Pansus Percepatan Pembangunan DAM Mujur Terus Bergerak

Pansus Percepatan Pembangunan DAM Mujur Terus Bergerak

LOMBOK TENGAH SR- Panitia Khusus (Pansus) percepatan pembangunan DAM Mujur Lombok Tengah (Loteng). Tidak main main, ingin membuktikan pembangunan DAM Mujur Kecamatan Praya Timur Loteng jadi nyata.

Sebagai langkah awal mewujudkan hal tersebut, beberapa waktu lalu anggota pansus percepatan pembangunan DAM Mujur, melakukan pertemuan dengan masyarakat penerima manfaat.

“Kami sengaja memanggil masyarakat penerima manfaat, sebab sebelumnya kami telah melakukan konsultasi ke Jakarta dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS), DPRD Provinsi hingga ke DPR-RI di Jakarta,” kata Ketua Pansus Percepatan pembangunan DAM Mujur, Suhaimi, belum lama ini.

Ia menjelaskan, pemanggilan kali ini bukan bersipat hearing, namun ini guna menyampaikan segala sesuatu terkait pembangunan DAM Mujur dengan tidak menyalahkan pihak manapun. “Pertemuan ini kami dari dewan yang mengundang, sehingga tidak masuk dalam katagori hearing, namun jejak pendapat khususnya di kalangan masyarakat penerima manfaat,”katanya.

Selanjutnya dari hasil rapat ini nantinya, ini akan menjadi bahan rekomendasi, yang selanjutnya menjadi acuan bersama, sehingga apa yang menjadi harapan bersama terwujud.

Sementara itu Juru Bicara (Jubir) penerima mamfaat DAM Mujur yang tergabung dalam P3A, Lalu Purna Mangun Jaya menyampaikan,  puncak tertinggi pada P3A adalah Induk P3A yang disingkat IP3A. Dimana IP3A itu terdiri dari 4 anggota yang disebut Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), kemudian barulah dibawah GP3A itu ada beberapa P3A dan dibawah P3A ini ada puluhan kelompok tani.

Dimana Ketua IP3A saat ini dijabat oleh salah seorang petani bernama Amaq Kombet dan Sekretaris IP3A adalah dirinya sendiri yang saat itu sekaligus sebagai juru bicara pada rapat tersebut.

Sementara itu lanjutnya, sesuai surat undangan yang dilayangkan ketua pansus, maka pada hari itu jelas Purna sapaan akbrab Sekretaris IP3A ini, yang hadir hanya belasan pengurus sehingga apa yang ingin digali terkait pembangunan DAM mujur bisa dilakukan dengan efektif.

Yang jelas tandas Purna, pihaknya dengan pihak terkait termasuk DPRD, komitmen bagaimana agar DAM mujur tersebut segera terealisasi. ”Tujuan kami menginginkan pembangunan DAM Mujur ini menjadi nyata dan kami siap memberikan data palid,” jelasnya.

Sementara itu Murdali mengaku, isu soal adanya suara sumbang dari 5 dusun yang ada diarea pembangunan DAM Mujur, yang diisukan tidak setuju itu tidak benar. Hal ini pihaknya bisa buktikan, dengan hasil informasi yang telah ia lakukan.

Dimana pihaknya, telah turun langsung bergerylia mendatangi 5 dusun yang disebut-sebut.  Ternyata hasilnya, mayoritas masyarakat mendukung dan siap untuk apapun demi pembangunan DAM Mujur itu, apalagi untuk lahan mereka dibebaskan oleh pemerintah.

“Pada intinya masyarakat Lima Dusun meminta kejelasan saja, seperti siapa yang bertanggung jawab, kemana di pindahkan dan berapa harga tanah mereka dibayar, persoalan menolak itu tidak benar,” sebutnya.

Sementara itu Wakil Ketua Pansus Percepatan Pembangunan DAM Mujur, Legewarman mengaku, sampai saat ini, pansus belum turun melakukan cek and ricek. Dan saat ini tim sedang mencari data, termasuk dengan cara memanggil penerima manfaat.

“Kami akui untuk turun langsung ke lokasi belum kami lakukan, saat ini masih focus terhadap data dan interview terhadap penerima manfaat,” katanya.

Dari beberapa keterangan dan fakta-fakta yang dihasilkan, tim akan turun kelokasi. “Yang jelas beberapa pakta yang dihasilkan, itu akan menjadi acuan dan melihatnya secara langsung di lapangan,” ulangnya.

Perlu diketahui lanjutnya, masyarakat Loteng harus puas, sebab dari hasil kajian ke Jakarta, ternyata Pembangunan DAM Mujur tidak masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Namun pihaknya meminta, masyarakat untuk tenang, pembangunan DAM Mujur harus diperjuangkan.

“Kami akan cari benang kusut kenapa pembangunan yang digadang gadang tidak kunjung jadi, saya harapkan masyarakat tenang, DAM Mujur inysallah pasti dikerjakan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Didik Aristea, beberapa hal penting, seperti berapa harga lahan, siapa yang bertanggung jawab dan dimana akan direlokasi. Pansus siap untuk menjawabnya. (AP)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or