Desa Toya Menuju One Village One Produck

Desa Toya Menuju One Village One Produck

KEMBANGKAN PRODUK UNGGULAN
Desa Toya Menuju One Village One Produck

Desa Toya merupakan bagian dari Wilayah Kecamatan Aikmel yang paling luas. Sebagai desa yang potensial dengan sumberdaya (SDA dan SDM) sangatlah prospektif untuk dikembagkan ke depan. Beberapa antaranya adalah pengembangan potensi kearifan local seperti Jamu Akar Rinjani dan Krepek Singkong.

Lombok Timur, SR – Hal tersebut disampaikan oleh Yusuf, Kadus Kekuang Desa Toya, Sabtu (22/3/18) lalu. Kata dia, selaku Ketua Kelompok Pengrajin Jamu Tradisional Akar Rinjani Desa Toya, produk jamu Akar Rinjani terus akan ditingkatkan eksistensinya. Menurutnya, Jamu Akar Rinjani yang pemasarannya hingga menjangkau lintas sektoral itu, harus lebih ditingkatkan lagi.
“Ke depan kita menuju peningkatan produktivitas Jamu Trasional Akar Rinjani. Baik dalam kwantias maupun kwalitas, sehingga dalam pemasarannya nanti mampu bersaing sebagai produk unggulan dari Desa Toya,” Cetusnya.
Yusuf menjelaskan, salah satu upaya dalam menarik simpatik masyarakat adalah bagaimana produk Jamu Akar Rinjani mampu memikat ketertarikan para konsumen, sehingga yang perlu diperhatikan kemudian adalah pengemasannya yang menarik. “Jadi, pengemasan menjadi hal yang prioritas untuk diperjuangkan dalam tahun 2018 ini juga,” tandasnya.
Lebih jauh Yusuf, selain Jamu Akar Rinjani warga masyarakat Dusun Kekuang juga menekuni pekerjaan sebagai pengrajin Krepek dari Ubi dan pisang. “Kelompok kami saat ini aktif juga membuat krepek. Untuk di Dusun Kekuang dua produk ini yang menjadi unggulan,” terangnya.
Sementara itu, Hanah, Kepala Desa Toya mengatakan, apa yang menjadi produk unggulan desa yang dipimpinnya akan terus ditumbuh-kembangkan ke depan sebagai produk ikon kearifan local Desa Toya. Kata dia, produk unggulan tersebut ditumbuh-kembangkan dengan meningkatkan kapasitas SDM (Kelompok-Kelompok produktif atau komunitas lainnya).
“Jadi agenda kami dalam realisasi program ke depan adalah infrastruktur dan pemberdayaan. Infrastruktur berupa Jalan Desa dan Jalan Usaha Tani (JUT), sementara pemberdayaan adalah dengan menumbuh-kembangkan semangat warga masyarakat untuk berkarya lewat pemanfaatan dan pengolahan hasil SDA seperti halnya jamu Tradisional Akar Rinjani, Krepek dan kuliner serta karya lainnya,” papar Hanah sang inisiator Desa Toya ini.
Terpisah, Haji Hadi Fathurrahman, S.Sos., M.Ap., mengemukakan bahwa, Kecamatan Aikmel akan mewujudkan one village one product. Kata dia, sebanyak 24 desa di wilayah Kecamatan Aikmel masing-maing memiliki produk unggulan.
“Untuk itu, kita rancang dalam bentuk Cluster One Village One Product,” Cetus Hadi Fathurrahman (dri).

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or