Mosi Tak Percaya, Guru dan Staf SMPN 2 Janapria Minta Kaseknya Mundur

Mosi Tak Percaya, Guru dan Staf SMPN 2 Janapria Minta Kaseknya Mundur

Lombok Tengah SR- Kepala SMPN 2 Janapria Kecamatan Janapria Lombok Tengah (Loteng), mulai di goyang oleh guru dan staf setempat. Pasalnya mereka menilai, kepala sekolah tidak peduli terhadap sekolah, sehingga banyak pekerjaan yang semestinya dikerjakan, itu terabaikan.

Memuncaknya kemelut tersebut, sehingga membuat Kepala Bidang (Kabid) SMP pada Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng, harus turun tangan untuk melakukan mediasi. Kepada Suara Rinjani melalui pesan WhatsApp Kabid SMP H. Jumadi membenarkan, kalau dirinya sudah turun ke SMPN 2 Janapria Loteng. “Ia dik, barusan saya ke SMPN 2 Janapria,” katanya, Rabu (12/02).

Kunjungannya ke SMPN 2 Janapria, untuk melakukan mediasi atas kisruh yang selama ini terjadi di sekolah tersebut. Dimana dalam perjalanan mediasi tersebut, sejumlah guru mengutarakan atau melaporkan kinerja kepala sekolah hingga mereka banyak yang meminta untuk mundur.“Mereka malah banyak yang minta agar kaseknya diganti, sebab mereka katanya sudah muak dan kurang perhatian ke sekolah,” ungkapnya.

Kendati demikian lanjutnya, sebenarnya persoalan tersebut timbul disebabkan kurangnya komunikasi antara kepala sekolah dengan jajarannya, dan itu perlu diluruskan oleh kepala sekolah.

Terpisah Kepala SMPN 2 Janapria, via ponsel mengaku tidak takut diberhentikan sebagai kepala sekolah, asalkan dirinya tidak dipecat sebagai tenaga pendidik atau guru.“Keluhan guru dan staf saya terima, dan saya tidak takut untuk dipecat. Asalkan jangan dipecat sebagai guru,” katanya berapi api.

Oleh karena itu, pihaknya menyikapi persoalan tersebut dengan santai. Kenapa demikian lanjutnya, selama ini pihaknya merasa sudah melaksanakan tugas dengan baik, sehingga pihaknya tidak tahu apa yang membuat guru dan stap kurang senang dan persoalan tersebut, tidak ia masukkan dalam pikirannya.“Kecuali saya sudah makan uang atau korupsi, sehingga itu merusak nama sekolah baru saya takut,” paparnya.

Diakuinya, saat ini pihaknya sedang disibuk kan membuat laporan pelatihan calon kasek selama tiga bulan kedepan. Segala yang bersangkutan dengan tugasnya tersebut, pihaknya sudah sampaikan ke guru dan stap, artinya ketika dirinya tidak masuk, agar itu bisa dimaklumi. (ap)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or