HIMMAH NW Kom STMIK SZ NW – UNW Mataram Gelar Wapa Gabungan

Lombok Timur SR – Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (HIMMAH NW) Komisariat STMIK SZ NW Anjani dan UNW Mataram Kampus II Anjani Gelar WAPA I Gabungan di Pondok Pesantren Darussalaam NW Seruni Mumbul selama 3 hari tanggal 26-28 November 2020.

Ketua Panitia WAPA I Rohimaturrosidi, saat laporan menyampaikan ucapan  terima kasih  kepada pimpinan Yayasan Darussalam NW Seruni Mumbul Pringabaya yang telah memberikan kami fasilitas untuk mengadakan acara Wapa ini.

“Peserta  Wapa I Gabungan ini diikuti 125 orang. Dari Komisariat STMIK sebayak 35 orang dan UNW 90  Orang . Dalam Wapa ini kita mengambil tema : “Menyiapkan generasi yang setia terhadap organisasi yang berjiwa cinta cerdas, ilmiah, nasionalis, tangguh dan agamis,” ungkapnya.

Ketua PC HIMMAH NW Lotim, Samsul Hadiy dalam sambutanya menegaskan bahwa menjadi kadera HIMMAH NW itu artinya kita siap berjuang dengan prinsip Yakin, Ikhlas dan Istoqomah sebagai mana prinsip perjuangan organisasi NW.

“Jadi, untuk calon kader Himmah NW,  kalau niat kalian jelek masuk Himmah NW lebih baik kalian pulang. Gerbang tidak pernah tertutup,” tegasnya.

Lanjut Hady, niat masuk Himmah NW itu, belajar dan berjuang untuk perjuagan Nahdlatul Wathan, dan ini adalah gerbang pertama yang kalian lalui menjadi kader Himmah NW.

“Semoga kita semua istiqomah dalam membenah diri sebagai modal dalam perjuangan yang akan kita tempuh untuk membesar Himmah NW dan Organisasi NW,”pungkasnya.

Ketua Yayasan Ponpes Darussalam NW Seruni Mumbul Ust. Jumahir QH.S.Pd.I dalam sambutanya menyampaikan  Ponpes Darussalam ini terbuka selebar lebarnya untuk mahasiswa dan warga Nahdlatul Wathan dalam melaksanakan kegiatan seperti yang di lakukan oleh adik adik ini, tapi mohon dimaklumi bahwa ponpes ini adalah tempat orang-orang miskin dan   di ponpes ini ada PA ( panti asuhan ) yang menampung anak-anak yang kurang mampu.

“Oleh sebab itu kekurangan yang adik-adik Himmah NW temukan nantinya harap  di maklumi. Terima kasi atas kepercayaan adik-adik HIMMAH NW menggunakan ponpes kami sebagai tempat pengkaderan pejuang NW,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisariat STMIK SZ NW Anjani, Amuddin menyampaikan kepada  calon Himmawan dan Himmawati silahkan ikuti proses Wapa ini dengan tetap melaksanakan Protokol Covid -19 guna mengikuti aturan yang dibuat pemerintah.(hin)

Kasus ADD BPS, Kejari Selong akan Panggil Kembali Mantan Kades AG

Lombok Timur SR – Ketua BPD Desa Bagik Payung Selatan (BPS) Kecamatan Suralaga Lombok Timur (Lotim) Muhammad Bahri, berserta anggota BPD BPS sebagai perwakilan warga kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Selong, Kamis (26/11) lalu. Kedatangan Ketua BPD dan perwakilan masyarakat BPS mendesak Kejari Selong segera menyelesaikan kasus mantan kepala desa (Kades) Bagik Payung Selatan yang menjabat pada periode 2013-2019, inisial AG yang terindikasi melakukan tindak penyelewengan anggaran dana desa (ADD) selama menjabat.

Ditemui usai bertemu dengan pihak kejaksaan, Ketua BPD Bagik Payung Selatan, Muhammad Bahri mengaku sudah tidak dapat mentolerir lagi kasus tersebut. Ia menganggap masyarakat selama ini sudah banyak dibodohi oleh mantan Kades tersebut. “Sehingga pihak Kejari Selong harus menyelesaikan dugaan kasus ADD yang diselewengkan mantan kepala desanya,”pintanya.

