Bupati Buka Bintek Peningkatan Kapasitas Agen PDPGR

Bupati Buka Bintek Peningkatan Kapasitas Agen PDPGR

Sumbawa Barat, SR — Bupati Sumbawa Barat Dr.Ir.H.W.Musyafirin MM Bka langsung acara Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) se KSB yang berlangsung di Aula Setda KSB Rabu (05/04/2018) lalu.

Hadir pada acara tersbut Dandim 1607 Sumbawa, Kajari Sumbawa, Kabag Ops Polres Sumbawa Barat, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan,Kepala OPD Dan segenap Kepala Bagian Lingkup Setda KSB.

Bupati dalam sambutannya meminta kepada semua Agen PDPGR agar bisa menjaga kekompakan sesama agen. Kekompakan agen harus terus dibangun dan dijaga. Seandainya ditempat lain mengatakan tidak mungkin, namun di KSB harus mungkin.  ‘’Saya berharap Agen PDPGR agar tetap mempertahankan kekompakan ini. Jika kekompakan ini terus dibangun, maka Dandim pun akan takut,” canda Bupati.

Bupati menegaskan tugas dari pemerintah dan Agen bukan hanya membangun fisik seperti Jamban,rumah dan lainnya.Namun yang paling penting adalah membangun sikap,metal atau yang menjadi karakter masyarakat KSB, YAKNI BERMENTAL ikhlas,Jujur dan Sungguh sungguh. ‘’Kita libatkan semua pihak, pejabat, aparatur sipil negara, masyarakat, tokoh masyarakat tokoh agama, ulama untuk mendapatkan karakter rakyat KSB yang ikhlas, berkarakter jujur dan berkarakter sungguh sungguh,” pungkas  Bupati.

Bupati juga berharap kepada pemangku kepentingan, mulai dari kepala desa/lurah, camat, Babbinsa dan Bhambinkamtibmas untuk memanfaatkan Agen PDPGR. Jangan sampai kepala dinas ketika melaksanakan suatu kegiatan yang sebenarnya membutuhkan Agen PDPGR, malah kemudian memandang sebelah mata. Semua harus bersinergi, Agen PDPGR bukanlah pesaing.

‘’Saya berharap manfaatkan Agen PDPGR. Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dinas, Kepala Desa/Lurah akan sangat terbantu jika agen PDPGR bisa dimanfaatkan dengan baik. Contohi Kecamatan Maluk, Camat, Kepala Desa dan Agen PDPGR sinergitasnya sangat baik. Kecamatan, Desa lain silahkan studi banding ke Maluk,” ungkap Bupati.

Ke depan, Agen PDPGR harus lebih membuka mata dan telinga di tengah masyarakat. Bukan berarti Agen  menjadi intel. Namun karena tanggung jawab memenuhi hak rakyat, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban KSB.

Apapun yang ditemukan, masalah narkoba, masalah asusila dan lainnya segera laporkan ke Kepolisian. Agen harus mengontrol warga di wilayah kerjanya. Jika ada Agen tidak mengetahui warganya yang kelaparan, yang sakit dan belum diobati, juga warga yang belum mendapatkan hak-hak dasar  lainnya, maka yang berdosa Agen PDPGR.

“Jika diketahui dan sudah dilaporkanke Bupati, tetapi bupati tidak menindaklanjuti, maka itu adalah dosa Bupati. Kepekaan harus ditanamkan sehingga benar-benar ditunggu masyarakat,”tandasnya.

Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Drs. Mulyadi, M.Si dalam laporannya menyampaikan,  keberhasilan pembangunan di KSB dengan melibatkan Agen PDPGR telah tampak. Pada Tahun 2016 lalu suah dilakukan seperti merehab rumah tidak layak huni sebanyak 1.024 unit, membangun jamban hingga KSB menjadi kabupaten satu-satunya di luar pulau jawa yang ODF/Open Defecation Free. Di tahun 2017, menyalurkan dan bantuan Bariri Tani kepada 6.855 penerima.

Sementara Bariri Ternak diberikan kepada 1.420 penerima. Bariri nelayan disalurkan kepada 1.276 nelayang tangkap, 120 nelayan budidaya dan 150 pengelola hasil. Merehab 1.391 rumah. ‘’Insya Allah tahun 2018 akan dilanjutkan. Kendala-kendala akan terus dibenahi seperti kurangnya kapasitas, karenanya Bimtek ini diberikan,” terangnya.

Ke depan, Agen PDPGR juga akan dievaluasi tingkat kehadirannya di setiap malam Jum’at pada Forum Yasinan. Mekanismenya adalah dengan absensi sidik jari. Hari ini, Agen PDPGR melakukan perekaman.

“Konsekuensinya adalah, jika Agen PDPGR tidak hadir pada Forum Yasinan, maka insentifnya dipotong dan dimasukkanke kas daerah. Para Agen PDPGR pun dengan semangat berteriak menyatakan siap melaksanakan mekanisme ini,”pungkasnya .(lal/hum)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or