Akhirnya, Bupati, Kadispar dan Dua Oknum Pengurus BPPD Lotim Disomasi Anggota PWI

Akhirnya, Bupati, Kadispar dan Dua Oknum Pengurus BPPD Lotim Disomasi Anggota PWI

 

Lombok Timur SR – Buntut dari percatutan nama organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam SK Bupati Lotim soal kepengurusan Badan Promosi Pariwisata Lotim, maka anggota PWI Lotim pemegang kartu biru melayangkan surat somasi atau keberatan kepada Bupati Lotim, Kepala Dinas Pariwisata Lotim dan dua pengurus BPPD Lotim yang menggunakan nama PWI.
” Atasnama anggota pemegang kartu biru kami sudah melayangkan surat somasi kepada Bupati, Kadispar dan dua pengurus BPPD Lotim yang gunakan nama PWI,” tegas anggota PWI Lotim, Hasanah Efendi yang didampingi anggota PWI lainnya, Syamsurrijal saat memberikan keterangn pers kepada wartawan di Selong, Senin (06/01).
Hasfen panggilan akrabnya, yang juga Pempinan Redaksi Suara Rinjani menjelaskan ada tiga point dalam surat somasi dan keberatan yang kami layangkan tersebut. Setelah melakukan konsultasi dan komunikasi dengan PWI Cabang NTB.
Pertama, anggota PWI Lotim menyatakan keberatan atas pencatutan nama PWI dalam SK Bupati Lotim masalah kepengurusan BPPD Lotim masa tugas 2017-2021, karena dianggap masuk pada perbuatan melanggar hukum.
Lalu point kedua, meminta kepada Bupati Lotim, Kepala Dinas Pariwisata Lotim untuk segera merubah atau melakukan revisi terhadap SK tersebut, agar tidak ada lagi tercantum nama PWI dalam SK tersebut.
“Dengn memberikan deadline waktu 3×24 setelah surat keberatan yang kami layangkan,” tegasnya.
Lanjutnya, ketiga, meminta penjelasan dan klarifikasi keada Kadispar Lotim dan dua pengurus BPPD Lotim secara tertulis kepada PWI Lotim mengenai masalah adanya pencatutan nama PWI dalam SK Bupati masalah BPPD Lotim.
” Kami juga meminta permohonan maaf secara tertulis kepada anggota PWI Lotim, untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama lagi,” tegas Hasfen.
Hal senada juga diungkapnkan anggota PWI Lotim yang lainnya, Muludin, Dimyati, Syamsurrijal, Jalaluddin menegaskan apa yang kami lakukan ini dengan melayangkan surat somasi kepada pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan SK BPPD Lotim.
Terutama yang menyangkut pencatutan nama PWI dalam SK BPPD Lotim tersebut.
“Dalam rangka untuk menjaga marwah organisasi agar tidak sembarangan orang melakukan pencatutan nama PWI,” tandas mereka.
Katanya, apalagi bukan anggota maupun pengurus PWI yang masuk dalam pengurus BPPD Lotim terus menggunakan nama PWI. Maka ini tentunya kesalahan fatal yang tentunya memiliki konsekwensi melanggar hukum.
” Surat somasi telah kami layangkan, kalau tidak ada tanggapan atas somasi itu maka, langkah selanjutnya akan kami lakukan,” tegas Dimyati, Jaluddin dan Syamsurrijal‎.
Bahkan dan lebih parah lagi dalam kepengurusan sebelumnya oknum AR yang sekarang mencatut nama PWI digunakan lagi, sehingga dua kali mencatut nama PWI dalam kepengurusan BPPD Lotim.
” Masalah ini tidak boleh dibiarkan akan tapi harus mengambil tindakan tegas,” pungkas Syamsu Rijal.‎ (red)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or