Sunariyawan Reses, Warga Butuh Penataan Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi
Lombok Tengah SR – Pelaksanaan Serap Aspirasi (Reses), adalah salah satu program legislatif, dalam mengumpulkan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Salah satunya Reses yang dilakukan oleh anggota DPRD Lombok Tengah (Loteng), H. Sunariyawan Dapil Kopang Janapria Loteng.
Kepada Suara Rinjani kemarin, politisi Hanura ini mengatakan, program reses sebagai salah satu program anggota dewan, dalam menggali harapan dan keinginan masyarakat, ia tidak sia siakan.

(lebih…)

Desa Kilang Pertahankan Budaya Gotong Royong

Lombok Timur, SR – Budaya gotong-royong yang mulai luntur di masyarakat akibat terpaan zaman nampaknya tidak berlaku bagi warga Desa Kilang Kecamatan Montong Gading. Sebab kegiatan gotong royong terus dilestarikan hingga saat ini. Pihak Pemdes Kilang, bersama-sama masyarakat, pemuda karang taruna, melakukan kegiatan gotong royong pembukaan jalan baru sepanjang 600 meter dengan lebar 2,5 meter di dusun Kilang Utara dan Dusun Gunung Malang beberapa waktu lalu.
Kepala Desa Kilang, Lalu Suparlan, saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (12/10), mengatakan, sesuai dengan slogan pemerintah desa, ‘Gotong Royong Membangun Kilang’. Aktifitas gotong royong yang dilakukan pada bulan lalu akan menjadi kegiatan rutin masyarakat dengan harapan adanya jalan baru akan mempercepat akses perekonomian masyarakat.
“Dalam pembebasan lahan jalan baru tersebut, pemilik lahan menghibahkan ke pemerintah desa, sehingga dapat kita perkirakan nilai swadaya dari masyarakat sekitar Rp.500 juta” ungkapnya.
Apalagi lanjutnya, gotong royong itu diikuti ribuan masyarakat dari lima dusun yaitu: Kilang Utara, Kilang Selatan, Bendung Utara, Bendung Selatan dan Gunung Malang.
Lebih lanjut Lalu Suparlan, menambahkan, kita juga akan membuat unit usaha baru di Bumdes ‘Kilang Besopoq’ dalam bidang penggemukan sapi, membuat kerupuk, ampang lele, kopi bubuk belut dan kerajinan ketak.
“Kita sudah bekerjasama dengan PT.Rajawali untuk penyiapan tenaga jasa pengamanan/security, perwakilan Lotim di desa kilang. Untuk sosial kemasyarakatan kita punya program santunan Rp.150.000/Rp.200.000 bagi warga yang meninggal dunia, sunatan dan pernikahan,”jelasnya.
Ada juga program pemasangan Kwh listrik bersubsidi untuk masyarakat miskin/tidak mampu kita subsidi setengahnya. “Untuk kedepannya kita akan membangun pasar desa, supaya masyarakat ada tempat berjualan husus, tidak lagi di pinggir jalan,”pungkasnya. (pri).

Akkor a férfi egy szexuális klasszisnak gondolhatja magát a hölgytársaságban és Viagra szedése ma már széles körben elterjedtnek mondható vagy az egyik verzió, ártalmatlan, a Vardenafil ára jutányos oldalunkon. A féléves tesztidőszak végén egyértelműen kiderült vagy miután nem a szokásos, specialisgyogyszertar.com hanem puha tabletta.