Lanjutnya, banyak kejanggalan dalam kegiatan yang dilakukan oleh mantan kades tersebut selama periode jabatannya. Ia mencontohkan, pengadaan motor untuk kadus yang sejatinya sudah dianggarkan dari ADD nyatanya tak terealisasi meskipun uangnya sudah diambil dan masuk dalam laporan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Pembelian sepeda motor Kadus, uangnya sudah diambil, tapi fisiknya tidak ada sampai hari ini. Sehingga selesai masa jabatannya dianggarkan dari pejabat desa yang baru,” terang Bahri.

Selain itu, banyak kegiatan pembangunan di desa tersebut yang juga tidak dikerjakan meskipun dananya sudah dianggarkan. Bahri mencontohkan, pembuatan gapura di setiap gang yang nilainya mencapai Rp 15 juta/unit tapi tidak diselesaikan.

“Dari sisi kualitas yang seharusnya menggunakan batu bata nyatanya menggunakan batako sehingga kualitasnya kurang bagus. Lalu dikemanakan uang tersebut?,” kata dengan nada tanya.

Akibat adanya kejanggalan tersebut, BPD bersama masyarakat kemudian melakukan kroscek ke lapangan. Dari hasil kroscek tersebut, disimpulkan bahwa kerugian yang ditimbulkan akibat perbuatan mantan Kades tersebut mendekati Rp 2 M. “Kurang  dari Rp 25 juta dari Rp 2 M totalnya yang tidak jelas pertanggungjawaban,” jelasnya.

Tak sampai disitu, kelakuan mantan Kades tersebut kembali membuat masyarakat Desa Bagik Payung Selatan, geram. Pada akhir masa jabatannya, tanah pecatu yang sejatinya tidak diperjualbelikan nyatanya telah ia jual tanpa sepengetahuan masyarakat.

“Tanah pecatu itu kan dalam Perbupnya tidak boleh dijual dalam masa dua tahun. Nah! Pada akhir masa jabatannya, ia jual periode 2021-2025,” tandas Bahri.

Sementara itu, salah seorang perwakilan masyarakat Desa Bagik Payung Selatan yang langsung menemui Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Selong, Najamudin mengaku sudah bertemu dengan pihak Kejari Selong. Dari pertemuan tersebut Kejari Selong berjanji akan melakukan pemanggilan lagi terhadap AG.

“Waktu pemanggilan pertama AG mangkir. Untuk yang berikutnya minggu depan,” jelas Najamudin.

Najamudin yang mewakili masyarakat Desa Bagik Payung Selatan berharap, jika dalam pemanggilan berikutnya AG mangkir, ia berharap bisa diberikan kewenangan untuk melakukan pengawalan agar AG bisa hadir memenuhi panggilan Kejari Selong.

“Kami harap jika mangkir terus, kami diijinkan oleh Kejaksaan mendampingi yang bersangkutan agar kasus ini tidak jalan di tempat,” harapnya.

 

Sementara itu, mantan Kades Bagik Payung Selatan, AG mengatakan apa yang dilakukan Ketua BPD tersebut hanya semata-mata untuk memanfaatkan momen pemilihan kepala desa (Pilkades) saja. Ia mengaku tidak takut dengan tindakan yang dilakukan oleh ketua BPD tersebut. Selain itu ia juga merasa difitnah dalam hal ini.

“Apa yang dilakukan beliau-beliau itu hanya untuk memanfaatkan momen Pilkades saja. Saya takut salah berbicara. Saya merasa difitnah,” jelas AG pada Suara Rinjani saat dikonfirmasi via telepon, Jum’at (27/11).

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Husus (Pidsus) Kejari Selong, Wasita saat dikonfirmasi melalui WhatsApp untuk dimintai keterangan tidak menjawab pesan wartawan media ini. (wan)

