Lotim Deklarasikan Stop Perkawinan Anak

Lotim Deklarasikan Stop Perkawinan Anak

Lombok Timur SR –Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra  (LPSDM), MAMPU BaKTI bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lombok Timur menyelenggarakan Deklarasi “Stop Perkawinan Anak” dalam rangka Peringatan Hari Perempuan Internasional. Acara tersebut berlangsung di Lapangan Tugu Selong dengan mengambil tema “ Penghapusan Pernikahan Usia Anak”, Sabtu (10/3).

Pjs. Bupati Lombok Timur,  H. Ahsanul Halik, S. Sos, MH hadir menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara Peringatan Hari Perempuan Internasional menyambut baik kegiatan Stop Perkawinan Anak  ini,  karena angka penyumbang kemiskinan itu sendiri salah satunya akibat pernikahan usia anak, perlindungan anak dari perkawinan usia anak  merupakan tugas kita bersama.
“Kepada tokoh agama suapaya tidak mendukung perkawinan usia anak, ketika anak-anak menikah di usia muda akan banyak menimbulkan persoalan, salah satunya putus sekolah dan meningkatkan kemiskinan,”ujarnya.
Ahsanul berharap perempuan-perempuan Lombok Timur harus bangkit untuk melawan pernikahan anak, karena perempuan berkewajiban untuk mengingatkan sesama perempuannya dan perempuan harus bangkit melawan ketertindasannya sendiri.
“Prilaku yang baik merupakan cara untuk menghindar dari perkawinan usia anak, ” ungkap Ahsanul.
Lombok Timur lanjut Pjs Bupati, banyak mencetak orang-orang hebat dan banyak pula memiliki persoalan-persoalan. Kepada seluruh stakecholder yang ada di Kabupaten Lombok Timur saling bahu membahu untuk memerangi perkawinan usia anak.
“Saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kegiatan ini dan akan menjadi tonggak kebangkitan kita untuk bagaimana mengamankan anak-anak dan bagaimana mengurangi angka pernikahan usia anak, ini merupakan tugas kita bersama,”pungkas Ahsanul diakhir sambutannya.
Sebelumnya, Ririn Hayudiani, selaku Ketua Panitia menyampaikan Hari Perempuan Internasional diperingati sebagai tonggak gerakan perempuan yang peduli pada kondisi persoalan perempuan di Lombok Timur.
Ririn juga menjelaskan bahwa perkawinan anak merupakan masalah serius karena Indonesia menduduki peringkat ketujuh tertinggi di dunia.
“Perkawinan anak akan berdampak pada kegagalan Indonesia di  bidang pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan dan penurunan ketimpangan serta menghambat dalam percepatan pencapaian SDGs 2030 dan Masa Depan Emas 2045.
Lanjutnya, peringatan Hari Perempuan Internasional merupakan kesempatan untuk mempromosikan dan mengadvokasikan bahwa perkawinan anak menyebabkan perempuan putus sekolah dan menjadi resiko kegagalan program wajib belajar 12 tahun dan alat reproduksi yang mengakibatkan kematian ibu yang tinggi.
Pada kesempatan itu juga, Pjs. Bupati Lombok Timur menyerahkan buku yang berjudul “ Nak…!! Jangan Nikah Muda” Karya Ahsanul Khalik yang diterima oleh panitia penyelengara.
Pjs. Bupati beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan, Kepala DP3AKB, Pejabat Polres Lombok Timur dan  perwakilan dari Ormas Wanita Kabupaten Lombok Timur membacakan Deklarasi “Stop Perkawinan Anak”.
Usai acara pembukaan, dilanjutkan Talkshow dengan tema : “Penghapusan pernikahan usia anak”. Kegiatan dirangkaikan pula dengan Bazar Produk UMKM dan senam sehat. (fen)

 

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or