Berikan Sambutan Virtual di Perayaan HADI NW ke 68, Wapres : Pemerintah Mengapresiasi Dedikasi NW Untuk Negara
Lombok Timur SR – Perayaan puncak Hari Jadi ( HADI) ke 68 organisasi Nahdlatul Wathan yang jatuh pada 1 Maret 2021, dirayakan melalui offline dan online, Untuk offlinenya, peserta yang hadir sangat terbatas yang dipusatkan di halaman Masjid Jamik Darul Quran wal Hadits NW Anjani. Sedangkan untuk online panitia menyediakan aplikasi Zoom Meeting yang diikuti 31 provinisi, Pengurus Wilayah NW se Indonesia yang dibuka dengan pembacaan Hizib bersama.
Dalam kata sambutannya secara  virtual Wakil Presiden RI , Prof Dr KH. Ma’ruf Amin mengatakan dalam momen HADI NW ke 68,  akan semakin kuat dalam khittahnya dan terus bersinergi bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun negeri. NW adalah organisasi kemasyarakat Islam terbesar di Pulau Lombok NTB yang didirikan  TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pada tanggal 1 Maret 1953. Saat ini NW mengelola sejumlah pendidikan dari tingkat TK hingga perguruan tinggi yang perkembangannya cukup pesat.
“Alumninya pun telah cukup banyak yang berhasil menduduki posisi penting di pemerintahan  dan lembaga lainnya. Untuk itu, atas nama pemerintah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pimpinan dan segenap pengurus NW,” kata KH Ma’ruf Amin , Senin (01/03 )
Wapres berharap, kedepannya NW terus mengembangkan peranan dalam mendidik dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, tidak saja di wilayah NTB namun memperluas jangkaunnya secara Nasional. Hal ini sangat penting karena kualitas SDM yang unggul adalah kunci keberhasilan pembangunan Indonesia.
“Oleh karena itu, pengabdian pendidikan NW terus dikembangkan dan ditingkatkan dalam rangka meningkatkan pembangunan baik daerah maupun Nasional,” tandasnya.
Karena itu, NW, lanjut Wapres memiliki tugas penting menyiapkan SDM yang tidak saja unggul, terampil dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta memiliki keimanan dan ketaqwaan (Imtaq) yang kokoh.
“Saya juga berharap peran NW sebagai pusat dakwah washatiyah terus dipertahankan dan diperkuat seiring dengan perjalanan dan dinamika masyarakat,” imbuhnya.
Dalam era teknologi digital ini, kata mantan Ketua MUI Pusat ini, dakwah dan pendidikan harus beradaptasi dan memanfaatkan teknologi informasi. Hal ini bukanlah satu pilihan tapi sudah menjadi keharusan karena sudah menjadi  bagian dari kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan demikian, maka kita dapat memastikan ajaran Islamsebagai agama yang washati lebih mampu menjangkau secaraluas dan dapat berkontribusi positif dalam memberikan kesejukan dan kedamaian kepada masyarakat.
NW yang lahir dari pendidikan pesantren, selain memperkuat masalah pendidikan dan dakwah, juga perlu melakukan upaya –upaya pemberdayaan masyarakat sesuai dengan missi besar NW. dalam kaitan ini NW perlu mengambil peran pemberdayaan masyarakat terutama dalam bidang ekonomi, baik sektor keuangan maupun sektor riil, semisal Baitul Mal wa Tamwil dan koperasi syariah. Sedang disektor riil dapat dikembangkan program seperti one pesantren one produk yang sudah berjalan di banyak daerah.
“Saya ucapkan selamat Hari jadi NW ke 68 semoga terus jaya dalam pengabdian kepada Negara dan bangsa,”tutupnya.
Hal senada juga diungkapkan Wakil MPR RI Zulkifli Hasan yang mengakui bahwa perjuanagn Maulansayikh bersama NW yang dibnetjk telah banyak berkontribusi kepada bangsa sehingga layak disematkan gelar Pahlawan Nasional, sebagai bentuk pengakuan dan perhargaan dari bangsa tercinta ini.
 “Sangat layak Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainudin diangkat jadi Pahalwan Nasional, karena jasa-jasa beliau cukup besar,” katanya via  zoom meeting.
Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang, KH Muhammad Zainuddin Atsani, dalam pidatonya mengungkapkan dalam merayakan HADI NW tahun ini kita sudah instruksikan semua warga Nahdlatul Wathan di Nusantara dan bahkan di luar negeri untuk membaca hizib secara serentak yang dimulai pukul 08.00 Wita di tempat masing-masing.
“Ini (pembacaan Hizib NW red) serentak atau istilah yang kami buat ‘Nusantara Berhizib’,  saat perayaan HADI ke 64 pada tahun 2017 lalu, sebagai bentuk kesyukuran atas masih eksisnya organisasi NW yang dirikan Ninikda Maulanasyaikh Pahlawan Nasional asal NTB pada 1 Maret 1953 silam,” urainya.
Lebih jauh  Syaikhuna Tuan Guru Bajang, panggilan akrabnya, kegiatan secara virtual ini kita lakukan untuk mendukung pemerintah dalam memutus penyebaran covid-19.Selain itu soal vaksinasi, PBNW mendukung penuh dilakukan vaksinasi covid – 19 untuk warga NTB dan Indonesia pada umumnya sebagai upaya mencegah dan memutus rantai penularan covid-19 secara bertahap.
“Untuk itu PBNW mengimbau warga NTB dan warga Indonesia secara umum tetap mematuhi protokol kesehatan, rajin mengkonsumsi makanan sehat dengan  memperbanyak konsumsi sayuran hijau,  rajin olah raga serta senantiasa berpikiran positif,”ajaknya.
Terkait yang disinggung Wapres soal pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan keluarga ditengah pandemi covid 19 ini , PBNW mengimbau kepada masyarakat luas untuk mulai memanfaatkan lahan maupun pekarangan ruang dengan tanaman-tanaman pangan sebagai upaya menghemat pengeluaran Rumah Rangga.
Selain itu, PBNW mengajak masyarakat NTB mulai mentradisikan pola konsumsi diversifikasi pangan uuntuk menghindari ketergantungan pada satu jenis makanan pokok saja. “Untuk itu PBNW berharap Pemerintah Daerah mulai mensosialisasikan program yang terkait pentingnya ketahanan dan diversifikasi pangan lebih dini ke masyarakat NTB, ” tandas RTGB Zainudin Atsani.
Di akhir pidatonya Syaikhuna Tuan Guru Bajang, menyampaikan terima kasih kepada Pamanda Wapres KH Maruf Amin dan Wakil Ketua MPRRI Zulkifli Hasan, atas berkenannya memberikan sambutannya.
“Khusus Wapres, saya panggil pamanda, karena kebetulan istri saya adalah keponakan pak Wapres KH Maruf Amin,”tutupnya.
Selanjutnya Wakil Bupati Lombok Timur, H Rumaksi, menegaskan bahwa kedudukan yang ia rasakan selama ini merupakan keberkahan yang didapat dari Maulanasyaikh. “Oleh karena itu, mari meraih keberkahan dengan mengikuti arahan dan keputusan pemimpinan. Saya sendiri merasakan keberkahan itu dari Maulanasyaikh,” ungkapnya dengan haru.
Wabup menyampaikan bahwa dalam memajukan NW itu harus menguatkan persatuan semua warga NW secara kolektif. “Dalam NW yang dipimpin Syaikhuna Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani, akan meraih kejayaannya jika semua taat dan tunduk atas instruksi pimpinan NW,” katanya
Rumaksi juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada NW yang terus memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa. “Mari kita tingkatkan persatuan kita, dan tetap menjaga protokol kesehatan covid-19,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia HADI ke 68 NW, TGH LG Khairul Fatihin mengatakan perayaan HADI tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang melibatkan jamaah berkumpul mendengar pengajian. Tahun ini, perayaan HADI memanfaatkan teknologi atau secara virtual.
“Termasuk kegiatan pra HADI yang kemarin kita lakukan Webinar tentang pesantren, kemudian lomba klip vedio Mars HADI NW via online. Semua itu kita lakukan untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid- 19,” tukas Ketua PW NW NTB
Hadir secara offline, dari kalangan pejabat, Kepala Dinas social NTB H Ahsanul Kahliq, mewakili Gubernur NTB, Kepala BIN Daerah NTB, Wakil Bupati Lombok Timur, H Rumaksi, Utusan Korem Wirabakti NTB, Kapolres Lotim, Dandim Lotim. Sedang kalangan internal, hadir Rois Am Dewan Musytasar PBNW, Ummuna Hj St Raihanun Zainuddin AM, Ketum PBNW Tuan Guru Bajang, KH Muhammad Zainuddin Atsani, bersama jajarannya, dan para Masyaikhul Mahad NW Anjani.(sr1)