H Mo-Novi Siap Tuntaskan Infrastruktur dalam Sumbawa Gemilang Berkeadaban

Sumbawa SR – Pada debat tahap ke dua pada Rabu (25/011) pasangan calon nomor 4, H mahmud Abdullah – Dewi Noviany (H Mo-Novi) siap menuntaskan persoalan infrastruktur yang ada di wilayah Kabupaten Sumbawa, jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa pada Pilkada 9 Desember mendatang.
“Fokus kami juga menuntaskan infrastruktur yang belum selesai dengan cara berkolaborasi pemerintah provinsi NTB,” tegas Novi dengan mantap.
Lanjutnya, kebutuhan akan infrastruktur sangat urgen bagi pembangunan dan perkembangan roda ekonomi. Sebab, jika infrastruktur tidak memadai akan banyak sektor yang akan terdampak.
“Oleh karena itu, selain peningkatan SDM, pemenuhan insfrastruktur menjadi perioritas kami dalam membawa Sumbawa Gemilang Berkeadaban,”pungkasnya.
Dalam setiap kampanyenya paslon H Mo – Novi, siap membawa Tana Samawa terwujudnya “Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban. “Tagline ini mengandung makna Sumbawa yang memiliki daya saing kuat, serta mampu berkompetisi baik di tingkat regional, nasional maupun internasional. Namun tetap memegang teguh agama dan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari sesuai falsafah Tau Samawa,” tegas Novy.
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany M.Pd yang akan bertarung pada Pilkada, 9 Desember 2020 mendatang memiliki misi-misi yang konkret. Salah satunya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. “Karna selamana ini, banyak kejahatan perempuan sebagai objek,” tegasnya.
Hal senada juga diucapkan Haji.Mo saat berkampanye di Lunyuk khususnya Sukajaya beberap waktu lalu, agar bisa meninjau keadaan kondisi jalan Sukajaya dan jembatan Sukajaya yang roboh. “InysaAllah akan kami tuntaskan harapan bapak dan ibu sekalian, itu janji kami,” tegas H Mo.
Dan diakui Haji Mo, selama menjadi Wakil Bupati Sumbawa memang tidak cukup banyak peran yang diberikan, namun jika dirinya dipercayakan oleh rakyat untuk memimpin Sumbawa lima tahun kedepan.
“Maka tentu sesuai visi dan misi paket Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban, akan terus berupaya untuk meningkatkan infrastruktur pembangunan jalan dan khususnya Jembatan Sukajaya ini,”janjinya.
Lanjutnya, juga ada anggota dewan semua ini yang akan bisa siap perjuangkan masyarakat Sumbawa khususnya Lunyuk, membantu agar mempercepat proses pembangunan infastruktur pembangunan jalan dan jembatan di Sukajaya ini. (bgs)

JMSI NTB Dilantik, Pemprov Beri Apresiasi
Lombok Utara SR – Pemerintah Provinsi NTB mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi NTB Periode 2020 – 2025.
Hal itu disampaikan  Kepala Biro Humas dan Protokol, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, yang hadir mewakili Gubernur NTB dalam kegiatan tersebut.
“Kami yakin kedepan, kemitraan kita akan semakin langgeng, akan semakin kuat dan akan semakin baik,” ucapnya saat membuka langsung giat di Hotel Medana Bay Marina, Tanjung, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu, (28/11).
Kepala Biro Humas dan Protokol yang kerap disapa Bang Najam, menjelaskan bahwa media pers berada pada pilar demokrasi sehingga, menjadi bagian penting dalam membantu bangsa memberitakan kabar-kabar baik kepada masyarakat.
Dari kegiatan itu, Bang Najam melihat tiga makna, yakni spektrum, jaringan dan berkesinambungan. “Spektrum itu sesuatu keadaan yang tidak terbatas pada suatu set harga atau kondisi tertentu, spektrum itu adalah sesuatu yang luas sekali. Maka kami pemerintah Provinsi ini ingin melihat JMSI ini sebagai sebuah spektrum yang berpadu prisma, menghasilkan pelangi,” tambahnya.
Pemerintah provinsi NTB, lanjut Bang Najam, sangat mendukung, mengapresiasi serta merasa bangga atas terbentuknya, JMSI terlebih di NTB. “Ini padahal baru saja dibentuk dan saya lihat disini teman-teman sangat luar biasa,” ujarnya.
Lebih jauh, Bang Najam menjelaskan bahwa Pemerintahan, baik itu kepala dinas, kepala bagian maupun kepala badan, baik yang berhubungan langsung dengan informasi, maupun yang tidak, sesungguhnya menunggu uluran tangan dari media pers untuk sama-sama bersinergi dalam membangun NTB.
“Kami ingin dikritik, namun kritik yang membangun Provinsi NTB, membangun Kabupaten Lombok Utara ini, membangun seluruh masyarakat kita ini, karena bagaimanapun juga tanpa kehadiran teman-teman, tidak ada penyampai pesan yang baik, karena teman-teman inilah yang bisa mendidik dan mencerahkan masyarakat NTB,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekjen PP JMSI, Mahmud Marhaba mengungkapkan jika JMSI sendiri merupakan organisasi yang tergolong baru namun begitu cepat kemajuannya. Bahkan, Pengurus Pusat JMSI baru saja dilantik beberapa waktu lalu secara langsung oleh Ketua MPR RI.
“Tentu ini tidak lepas dari dukungan semua daerah, termasuk pula Provinsi NTB dan juga tidak lepas dari dukungan pemerintah, baik itu provinsi maupun kabupaten/kota,” terangnya.
Selain itu, JMSI telah mendaftarkan diri sebagai Konstituen Dewan Pers Indonesia. Sehingga, Mahmud berharap JMSI segera akan menjadi perusahaan pers yang amanah dan tentunya profesional.
Mahmud juga turut menyampaikan bahwa NTB telah masuk ke dalam 10 provinsi yang diverifikasi dari 29 provinsi yang ada di Indonesia. Ia kemudian memberikan beberapa wejangan dan masukan bagi media pers dan juga pemerintah.
Salah satunya yakni menjaga kode etik dan profesionalitas. Hal ini disebutnya dapat dibuktikan apabila media tersebut telah terdaftar di Dewan Pers. Oleh sebab itu, media juga diminta agar dapat membuat informasi dan berita yang berimbang dan sama proporsinya.
“Ke depan mari kita membangun secara bersama-sama wibawa dan marwah pers, dan itu ada di pundak teman-teman semua,” ajaknya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Lombok Utara, yang dalam kesempatan ini diwakili Sekda Kabupaten Lombok Utara, H. Raden Nurjati, menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya pengurus daerah JMSI Provinsi NTB.
Selain itu, Raden juga menuturkan rasa terima kasih JMSI atas dipercayakannya Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sebagai lokasi pelaksanaan Rakerda I JMSI Provinsi NTB tersebut. Hal itu, tentu akan menjadi citra positif, terlebih dalam masa yang sulit seperti saat ini yakni Pandemi.
“Dengan acara ini akan membawa dampak yang positif bagi Kabupaten Lombok Utara, khususnya pada sektor pariwisata. Melalui pengurus daerah ini, kami memohon bekerjasama dengan baik, dalam kita memberikan pengertian yang baik kepada masyarakat kita,” ujarnya.[sr]

