SK Bupati Soal BPPD Lotim Bikin Murka Insan Pers

Catut Nama PWI? SK Bupati Soal BPPD Lotim Bikin Murka Insan Pers

Lombok Timur SR – Sejumlah anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten Lombok Timur, cukup gerah dengan keluarnya SK Bupati Lotim dengan nomor : 188.45/002/PAR/2020, terkait pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim. Pasalnya jelas tertulis ada dua nama yaitu Ahmad Roji SE, L Arwan, SH sebagai perwakilan asosiasi profesi (wartawan) dengan keterangan Persatuan Wartawan Indonesia.
Sontak SK tersebut mendapat penolakan keras dari anggota PWI Lotim. Mereka menyayangkan adanya pencantuman nama lembaga organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut.
“Selaku anggota PWI yang memegang Kartu Biru jelas keberatan atas pencatutan nama organisasi PWI. Harus segera dirubah SK ini,” tegas Dimyati, mantan Ketua PWI Lotim, Kamis (02/01/2020).
Lanjutnya, jangan main catut saja Bupati maupun Dinas Pariwisata dalam membuat SK.
“Anggota PWI Lotim akan somasi Bupati dan Dispar Lotim kalau tidak dicabut atau dirubah SK BPPD terkait ada nama organisasi PWI di dalam SK yang ditandatangani Bupati Sukiman itu,” tegas Syamsu Rijal, pemilik Kartu Biru PWI menambahkan.
Anggota PWI lainnya, Hasanah Efendi, juga sangat menyayangkan atas pencatutan nama lembaga profesi wartawan oleh pihak pemda Lotim.
“Ahmad Roji dan L Arwan itu statusnya bukan wartawan dan bukan anggota PWI. Jadi jangan sampai bawa-bawa nama wartawan atau organisasi wartawan untuk kepentingan pribadi,”tegasnya.
Katanya, kita berharap kepada Bupati seharusnya jeli melihat surat yang ditandatangi, atau jangan-jangan SK nya tidak dibaca asal tandatangan saja.
“Ini jelas pencatutan nama organisasi wartawan, dan kami keberatan. Kalau tidak dicabut atau dirubah kami akan perkarakan dan somasi bupati,”pungkasnya.
Ketua SIWO PWI NTB Izul Khaeri juga angkat bicara. Menurutnya, boleh saja bupati akomodir para timsesnya, tetapi jangan lantas mencatut lembaga orang.
“Tapi, saya percaya bupati akan mencabut SK yg sudah dia teken. Sebab dia punya pengalaman mencabut SK yang sudah dia teken sebelumnya,” tandanya melalui group WA Humas Lotim.
Ahmad Roji maupun Arwan dikonfirmasi terkait hal itu mengaku tidak tahu soal dirinya ditaruh di BPPD mewakili profesi jurnalis. “Redaksi yang keliru diluruskan,” jawab Roji singkat melalui WA di group LDC.
Kadis Pariwisata, H Mugni saat dikonfirmasi usai keluar dari ruang Wakil Bupati, menegaskan wartawan bukan satu-satunya asosiasi profesi. “Kita akan rubah, nanti di kantor aja,” katanya singkat dan berlalu meninggalkan wartawan. (Sr.1)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or