Gelar Workshop PKM, STMIK NW Anjani Jalin Kerjasama dengan UM Kaltim

LombokTimur SR – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Syaikh Zainuddin NW Anjani bekerjasama dengan Universitas Muhamadiyah Kalimantan Timur menggelar Workshop Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pembuatan Bahan Ajar bagi calon guru matematika, di Auditorium kampus STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur, Sabtu (27/02).

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Siti Puspita Hida Sakti, M.Cs., dalam laporannya menyampaikan, workshop ini sudah lama kami rencanakan sebagai bentuk kerjasama dua perguruan tinggi yakni STMIK dan Universitas Muhamadiyah Kalimantan Timur,” ucapnya.

Dikatakan Pita, pada workshop ini merupakan penyatuan 2 bidang keilmuan yaitu matematika dan komputer dengan menghadirkan pembicara yang berkompeten di bidangnya.

“Pembicara sebanyak 6 orang yakni 4 orang dari UM Kaltim dan 2 orang dari STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani. Kegiatan ini diikuti 25 guru dan calon guru matematika di madrasah se Lombok Timur,” jelasnya

Rektor Universitas Muhamadiah Kalimantan Timur, melalui Ketua Program Studi Teknik Informatika Asslia Johar Latifah, M.Cs. dalam sambutannya secara virtual melalui aplikasi google meet mengungkapkan bahwa memberikan pengetahuan tentang bahan ajar yang efektif dan menarik sehingga bisa dipahami dengan baik oleh peserta didik adalah tujuan utama dari workshop ini.

“Di masa pandemi saat ini, guru dituntut untuk menguasi model-model pembelajaran secara online,” ucapnya.

Kami ucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada civitas akademika STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani yang telah menggandeng kami dalam kegiatan PKM tahun ini. “Semoga pada kegiatan-kegiatan yang lainnya kita tetap bisa berkolaborasi,” ucapnya.

Ketua STMIK Syaikh Zainuddin NW melalui Wakil Ketua I Bidang Akademik Drs. H. Marzuki Adami, M.AP. saat membuka kegiatan worshop menyampaikan apresiasi kepada LPPM Universitas Muhamadiah Kalitim dan Kepala BP2M STMIK Syaikh Zainuddin NW yang telah berkolaborasi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi dari tri darma perguruan tinggi.

“Semoga kerjasama ini terus terjalin, terutama dalam pengembangan pengetahuan dalam bidang pendidikan dan IT,” harapnya.

Lanjutnya, melalui kegiatan worshop ini merupakan salah satu upaya perguruan tinggi dalam hal ini (STMIK Syaikh Zainuddin NW anjani dan Univ. Muhamdiyah Kaltim) untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dari segi kualitas pendidik, perangkat pembelajaran maupun siswa.

“Saat ini STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani terus berupaya meningkatkan kualitas SDM, tenaga edukatif dan mahasiswa dengan terus melakukan terobosan maupun inovasi lainnya terutama yang terkait dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.(vin)

Masih Pandemi Covid-19, Perayaan HADI  ke-68 NW Via Virtual

Lombok Timur SR – Kendati masih dalam kondisi pandemi Covid-19, namun tidak menyurutkan semangat warga NW untuk merayakan Hari Jadi ( HADI) ke 68 organisasi Nahdlatul Wathan yang jatuh besok 1 Maret 2021.
Namun, perayaan HADI tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang melibatkan jamaah berkumpul mendengar pengajian. Tahun ini, perayaan HADI akan memanfaatkan teknologi atau secara virtual.
“Termasuk untuk kegiatan pra HADI yang kemaren kita lakukan Webinar tentang pesantren, kemudian lomba klip vedio Mars HADI NW via online. Semua itu kita lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid- 19,” kata Ketua PWNW NTB sekaligus Ketua Panitia HADI ke 68 NW, TGH LG Khairul Fatihin, di sela persiapan hari H, Minggu (28/02).
Ketua Umum PBNW, Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH LG Muhammad Zainuddin Atsani, mengungkapkan dalam merayakan HADI tahun ini kita sudah instruksikan semua warga Nahdlatul Wathan di Nusantara dan bahkan di luar negeri untuk membaca hizib secara serentak yang dimulai pukul 08.00 Wita di tempat masing-masing.
“Ini (pembacaan Hizib NW red) serentak atau istilah yang kami buat ‘Nusantara Berhizib’, saat perayaan HADI ke 51 pada tahun 2017 lalu, sebagai bentuk kesyukuran atas masih eksisnya organisasi NW yang dirikan Ninikda Maulanasyaikh Pahlawan Nasional asal NTB pada 1 Maret 1953 silam,”jelasnya.
Lanjut Syaikhuna Tuan Guru Bajang, panggilan akrabnya, kegiatan secara virtual ini kita lakukan untuk mendukung pemerintah dalam memutus penyebaran covid-19.
“Jadi kami imbau kepada warga NW di seluruh pelosok Nusantara agar tetap menjaga protoko l kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Jangan lengah karena covid-19 ini memang ada dan sangat berbahaya,”imbuhnya. (vin)

Gelar Rakerda, Pemuda NW Siap Bersinegri Bangun Daerah

Lombok Timur SR – Pimpinan Daerah Pemuda Nahdlatul Wathan Kabupaten Lombok Timur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda)  di Aula Wisma Haji Selong Lombok Timur, Sabtu (27/02), yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) HM Juaini Taofik.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan kalau kita berbicara pemuda tidak akan habisnya. Ada tiga yg tergambar kalau menyebut pemuda  di antaranya usia masih enerjik, semangat, dan berbicara perubahan dan orientasi.

