KADIS PMD : Produk Unggulan Jadikan Sebagai Ikon Akselerasi Pembangunan

KADIS PMD : Produk Unggulan Jadikan  Sebagai Ikon Akselerasi Pembangunan

Produk Unggulan,  menjadi tumpuan harapan perekonomian masyarakat pedesaan didorong untuk tumbuh-berkembangnya kepada Pemdes lewat BUMDES.  Dari BUMDES inilah nanti sebagai  pilar utama upaya ke arah Akselerasi Pembangunan Perdesaan.  

             Lombok Timur, SR – Potensi Sumber Daya (SDA dan SDM) menjadi suatu keniscayaan untuk ditumbuh-kembangkan,  sebagai bagian penting dalam kerangka pembangunan di wilayah perdesaan.  Keberhasilannya  menjadi focus utama  perhatian pemerintah di tingkat akar rumput, karena bernilai sangat signifikan dalam akselerasi pembangunan secara menyeluruh dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Daerah Lombok Timur (Lotim) dengan jumlah desa dan kelurahan sebanyak 254 desa/kelurahan (239 desa dan 15 kelurahan) memiliki potensi sumberdaya yang sangat prospektif untuk ditumbuh-kembangkan. Potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang terbentang luas dengan ragam produk tersebut menjadi bagian penting dari materi penyusunan renstra (rencana dan strategi) dalam menumbuh-kembangkan akselerasi pembangunan pedesaan.

Haji M.Juaeni Taopik, M.Ap., Kadis PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kabupaten Lotim, Kamis (05/04/18) lalu menyampaikan, ada 2 bagian kategori produk unggulan yaitu : Produk Unggul Desa (PUD) dan Produk Unggul Perkawasan (PUK). Kata dia, kedua produk unggulan tersebut menjadi bagian utama dalam renstra pembangunan wilayah pedesaan ke depan. Menurutnya,  kedua kategori tersebut dihajatkan menjadi bagian utama factor kekuatan dalam pengembangan perekonomian pedesaan.

“Produk Unggulan  itulah yang menjadi hajat kita ke depan, untuk itu Pemerintahan  Desa (Pemdes) harus menjadikan Produk Unggulan sebagai bagian prioritas utama untuk dikembangkan dalam mewujudkan tatanan perekonomian pedesaan yang tangguh,” ujar M.Juaeni.

Pemdes, lanjut M.Juaeni Taopik, harus mengembangkan produk unggulan tersebut melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Menurutnya, selama ini Bumdes hanya menitik beratkan kepada 2 jenis unit pelayanan dari Bumdes yaitu SP (Simpan Pinjam) dan Pamdes (Pengelolaan Air Minum Desa). Menurutnya banyak produk unggulan yang dimiliki oleh desa namun belum mendapat perhatian serius oleh Pemdes. “Karena itu, Bumdes nantinya memasukkan produk unggulan sebgai bagian dari unit pengembangan Bumdes,” cetusnya.

.Juaeni menjelaskan beberapa produk unggulan tersebut seperti halnya kuliner, kerajinan dan pengelolaan sumber daya alam lainnya. “Itulah kemudian yang kita sebut One Village One Product. Jadi, paling tidak dalam satu desa itu harus mengembangkan satu jenis product unggulan yang kemudian disebut sebagai Produk Unggulan  Desa.  Dan ketika satu desa dengan desa yang lain bekerjasama dalam pengembangan produk unggulan, itulah yang kita sebut sebagai Produk Unggulan Perkawasan,”  terang mantan Asisten 1 Sekda Lotim ini (rdi).

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or