DPU KSB Prioritaskan Infrastruktur Jalan ke Daerah Terisolir

DPU KSB Prioritaskan Infrastruktur Jalan ke Daerah Terisolir

Sumbawa Barat,SR — Pada tahun 2018 ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sumbawa Barat akan memprioritas infrastruktur jalan ke daerah terisolir. Setidaknya, ada lima infrastruktur strategis daerah terisolir di bangun 2018 ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sumbawa Barat,  Amar Nurmansyah saat ditemui awak media mengatakan  bahwa di tahun 2018 ini kita akan alokasikan untuk Infrstruktur melalui Dana Alokasi Khusus. “Kita pastikan akses daerah terisolir akan selesai tahun ini,” kata Amar Nurmansyah, di rung kerjanya, belum lama ini.
Adapun ke lima ruas akses jalan yang dibangun tadi antara lain, ruas jalan Hijrah Mataiyang sepanjang 6,495 kilometer. Selanjutnya ruas jalan Bangkat Munteh Rarak Runges sepanjang 9,850 kilometer. Selanjutnya, ruas jalan Kejawat Salit dengan panjang, 5,460 kilometer, ruas jalan Moteng A Bangkat Monteh sepanjang 2,230 kilometer serta ruas jalan Maluk Otak Keris sepanjang 2,080 kilometer.
Sebelumnya, DPU setempat memperkuat penambahan komposisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan APBD Provinsi NTB tahun 2018 ini. DPU menunjukkan realisasi signifikan dalam mendukung percepatan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Sumbawa Barat.
Bahkan Kabupaten Sumbawa Barat, sejak tahun 2016 hingga 2018 ini  nyaris tembus Rp 1 trilliun alokasi APBN di kucurkan untuk pembangunan infrastruktur bidang ke PU an. Terutama Bina Marga, sesuai bidang yang fokus mengurus pembangunan jalan dan jembatan.
“Total panjang jalan yang sudah kita bangun hingga 2017 tercatat 339 kilometer. Dana infrastruktur jalan itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD,” ujar Amar.
PU mencatat APBN DAK menyumbang Rp 88.907.750 Miliar untuk pembangunan jalan. Selanjutnya APBD Sumbawa Barat tembus mengalokasikan hingga Rp 296.718.664 Miliar atau 29,96 persen dari total APBD sejak tahun 2016. Tidak hanya itu, tercatat pula, hingga tahun 2017 seluruh  wilayah Sumbawa Barat dinyatakan telah terkoneksi akses infrastruktur jalan tadi.
Amar juga melaporkan khusus tahun 2017,  PU setempat telah merealisasikan pembangunan jalan sepanjang 45,991 kilometer. Ruas jalan itu menyasar jalan kabupaten yang menginterkoneksikan daerah sulit di KSB, sebut saja, Rarak Runges, Mataiyang, Mantar dan lingkar Kertasari.
Dari jumlah alokasi tahun 2017 terdapat kenaikan persentase anggaran hingga 13,579 persen dari tahun sebelumnya. Namun PU melaporkan,  kondisi jalan berstatus rusak berat kini tinggal 116, 418 kilometer.
“Untuk tahun 2017 saja target mantap kondisi jalan kita mencapai 60,06 persen. Sehingga di tahun 2022 seluruh sisa jalan rusak berat di KSB di targetkan tuntas 100 persen mantap,” ujarnya.
Sementara itu yang menarik, APBD NTB kini menunjukkan pehatian besar terhadap alokasi bantuan pembangunan infrastruktur jalan di KSB. Tahun 2017 lalu, Pemprov tidak tanggung tanggung, mengalokasikan Rp 50 Miliar sekaligus untuk pembangunan jalan, TG.KH.Zainuddin Abdul Majid, Pahlawan Nasional asal NTB. Sebelumnya, Pemprov juga mengalokasikan nyaris Rp 100 Miliar untuk menata jalan Baypass pintu masuk Sumbawa Barat di Poto Tano.
Kondisi ini tentu saja menjadi sejarah baru bagi Sumbawa Barat dimana sebelumnya perhatian pemprov terhadap KSB sangat kecil. “Khusus, Jalan TG.KH. Zanuddin Abdul Majid, dibangun mulai dari simpang Grand Royal Hotel Taliwang hingga jalan lintas Telaga Baru,” pungkasnya.(lal)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or