“Yang paling penting saya sampaikan untuk kolaborasi dan bersinegri agar program yang akan direncanakan kedepannya guna membangun dan meningkatkan solidaritas di kepemudaan,”jelasnya. “Mari kita berkolaborasi dan bersinegri  dengan siapapun guna menjalankan visi misi kita bersama guna membangun daerah melalui kepemudaan ini,”sambungnya.

Taofik juga berharap Pemuda NW mengambil peran dalam ikut memutus mata rantai Covid-19 yang masih melanda daerah kita khsususnya dan bangsa umumnya.

“Ayo bantu pemerintah sosialisasikan protokol kesehatan di tengah masyarakat. Menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan,”pungkasnya.

Ketua Pemuda NW Lombok Timur, Abdul Kadir Jailani, dalam sambutanya mengatakan Rakerda ini diselenggarakan guna merencanakan program tiga tahun kedepan sesuai dengan hasil Musda Pemuda X tahun lalu.

“Yang hadir Rakerda ini bukan saja pengurus PD Pemuda NW Lotim tapi juga perwakilan dari Pimpinan Cabang di  21 kecamatan se Lombok Timur, dengan mengambil tema “Menguatkan Militasi Kader NW yang Samina wa Ato’na Dalam Memperjuangkan Agama, Nusa dan Bangsa,” tandasnya.

Jailani, panggilan akrabnya, juga menambahkan kondisi pemuda saat ini sebagai tolak ukur keberhasilan suatu daerah kedepannya. Apabila pemudanya kuat dan berkualitas itulah gambaran keberhasilan suatu daerah ataau bangsa. Maka dibutuhkan suatu sinergitas antar peemrintah dan pemuda.

“Pemuda NW siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun SDM,”pungkasnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda NW NTB Dr. L. M. Nurul Wathan dalam sambutanya mengatakan apa yang menjadi cita-cita Maulana Syaikh tetap terjaga termasuk menjaga teradisi yang baik itu.

Terminologi pergerakan dari Pemuda NW Lombok Timur yang diambil dari Wasiat Maulana Syaikh pada Nomor 42 dari Bait Wasiat ini ada empat jadi kunci terminologi pergerakan Pemuda NW. Pertama, Pembuka. Artinya, pemuda harus membuka lapangan pendidikan, sosial dan dakwah untuk meningkatkan SDM. Kedua, Menyebarkan. Pemuda harus menjadi  Annasir. Ketiga, Mengaktifkan. Pemuda rahus menjadi pengerak. Keempat, Menonjolkan. Pemuda harus mampu menjadi pioner perjuangan.

“Selamat Rapat Kerja Daerah untuk Pemuda NW Lombok Timur. Semoga apa yang menjadi hasil Rakerda ini bisa terlaksana degan baik demi kemajuan Nw, daerah dan bangsa kita,”tutupanya. (hin)

 

Diskusi Publik LDC, Dorong Intelektual Muda NW Rajut Kebersamaan Untuk Kejayaan NW

Lombok Timur SR – Lombok Discussion Club (LDC) menggelar diskusi publik, dengan tema ” Memperkokoh Nilai Perjuangan Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Majid melalui Kader Intelektual Muda NW” di Puri Bahrah Sawing Kecamatan Selong, Sabtu (27/02).

Diskusi ini dibuka Kepala Bidang Pengembangan Nilai-nilai Kebangsaan pada Badan Kesbangpoldagri Lombok Timur, Suherman, MM dan menghadirkan narasumber dari tokoh muda Nahdlatul Wathan dan  Nahlatul Ulama. Mereka merefleksikan nilai perjuangan Maulana Syaikh dalam membangun bangsa dan negara.

Tokoh Muda NW, Hasanah Efendi mengingatkan nilai ilahiyah dan  kebangsaan yang dibangun Maulana Syaikh harus terus dipupuk terutama bagi generasi muda.

Karena itu, kata Hasfen, kaum muda harus tampil, bangkit berjuang meneruskan nilai – nilai luhur yang diletakkan Maulana Syaikh untuk kepentingan bangsa dan negara.