Jalankan Prokes Covid-19, 359 Mahasiswa IAIH NW Lotim Diwisuda

Lombok Timur SR – Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) NW Lotim, menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke 23 di halaman Masjid Mahad Darul Quran wal Hadits NW Anjani, Sabtu (28/11).

Pada wisuda ke 23 yang menerapkan protokol kesehatan covid-19 ini, sebanyak 359 orang diwidusa dari tiga fakultas yaitu Fakultas Tarbaiyah, Fakultas Syariah dan Fakultas Dakwah.

Dalam pidatonya, Rektor IAIH NW Lotim, Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainuddin Atsani, mengaku berbahagia atas terlaksananya wisuda ke 23 ini. Para mahasiswa dalam menempuh kuliah ada yang berhasil dengan predikat istimewa, ada yang lulus dengan baik dan ada juga lulus yang biasa-biasa. Tergantung dari mahasiswa itu sendiri dalam menempuh pendidikan.

“Tapi sesungguhnya, ilmu kita akan terlihat kalau anak-anak ku berada di tengah masyarakat. Yang paling penting adalah menjaga akhlak dan muruah pendiri IAIH NW yaitu Pahlawan Nasional Maulanassyaikh,” tegasnya.

Lanjutnya, kembali ke masyarakat adalah itulah kehidupan yang hakiki dan itulah sekolah yang sebenarnya. Oleh sebab itu, kita harus mampu  beradaptasi dengan lingkungan masing-masing. Berjuang dengan ikhlas dan tetap berpegang pada prinsip perjuangan yang telah digariskan pendiri NW yaitu yakin, ikhlas dan istiqomah.

” Saya perpesan kepada anak- anak ku, jagalah almamatermu dan tetap setia kepada perjuangan NW Islam Ahlussunah wal jamaah,”pungkasnya.

Kopertais Wilayah 14 UIN Mataram, yang diwakili Prof. Dr. Fakhrurrazi, MA, dalam orasi ilmiahnya dengan “SARJANA: Antara Gelar Muflihin dan Syarrun Jana dalam Perspektif Maulanassyaikh TGKH.M. Zainuddin Abdul Madjid al-Anfanany, al-Mashur,”

Ia m engawali orasinya dengan mengutip beberapa bait Wasiat Renungan Massa yang berkaitan dengan ilmu dan gelar. Salah satunya, “Jaga baiklah gelar ananda, Agar ananda jangan ternoda, Pergunakan teguh selama-lamanya, Untuk agama untuk negara (WRM. No. 187). Tuntutlah Ilmu sebanyak mungkin, Sampai mendapat gelar muflihin, Gelar dunia perlu dijalin, Dengan ajaran Rabbul alamin ( WRM. No. 185).

