PWI Lotim Deklarasikan Tolak Hoax

PWI Lotim Deklarasikan Tolak Hoax

Lombok Timur, SR – Dengan semakin canggihnya teknologi sekarang ini, bukan hanya berdampak positif, namun juga ada yang berimbas  negatif  bagi kehidupan bermasyarakat. Tidak sedikit orang mendapat kerugian dan bahkan harus berurusan dengan hukum hanya gara-gara informasi yang bohong (hoax). Melihat penomena ini,  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Lombok Timur mendeklarasikan menolak berita hoax. Deklarasi tersebut dipimpin Ketua PWI Lombok Timur, Dimyati di Kantor Bupati, Senin (12/3).
Dimyati mengatakan, deklarasi ini sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai insan pers yang menjadi salah satu pilar pembangunan di republik ini.
“Apa yang kami lakukan saat ini sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap keutuhan NKRI dari berbagai berita yang sifatnya memecah belah masyarakat,” tegas Dimyati.
Lanjutnya, ia tidak menampik maraknya berita hoax yang menyebar di tengah-tengah masyarakat, yang sangat ,merugikan para pembaca dan sering menjadi acuan untuk bertindak. Begitu juga mengenai isu sara, ujaran kebencian yang sangat meresahkan masyarakat.
Karenanya, menurut Dimyati, tugas media untuk menangkis dan memberikan berita yang benar kepada masyarakat untuk melawan berita hoax tersebut. Terlebih lagi menjelang Pilkada, Pileg dan Pilpres ini banyak orang yang memanfaatkan situasi tersebut.
“Kami mendukung penuh upaya dari aparat penegak hukum khususnya Polri untuk menindak tegas pelaku penyebaran berita bohong tersebut,” jelas Dimyati.
Samsul Rijal, salah seorang wartawan di Lombok Timur, mengungkapkan bahwa berita hoax ini cukup membuat kalangan jurnalis resah, karena itu bisa berdampak pada turunnya kepercayaan masyarakat terhadap kerja jurnalis yang sebenarnya, padahal kerja seorang wartawan itu punya aturan sesuai dengan UU nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers dan juga ada aturan main jurnalis sesuai dengan kode etik jurnalis.
“Ini mengancam keberadaan jurnalis, jika tidak dihentikan,”tandas Rijal.
Kepada para pewarta, harus juga berhati-hati menulis sebuah informasi. Jangan hanya katanya lalu kita tulis begitu saja, tanpa kita melakukan kroscek atas kebenaran info yang kita terima.
“Kepada kawan-kawan wartawan mari bersama untuk tolak berita hoax ini dengan menulis info secara akurat dan terpercaya sumbernya, sebab kalau datanya tidak akurat akan berdampak di tengah masyarakat,”tegas wartawan pemegang sertifikat jurnalis dari Dewan Pers ini.
Kapolres Lombok Timur, AKBP M Eka F kepada Suara Rinjani, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi tentang bahayanya berita bohong di tengah masyarakat.
“ Nantinya kalau kita sudah sosialisasi, lalu kita temukan pelanggaran, maka kami akan melakukan proses penegakan hokum,”katanya singkat  (fen)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or