Ia mengajak agar kader muda NW terus bersinergi memberikan kontribusi positif baik terhadap organisasi maupun kepentingan yang lebih luas yaitu untuk bangsa. Kebersamaan kaum muda sebenarnya telah ditunjukkan saat berjuang terkait penganugerahan Gelar Pahlawan terhadap Maulana Syaikh.

“Karena itu, Ayo kaum muda, rajut kebersamaan untuk membangun kejayaan NW, ” ucapnya.

Hal senada disampaikan Tokoh Muda NW lainnya, Muhammad Halqi. Ia menegaskan mulai meletakkan fondasi besar dalam membangun bangsa yaitu melawan kebododan dan penjajah melalui laskar mujahidin.

“Inilah nilai-nilai yang terus kita kembangkan, kita jaga sebagai generasi muda, ” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Lakspesdam NU, Suryadi mengajak kaum muda bersatu memperkokoh kebersamaan dan mengamalkan nilai-nilai perjuangan Maulana. Kolaborasi dan kemanfaatan harus dilakukan demi untuk kebaikan dan kemajuan.

Di akhir diskusi, Presiden LDC H. Hulain mengajak semua komponen bersatu memperkokoh kebersamaan.

“Ke depan, Kaum muda bisa bersatu melaui sebuah ikatan emosi, moral melalui wadah bersama melanjutkan titah dan nilai nilai perjuangan maulana Syaikh .Kita adalah satu adalah Nahdlatul Wathan,” tutupnya.(*)

 

Gelar Webinar Kebangsaan, NW Siap Kembangkan Nilai Moderasi Beragama dan Bernegara

Mataram SR – Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) menggelkar Webinar Kebangsaan dengan mengangkat tema “Peranan Ormas Islam Dalam Menjaga Keutuhan NKRI Berdasarkan Pancasila” via meeting Zoom, Rabu (24/02).

Hadir sebagai Kaynote Speaker Ditjen. Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya, Kemedagri RI Drs. La Ode Ahmad P. Balombo, dan Dirjen Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Dr Juraidi MA.

Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH M Zainuddin Atsani, dalam sambutannya saat membuka Webinar menegaskan Organisasi Nahdlatul Wathan adalah organisasi Islam terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat yang kiprahnya dirasakan bangsa Indonesia secara umum, dalam menjaga keutuhan bangsa. Hal ini terlihat peran dan sepak terjang pendirinya yang ikut meletakan pondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia di awal kemerdekaan Republik Indonesia. Atas jasanya, Pendiri ormas yang disingkat NW ini (Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid) pada 9 November dianugrahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi.

“Kita (NW) akan tetap setia kepada NKR dan Pancasila sebagai sebuah konsensus pendiri bangsa ini. Itulah sebabnya kita menggelar Webinar kebangsaan bersama Mendagri Menag dan para pakar dan tokoh,” katanya.

Lanjutnya, sejak berdiri ormas NW oleh pendirinya yaitu Pahlawan Nasional, Ninikda telah mengikrarkan diri dan NW menjadi benteng persatuan dan terus taat kepada NKRI dengan segala bentuk aturannya.

“Hanya saja pemerintah belum terlihat langkah konkret akan pemberdayaan ormas yang tetap setia kepada bangsa. Ini yang masih kami rasakan selama ini. Untuk itu, kedepan pemerintah harus komit dan terus membangun kemitraan dengan ormas yang sah dan memiliki kontribusi bagi bangsa,”pungkasnya.

Sementara itu, Mendgari Tito Karnavian, melalui Ditjen. Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya, Drs. La Ode Ahmad P. Balombo, menerangkan tentang  peranan ormas dalam menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, Ormas punya peran strategis dalam berbangsa dan bernegara.

“Kita tidak pungkiri ormas punya kontribusi bagi kemajuan berbangsa dan menjaga keutuhan NKRI, sebagai sebuah konsensus bersama,”ucapnya.

Menurutnya, sekarang ini jumlah ormas yang berkembang di NKRI sebanyak 436.602. Bagi ormas ini tentunya kan patuh dan tunduk atas peraturan yang ada. “Sedikitnya ada 27 perautan tentang ormas, dan itu harus dipatuhi,”imbuhnnya.

Sementara itu Dirjen. Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Dr Juraidi MA, dalam pemaparannya mengatakan ormas Islam tentunya akan menjaga nilai-nilai moderat beragama, keseimbangan, keharmonisan, keadilan, kesamaan, egaliter, ketaatan hukum dan toleransi.