“Dalam bait-bait wasiat diatas, terlihat begitu agungnya pemikiran maulanasyaikh TGKH.M.Zainuddin Abdul Madjid dalam merespon zaman, di mana beliau menekankan untuk terus meningkatkan kualitas keilmuan, kapasitas keilmuan dan integritas keilmuan,”urainya.

Lanjut Sekjend. PBNW ini, pemikiran konstruktif Maulanassyaikh terlihat pada diksi kalimat yang digunakan, GELAR MUFLIHIN, sebuah gelar yang sangat konstruktif yang mengandung makna gelar dunia dan akhirat.

“Gelar kesarjanaan yang harus dimiliki oleh semua kita, gelar keberuntungan dan gelar yang menghadirkan kebaikan dan peradaban untuk semua orang,”ajaknya.

Dalam kesempatan itu, Prof Ojik, panggilan akrabnya, sebagai perwakilan Kopertais 14 UIN Mataram memberikan apresiasi atas terlaksanakanya wisuda ke 23 IAIH NW Lotim. Ia mengaku bahwa IAIH NW Lotim perguruan tinggi yang taat adminstrasi dan kelembagaan. Pihak Kopertais katanya, akan terus melakukan koordinasi baik administrasi mapun kelembagaan kepada perguruan tinggi swasta di wilayah Bali-Nusra.

“Kami berharap IAIH NW Lotim kedepan beralih status menjadi universitas. Kebetulan Kopertaisnya dekat, jadi, tidak ada yang sulit selama kita kerja keras, ikhlas, dan tuntas,”katanya.

Pada wisuda tersebut dihadiri Ketua Yayasan Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani Ummna Hj St Raihanun Zainuddin Abdul Madjid yang berkenan mewisuda  wisudawan terbaik. (sr)

 

SARJANA: ANTARA GELAR MUFLIHIN DAN SYARRUN JÂNA DALAM PERSPEKTIF MAULANASSYAIKH TGKH.MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID

OLEH:  PROF.DR.H. FAHRURROZI DAHLAN,.QH,. SS,. MA.

{Guru Besar UIN Mataram-Sekjend PB NW)

ORASI ILMIAH WISUDA SARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM HAMZANWADI NW

LOMBOK TIMUR XXIII- Sabtu, 13 Rabiul Akhir 1442 H/ 28 November 2020 M.

Untuk mengelaborasi tema tersebut, saya mengutip Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru, Karya Agung Maulanassyaikh TGKH. Zainuddin Abdul Madjid, sebagai tafaullan wa tabarrukan sekaligus sebagai landasan normatif- teoritis dalam mengkaji tema tersebut;

Tuntutlah Ilmu sebanyak mungkin

Sampai mendapat gelar muflihin

Gelar dunia perlu dijalin

Dengan ajaran Rabbul alamin ( WRM. No. 185)

Jaga baiklah gelar ananda

Agar ananda jangan ternoda

Pergunakan teguh selama-lamanya

Untuk agama untuk negara (WRM. No. 187)

Tuntutlah Ilmu sepuas-puas

Dari yang rendah sampai Fakultas

Jangan sekali lengah dan malas

‘Menjemur sementara hari panas’  (WRM. Tambahan.No. 3)

Kami asyik menanam dana

Karena mengharap dapat sarjana

Tapi akhirnya Syarrun Jâna

‘Peres Batu Nde’ Ara’ Ai’na. (WRM.T. No. 69)

Jangan sekali ‘nakku berkata

Kami mendengar, tapi durhaka

Mesti berkata selama-lama

“Kami Mendengar Kami Setia. (WRM.T. 82)

Berdasarkan wasiat Renungan Masa di atas, dapat kita petik lima Tipologi pemikiran gemilang, cemerlang Maulassyaikh TGKH. M.Zainuddin Abdul Madjid.

Pertama: Pemikiran Konstruktif

Terlihat begitu agungnya pemikiran maulanasyaikh TGKH.M.Zainuddin Abdul Madjid dalam merespon zaman, di mana beliau menekankan untuk terus meningkatkan KUALITAS KEILMUAN, Kapasitas Keilmuan dan Integritas keilmuan.

Ungkapan Maulanassyaikh “Tuntutlah Ilmu sebanyak mungkin- Sampai mendapat gelar muflihin.  Sebuah statement konstruktif tentang keilmuan harus diraih melalui proses pembelajaran dan pembiasaan.

