Kembangkan Produk Unggulan Melalui Lembaga BUMDes

Kembangkan Produk Unggulan Melalui Lembaga BUMDes

Lombok Timur, SR  –  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kini menjadi bagian penting dalam menumbuh-kembangkan perekonomian pedesaan. Lebih-lebih oleh Kemendes RI telah memberikan sinyal dan suport serta bantuan kepada Daerah Lombok Timur (Lotim) berupa sarana-prasarana dalam menggerakkan BUMDes.

Banyak produk unggulan di wilayah pedesaan yang  potensial, bahkan menjadi tumpuan harapan perekonomian masyarakat. Namun demikian, belum banyak mendapat sentuhan (dalam hal ini lembaga ekonomi milik Desa), sehingga potensinya  tidak seperti yang diharapkan.

“Itu yang menjadi focus perhatian kita saat ini dan ke depan,” cetus Nunuk Susiningtiyas, S.IP., Kasi Pengembangan Potensi Ekonomi dan PAD Bidang PKKD (Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Desa) Dinas PMD Lotim, Senin 2/4/18 lalu. Menurutnya,  yang dilakukan oleh Pemdes adalah meningkatkan peran dari Bumdes dengan menambah unit kerjanya dari yang hanya berupa SP (Simpan Pinjam) dan Pamdes saja namun dikembangkan lagi dengan unit yang lain.

“Kita mendorong Pemdes untuk meningkatkan peran Bumdes ke arah pengembangan potensi Produk Unggulan Desa yang selama ini belum tersentuh,” imbuhnya.

Nunuk menjelaskan, beberapa contoh produk unggulan desa antranya adalah kerajinan Sesek Kereng di Desa Pringgasela, Desa Kembang Kerang Daya dan beberapa tempat lainnya. Kata dia, tidak itu saja bahkan ada desa yang memiliki lebih dari satu produk unggulan. Menurutnya, dengan adanya kewenangan Pemdes untuk mengelola potensi yang dimiliki wilayahnya, diharapkan untuk menumbuh-kembangkan produk unggulan yang ada.

Dengan demikian, lanjut Nunuk, akan dijumpai ikon masing-masing desa dengan gaung One Village One Product.  Dirinya kemudian menyebut beberapa produk unggulan yang dikenalnya. Kuliner Temeredok akan dijumpai di Desa Sakra, Gula Gending dijumpai di Desa Kembang Kerang Daya, Kerupuk Kulit dijumpai di Desa Apitaik, Kue (Kuliner)  Bantal dijumpai di Desa Gapuk, Ikan Bakar dijumpai di Desa Labuhan Haji dan Desa Masbagik, Jamu Akar Rinjani dijumpai di Desa Toya, Bawang Putih dijumpai di Desa Sembalun, Kopi-Kakao dan Coklat dijumpai di Desa Bebidas,  Tahu dijumpai di Desa Aikmel dan banyak lagi lainnya.  “Apabila ini betul-betul dikelola oleh Pemdes lewat Bumdes, maka, Insya Allah Gaung One Village One Product tidak hanya menjadi slogan saja,” tandasnya.

Berikut beberapa contoh Produk Unggulan Desa berdasarkan pantauan awak Duta Selaparang di lapangan. Produk tersebut sudah piral dan menjadi ikon bagi desa tersebut. Pagar Bambu di Desa Wanasaba, Mauble Bambu di Desa Sekarteja, Tenun Tradisional Sesek Kereng di Desa Pringgasela dan Kembang Kerang, Suri hanya dijumpai Desa Mamben Lauk, Konveksi di Desa Bagik Nyaka Santri, Abon Ikan Cakalang dan ragam olahan ikan laut di Desa Seruni Mumbul, Ikan Pindang di Desa Apitaik, Garam di Kecamatan Jerowaru (Sekaroh, Pemongkong), Kecamatan Keruak (Pijot, Ketapang Raya), Krepek dan Jamu dijumpai di Desa Toya dan Kalijaga Kecamatan Aikmel dan lainnya.

“Dengan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informatika serta  sudah masuknya SID dan WIFI di lingkungan kantor Pemdes, maka, tidak sulit untuk menemu-kenal dan menumbuh-kembangkan produk unggulan desa dan produk unggulan perkawasan di Lotim ini,” kata Nunuk Susiningtiyas.

Sementara itu, Haji Kemah dan Hanah, masing-masing Kades Aikmel Utara dan Kades Toya mengatakan, saat ini pihaknya bersama dengan beberapa desa bergabung dan bekerjasama dalam mengembangkan produk unggulan yang dimiliki oleh masing-masing desa.

“Kami ada 6 desa yaitu Aikmel Utara, Toya, Aik Perapa, Lenek Duren, Kembang Kerang Daya  dan Kembang Kerang bekerjasama dalam wadah Bumdes  Bersama Patih Monggok,” kata Haji Kemah. Menurutnya, masing-masing desa sudah merekomendasikan produk unggulan yang akan dikembangkan, mulai dari kulinner, kerajinan dan produk yang digiatkan oleh Gapoktan.

Senada diperkuat oleh Musaddad Akbar, Kaur Pemerintahan Desa + Bendahara Desa Toya. Kata dia, ke enam desa sudah berkomitmen mengembangkan potensi desa lewat Bumdes Bersama Patih Monggok. “Ke enam Desa sudah mengeluarkan penyertaan modal masing-masing Rp. 50 juta untuk pengembangan Bumdes,” katanya (rdi).

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or