“Namun demikian akan ada diskursus dalam agama dan negara, seperti, memisahkan dan mempertentangkan agama dan negara. Nah inilah tugas dan peran dari ormas Islam untuk meningkatkan pengetahuan wawasan beragama daan bernegara bagi anggotanya,” tandasnya.

Pembicara lainnya adalah Sekjend. PBNW Prof. Dr Fakhrurrazi, Prof Harapandi dari Universitas Uganda Brunai Darussalam, Kapolda NTB, Kajati NTB dan pakar Hukum Unram Prof Galang Asmara.

Ketua Panitia Webinar Kebangsaan Dr. H Sayid Ali Jadid, mengatakan pada Webinar Kebangsaan ini kami mengangkat tema  “Peranan Ormas Islam Dalam Menjaga Keutuhan NKRI Berdasarkan Pancasila”.

“Tentunya dengan kehadiran dari Kemendagri ini bisa menjadi jawaban bagaimana ormas itu berperan dan menjaga keutuhan NKRI dan bisa memberikan pemahaman terkait dengan aturan mendirikan ormas tersebut,”tegasnya.

Peserta Webinar Kebangsaan PBNW ini diikuti 800 an peserta dari berbagai wilayah Nusantara. (sr)

Nahdlatul Wathan Terdepan Menjaga Keutuhan NKRI

Mataram SR – Organisasi Nahdlatul Wathan adalah organisasi Islam terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat yang kiprahnya dirasakan bangsa Indonesia secara umum, dalam menjaga keutuhan bangsa. Hal ini terlihat peran dan sepak terjang pendirinya yang ikut meletakan pondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia di awal kemerdekaan Republik Indonesia. Atas jasanya, Pendiri ormas yang disingkat NW ini (Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid) pada 9 November dianugrahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi.

Di bawah kepemimpinan Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH M Zainuddin Atsani, selaku Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), kiprah itu terus dipupuk dan dijaga hingga saat ini.

“Kita (NW) akan tetap setia kepada NKR dan Pancasila sebagai sebuah konsensus pendiri bangsa ini. Itulah sebabnya kita akan menggelar Webinar kebangsaan bersama Mendagri dan para pakar dan tokoh,” kata Tuan Guru Bajang Zainudin Atasni, melalui press realese, Selasa (23/02).

Ketua Panitia Webinar Kebangsaan Dr. H Sayid Ali Jadid, mengatakan pada Webinar Kebangsan ini kami mengangkat tema  “Peranan Ormas Islam Dalam Menjada Keutuhan NKRI Berdasarkan Pancasila,” ungkapnya.

Ali Jadid, menambahkan, adapun pembicara kita hadirkaan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, APH, Praktisi Hukum, dan para tokoh Islam. Sehingga Webinar ini akan menghasil output yang jelas bagaimana peran ormas Islam baik dari perspektif negara dan Islam.

“Webinar ini dilaksanakn pada Rabu 24 Februaru 2021 pukul 09-13.00 WITA dan terbuka untuk umum melalui link zoom : 88011533234 dengan pasword; pbnw21,”pungkasnya.

Sebelumnya juga sudah dilakukan Webinar Nasional yang dilaksanakan Persatuan Tani Nahdlatul Wathan (Perhatani NW), Musyawarah Kerja Perdana Persatuan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan (Pesan NW), Lembaga Amal, Zakat, Infaq Shadaqah, Wakaf dan Hibah Nahdlatul Wathan (LAZAH NW) dan Lembaga Aset Nahdlatul Wathan. (sr)