Pemikiran Konstruktif Maulanassyaikh terlihat pada diksi kalimat yang digunakan, GELAR MUFLIHIN, sebuah gelar yang sangat konstruktif yang mengandung makna gelar dunia dan akhirat. Gelar kesarjanaan yang harus dimiliki oleh semua kita, gelar keberuntungan dan gelar yang menghadirkan kebaikan dan peradaban untuk semua orang. (Qod aflahal mu’munun- (al-ayah). Qod aflaha man tazakka wa zakarasma rabbihi fa shalla. (Al-Ayah)

Apalagi Maulanassyaikh menegaskan bahwa Gelar dunia perlu dijalin, Dengan ajaran Rabbul alamin ( WRM. No. 185) sebuah gagasan integrasi keilmuan antara ilmu agama dengan gelar muflihunnya dan gelar dunia dengan Sain dan teknologinya menyatu dalam ridha dan ajaran Ilahi Rabbil alamin. Maulanassyaikh meletakkan konsep keilmuan yang integratif yang tidak ada dikotomi ilmu yang ada adalah interkoneksi-integrasi ilmu agama dengan ilmu umum. Di sinilah letak pemikiran konstruktif Maulanassyaikh TGKH.M.Zainuddin Abdul Madjid.

Para Wisudawan Wisudawati harus memahami pemikiran maulanassyaikh ini agar gelar yang disandangnya saat ini termasuk dalam gelar muflihin, manakala gelar yang disandangnya tidak membawa kebermanfaatan untuk dirinya, keluarganya, masyarakatnya, terlebih tak ada kebermanfaatannya untuk perjuangan organisasi maka tentu gelar yang tersandang tak masuk dalam kategori gelar al-Muflihin.

Kedua: Pemikiran Progresif.

Pemikiran kemajuan Maulanassyaikh yang melampui zona waktu dan tempat dengan arif memberikan nuansa progresivitas kepada murid-murid, abituren, santri nahdlaty, pecinta dan kaum muslimin-muslimat secara kolektif dan universalitas.

Coba renungi ungkapan filosofis Maulanassyaikh, Jaga baiklah gelar ananda, Agar ananda jangan ternoda, Pergunakan teguh selama-lamanya, Untuk agama untuk negara (WRM. No. 187).

Ada tiga kata kunci pemikiran progresif Maulanassyaikh dalam bait ini, pertama: Komitmen menjaga almamater keilmuan dan kelulusan. Seoalah- olah Maulanassyaikh ingin mengatakan, Jagalah al-mamater tempat ada menimba ilmu, dengan terus menjaga reputasi keilmuan dan kapasitas keilmuan yang melekat pada gelar kesarjanaan anda!

Para wisudawan-wisudawati yang telah menyandang gelar sarjana hari ini harus mampu menjaga integritas dan kualitas keilmuannya agar gelar yang disandangnya dapat berguna dan bermanfaat di tengah- tengah masyarakat. Dan di sinilah letak progresivitas sang sarjana untuk tetap komitmen menjaga integritas keilmuan yang melekat di gelar kesarjanaannya. Kedua; Peneguhan identitas kesarjanaan dalam wujud amal bakti keilmuan yang diterapakan dalam berbagai disiplin keilmuan. Tak berkah ilmu para sarjana yang telah menyandang gelar jika tidak pergunakan teguh selamanya, tak gampang goyah dengan rayuan dan lebaynya dunia, dan tak terkontaminasi dengan hegemoni dunia yang mengglobal dan virtual. Dahsyat pemikiran al-Maghfurlah Maulanassyaikh ini, sangat responsif dengan realitas zaman yang mengitari penghuninya. Termasuk kita warga besar Nahdlatul Wathan di mana saja berada. Ketiga; Perkhidmatan dan dedikasi totalitas kepada agama, nusa, dan bangsa. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mengacu pada ranah epistemologis, ontologis dan aksiologis, yang secara aksiologis ilmu itu kebermanfaatannya terlihat dalam upaya meraih kemajuan agama, nusa, dan bangsa. Sungguh luar biasa pemikiran progresif Maulanassyaikh Maha Guru kita semua, sang Pahlawan Nasional yang telah diapresiasi tinggi oleh negara atas pemikiran, gerakan, dan perkhidmatan beliau terhadap agama, nusa,  dan bangsa.

Ketiga: Pemikiran Motivatif – Inovatif

Ada ungkapan Nabi Muhammad Saw. Shinfâni lâ Yasba’âny: Thâlibu Ilmin wa Thâlibu mâlin. Dua golongan yang tak akan pernah puas, sang penuntut ilmu dan sang pemburu harta benda.