Ikuti UKW, 49 Wartawan Muda dan Madya Dinyatakan Kompeten
Mataram SR – Setalah menjalani masa pengujian Uji Kompetensi Wartawan selama dua hari, 20-21 Februari 2021 di Hotel Golden Palace Mataram, sebanyak 49 wartawan dinyatakan berkompetensi sebagai wartawan Muda dan Madya. Dari total sebanyak 54 wartawan yang seharusnya diuji.
“Ada 5 peserta mengundurkan diri karena alasan sakit dan lainya,” kata Direktur UKW Fakultas Ilmu Kokunikasi Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragama) Jakarta, Dr Wahyudi saat penutupan UKW, Minggu (21/02).
Lanjut Wahyudi, proses penjaringan peserta UKW melalui penyeberan pendaftaran via online, kemudian seleksi administrasi lalu kegiatan pra UKW dengan melakukan pelatihan dan post test.
“Dari 77 pendaftar 60 peserta lolos administrasi, yang kemudian mengikuti pelatihan dan post test. Dari 60 Peserta Diklat 54 lulus untuk mengikuti UKW,” jelasnya.
Kata Wahyudi, kegiatan UKW ini difasilitasi Dewan Pers, dan Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragama) Jakarta, ditunjuk sebagai penyelenggara. Kemudian kami berbagi dengan PWI NTB tentang peserta UKW.
“Sebanyak 29 peserta di tangan Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragama) Jakarta, 20 peserta PWI,” ujarnya.
Ketua PWI NTB Nasrudin, mengaku sangat bahagia dengan peserta yang sangat tinggi sehingga semua yang ikut UKW dinyatakan kompeten.
“Setelah anda semua dinyatakan kompeten, maka tanggung jawabnya semakin besar. Jadi berdeda dengan wartawan yang belum kompeten itu. Makanya harus menjaga kredibilitas dan martabat jurnalis itu. Harusnya lebih beretika dan lembut dalam berprilaku di lapangan,” imbuhnya.
Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry CH Bangun
berpesan kepada wartawan yang sudah memiliki kompetensi untuk melaksanakan Undang-Undang Pers dengan sebaik-baik-baik dalam semua hal.
“Anda semua yang kompeten ini namanya akan masuk di link Dewan Pers. Semua kegiatan dan tindak tanduk Anda terpantau. Jika melakukan tugas berat kartu UKW anda bisa dicabut,” tegasnya. (Sr1)

Sebut NTB Beruntung, Ini Kritikan Pedas Dewan Pers Kepada Media NTB

 

Mataram SR – Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Chairudin Bangun melontarkan kritikan kepada pers yang ada di NTB terkait pemberitaan Sirkuit Mandalika Lombok yang kerap mengabaikan sisi konfliknya.
“Teman-teman (media) di NTB ini negatif saja, penggusuran saja diberitakan. Apa iya NTB seperti itu? Saya pikir banyaklah hal-hal yang positif bisa diangkat tentang KEK Mandalika itu, ” kritiknya saat penutupan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar atas kerjasama Dewan Pers, Universitas Prof. Dr. Moestofo (Beragama) Jakarta dan PWI NTB di Hotel Golden Palace, Minggu, (21/02).

Hendry menambahkan, media di NTB terus mengangkat saja di sekitar KEK Mandalika masalah keluarga, bertengkar karena lahan. Lahan belum dibayar dan hal lainya yang membuat citra NTB kurang baik.
“Hal-hal itu bernilai kecil jika dibandingkan dengan potensi besar ekonomi yang sudah ada di depan mata. Persoalan keluarga, soal lahan pasti bisa dituntaskan di tingkat daerah,” tegasnya.
Menurut Hendry, harusnya teman-teman di NTB mengangkat sisi positif dan punya dampak pengembangan ekonomi besar yang sudah ada di depan mata.
” Ayolah teman-teman buat berita positif. Kalau ada masalah ganti rugi lahan yang belum tuntas, tidak apa-apa juga diberitakan. Tapi, kan ada sisi lain yang lebih besar manfaatnya untuk diangkat. Kita mendukung kepentingan publik.Media tidak mendukung siapa-siapa. Dan ingat, media itu menjalankan undang-undang, ” tandasnya.

Bagi Hendry, NTB adalah salah satu provinsi yang beruntung di Indonesia. Karena provinsi ini memiliki magnet besar pariwisata dan ekonomi sebagai tuan rumah penyelenggaraan balap motor bergengsi di dunia, MotoGP.
NTB ini beruntung sekali punya Sirkuit Mandalika. Semua provinsi ingin mendapat kesempatan, tapi hanya NTB yang dapat. Apapun itu, NTB yang beruntung. Dampak ekonominya luar biasa, pasti itu, ” ujarnya.
Karena itu, Dewan Pers mendorong media-media di NTB membuat agenda pemberitaan terkait penyelenggaraan MotoGP pada Oktober 2021 ini.
“Coba disetting pemberitaannya dari sekarang, kurang dari 10 bulan menjelang perhelatan MotoGP ini apa persiapannya, bagaimana menyambutnya dengan peningkatan peluang ekonomi. Mulai dari sisi UMKM, transportasi, penginapan, makan minum, serta dampak ekonomi lainnya,” imbuhnya. Selama ini, itu yang luput dari media sorotan. Karena fokusnya kabar buruk adalah kabar baik, ” pungkasnya. (Sr1)