Coba kita cermati ungkapan Motivasi dan inovasi sang Maulanassyaikh, Tuntutlah Ilmu sepuas-puas, Dari yang rendah sampai Fakultas, Jangan sekali lengah dan malas, ‘Menjemur sementara hari panas’  (WRM. Tambahan.No. 3)

Ungkapan inspiratif – motivasi Maulanassyaikh dalam bait di atas dapat dijabarkan dalam tiga konsep utama: Pertama, membangkitkan semangat untuk meraih keilmuan. Kedua, Membangkitkan semangat untuk menjalani proses keilmuan. Ketiga, membangkitkan semangat optimisme dalam menggapai asa dan cita-cita.

Terlihat kecemerlangan Maulanassyaikh TGKH.M.Zainuddin Abdul Madjid dalam menumbuhkan semangat perjuangan para santri nahdhaty dalam menumpuh dan meraih segala bentuk cita-cita luhurnya. Di sini terbukti Maha Guru kita sebagai sang motivator ulung yang tak pernah berhenti memompa semangat juang para kader pejuang agama, nusa, dan bangsa.

Para sarjana IAIH NW Lombok Timur harus terus semangat dalam meraih cita-cita luhur yang tak kenal puas. Raihlah gelar kesarjanaan itu sampai sepuas-puasnya, SI-S2-S3, Profesor dan seterusnya dalam berbagai disiplin ilmu.

Keempat: Pemikiran Preventif

Setiap manusia pada dasarnya memiliki kecenderungan ke arah positif dan negatif, (Faalhamahâ fujûrahâ wa taqwâhâ). Upaya kearah yang negatif, maulanassyaikh membangun sebuah konsep preventif, menjaga, menfilter, memelihara, melindungi, para ilmuan- Sarjana  Nahdlatul Wathan untuk terus menginsafi diri dari mana dia berangkat, dari mana dia keluar menjadi sarjana, dengan demikian para sarjana Nahdlatul Wathan pasti memposisikan diri sebagai sarajana- surujan  pelita, penerang dalam kegelapan kebodohan dan kejahilan.

Maulanassyaikh mengungkapkan agar kita semua menjadi sarjana yang memberi kebermanfaatan untuk orang lain, dimana Maulanassyaikh telah bersusah payah membeasiswakan santri-santri terbaik beliau untuk kuliah di Malang, Jogja, Surabaya, Jakarta bahkan ke luar negeri, dengan harapan ke depan menjadi sarjana yang mampu menerapkan ilmu pengetahuannya setelah menyelesaikan kuliahnya di fakultas yang dipilihnya. Upaya preventif Maulanassyaikh adalah jangan sampai para sarjana yang menyandang gelar itu dengan gelar SYARRUN JANA, bergelar sarjana namun ilmunya dipakai melawan gurunya, melawan orang tuanya, melawan agamanya, melawan bangsa dan negaranya, maka dengan demikian dia bukan sebagai sarjana namun syarrun – kejahatan, kejelekan, kehinaan. JANA, yang nyata, yang jahat seperti syaitan dan jin.

Kalau sarrun jana itu tentu tak akan ada faidahnya dan tak akan ada kemanfaatannya di tengah-tengan masyarakat yang tak ubahnya memeras batu yang tak mungkin ada air yang keluar dari perasan batu itu. Dan itu metaforis sang Maulanassyaikh atas ketidak bermanfaatan bahkan kemudharatan bagi sarjana yang jelek perangai, karakter dan wataknya. Inilah makna dari ungkapan maulanssyaikh,  ”Kami asyik menanam dana, Karena mengharap dapat sarjana,Tapi akhirnya Syarrun Jâna, ‘Peres Batu Nde’ Ara’ Ai’na. (WRM.T. No. 69)

Kelima: Pemikiran Transformatif- Implementatif.

Perhatikan ungkapan transformatif-implementatif Maulanssyaikh, Jangan sekali ‘nakku berkata, Kami mendengar tapi durhaka, Mesti berkata selama-lama, “Kami Mendengar Kami Setia. (WRM.T. 82).

Pemikiran transformatif  Maulanassyaikh dalam bait di atas terlihat pada tiga kata kunci utama; Pertama: Ungkapan Komitmen. Seorang sarjana yang sudah berbaiat dan bersumpah untuk setia dan sedia dalam satu rel komando perjuangan. Komitmen utama sang sarjana dan sang santri nahdhaty itu adalah komitmen kesetiaan dalam menjalankan instruksi dan perintah pimpinan organisasi. Maulanassyaikh memberikan bimbingan strategis agar tidak hanya berkata setia, sami’na, namun tak setia dan tidak mencerminkan kesetiaan yang diungkapkan secara verbal dan kata-kata.

Kedua: Ungkapan loyalitas, Sang sarjana, sang santri nahdhaty harus memiliki semangat yang loyalis, taat-bakti-taat atas segala khittah dan perintah perjuangan.

Sekecil apapun jika itu perintah maka harus diimplementatifkan, dikerjakan dan dituntaskan, guna melahirkan kader-kader yang loyalis yang sâmian wa thôian dalam menjalankan perintah agama, nusa dan bangsa terlebih-lebih terhadap organisasi NW tercinta.  Ketiga: Ungkapan Transformativitas. Perubahan akan terjadi jika semua elemen dalam satu visi, misi perjuangan. Konsep sami’na wa atho’na atau kami mendengar dan kami setia adalah sebuah konsep transformatif yang dapat melahirkan peradaban baru bahkan keberkahan yang tak terhingga. SARJANA yang intelektualis adalah sarjana yang mampu menggabungkan dua entitas dan identitas sebagai kader NW yang loyalis dan dedikatif. Dengan konsep itu akan melahirkan perubahan yang dahsyat dalam segala aspek, jika semua kita selalu dalam komitmen sami’na wa atho’na kepada pimpinan organisasi NW kita.

Di sinilah distingsi yang jelas antara SARJANA dengan SYARRUN JANA yang tertuang dalam lima konsep pemikiran sang Maulana yang patut kita cermati,hayati dan amalkan dalam segala dimensi kehidupan. Semoga kita dapat mengamalkannya dan selamat kepada seluruh wisudawan-wisudawati atas raihan gelar akademik yang telah disandangnya. Semoga menjadi sarjana yan selalu menjadi pelita-penerang dalam kegelapan kebodohan dan kemiskinan bukan menjadi syarrun jana yang selalu berbuat kejahatan dan keburukan yang nyata maupun yang tersembunyi sehingga tak ada yang akan menghargai karena ketidaksesuaian gelar keilmuannya dengan perbuatan, tindak tanduknya di tengah pergumulan sosial kemasyarakatannya.

Semoga berkah dan bermanfaat.

 

 

 

Gabungan LSM Sumbawa Deklarasi Pilkada Damai Digelar

Sumbawa Besar SR- Dalam menciptakan kondisifitas di pemilu pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada Rabu 9 Desember mendatang, gabungan Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat, menggelar deklarasi pilkada damai, di Lesehan Sering Rabu (25/11). (lebih…)

Di Hari Guru Nasional, Bupati Launching Lotim Cerdas

Lombok Timur SR –  Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmy, me-launching program “Lombok Timur Cerdas”, sekaligus penyerahan insentif kepada guru non-sertifikasi tingkat SMP se-Lombok Timur, Rabu (25/11). Acara tersebut dihadiri pula kepala sekolah penerima insentif. (lebih…)

Wabup : Pondok Pesantren Harus Jadi Garda Terdepan Tangkal Radikalisme

Lombok Timur SR – Musayawarah Daerah (Musda) Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKSPP) kabupaten Lombok Timur yang berlangsung 21 Oktober lalu berhasil memilih ketua dan pengurus untuk periode 2020-2025. Para pengurus tersebut dikukuhkan di Ballroom kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (25/11).

Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi Sj hadir pada kesempatan tersebut bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok dan Pimpinan FKSPP Provinsi NTB. (lebih…)

Tingkatkan Kompetensi Wartawan, PWI Lotim akan Gelar UKW

Lombok Timur SR – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lombok Timur, dalam waktu dekat akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) khusus tingkat Muda, yang direncanakan akan dilaksankan sekitar tanggal 11-13 Desember 2020 di Hotel Green Orry Tete Batu Selatan Kecamatan Sikur.
“Saat ini kami tengah melakukan sosialisasi dan verifikasi kepada calon peserta UKW khusus wartawan yang bertugas di Lombok Timur,” kata Ketua UKW PWI Lotim, Hasanah Efendi, melalui siaran persnya, Rabu (25/11).
Lanjutnya, kegiatan UKW ini sangat penting bagi wartawan, karena kedepnnya, Dewan Pers akan menerapkan aturan dimana yang boleh melakukan peliputan dan wawancara adalah wartawan yang lulus UKW, sehingga dasar inilah PWI Lombok Timur terpanggil untuk melaksanakan UKW ini. (lebih…)