KCPS Bank NTB Syariah, Sukses Layani 1318 Marbot Se Loteng

KCPS Bank NTB Syariah, Sukses Layani 1318 Marbot Se Loteng

Sirojudin: Kami sangat bersyukur Diikutkan menggaungkan Ibadah Berjamaah Bersama Pemkab

Lombok Tengah SR- Kantor Cabang Pembantu Syari’ah (KCPS) Suropati Bank NTB Syari’ah cabang Praya Lombok Tengah (Loteng), sebagai salah satu bank yang telah di tunjuk Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng, sebagai tempat penyaluran insentif marbot se Loteng.

Penyaluran insentif marbot tersebut, berlangsung selama tiga hari, terhitung dari hari Senin tanggal 27 hingga 29 Mei 2019, dalam penyaluran tersebut, satu persatu marbot yang sudah terdaftar, pihak karyawan Bank telah mencairkan dana tersebut, secara tertib.

Kepala KCPS Bank NTB Syari’ah Sirojudin di ruang kerjanya kemarin menuturkan, sekitar 1318 marbot, yang mendapatkan dana insentif dari Pemda Loteng, semuanya sudah terlayani dengan baik.

Dan memberikan pelayanan yang terbaik,, itu semua adalah hal yang utama, sebab bank memiliki Standar Operasional Pelayanan (SOP), salah satunya memberikan pelayanan tanpa mendengar keluhan, dan pelayanan bermartabat syari’ah, seperti memberikan pelayanan dengan hati nurani.

“Pencairan dana insentif marbot, Pemkab Loteng telah mempercayakan kepada kami selaku penyalur, sesuai aturan kami telah melakukan itu sesuai SOP, dan Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai harapan,” katanya, Rabu (28/05) kemarin.

Dijelaskan, untuk mengindari terjadinya penumpukan, pihaknya telah membuatkan jadwal pengambilan secara bergiliran, selama tiga hari berturut-turut.

Terhitung hari Senin 27 Mei, ada 4 Kecamatan, yang dijadwalkan melakukan pengambilan. Masing masing di hari pertama Kecamatan Praya, Praya Tengah, Praya Barat dan Kecamatan Praya Barat Daya Loteng

Selanjutnya, pada hari ke dua atau hari Selasa tanggal 28 Mei, giliran Kecamatan Pringgarata, Jonggat, Batukliang dan Kecamatan Batukliang Utara Loteng.

Disusul hari terakhir yakni tanggal 29 Mei 2019, Kecamatan Kopang, Janapria, Praya Timur dan Kecamatan Pujut Loteng.

“Kami sengaja membuatkan jadwal pengambilan masing masing Kecamatan, untuk menghindari terjadinya penumpukan,” ungkapnya.

Ditambahkan, masing masing Marbot membawakan kartu atau rekening pengambilan yang telah mereka miliki sebelumnya. Dan pihak bank melakukan pencairan sesuai dengan jumlah yang tertera dalam rekening mereka.

“Kalau tidak salah, jumlah yang tertera di rekening mereka Rp 650, namun yang mereka bisa tarik senilai Rp 600, dan sisanya tetep di rekening,” paparnya.

Adanya sisa yang masih mengendap di rekening, itu tidak bisa diambil. Sebab jika semuanya diambil, maka rekening mereka bisa mati, alias tidak bisa terpakai pada pencairan berikutnya.

Mantan wartawan era 80 han ini menambahkan, dari jumlah tersebut diatas, jumlah anggaran yang sudah disiapkan khusus untuk pencairan insentif marbot, senilai Rp 2, 6 Miliar. “Jumlah tersebut semuanya ingklut ke pembayaran insentif marbot,” jelas Sirojudin.

Selanjutnya, bagi para marbot, pihaknya hanya mengharapkan do’anya, sebab ketika kata marbot, maka identik dengan pekerjaan mulia, sebab mereka yang memelihara tempat ibadah. “Kami hanya mengharapkan, doa mereka, sebab mereka itu termasuk orang orang yang suci, sebab keseharian mereka lebih banyak di masjid atau tempat ibadah,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga berterimakasih kepada pemda Loteng, yang telah mempercayakan Bank NTB Syari’ah, sebagai penyalur pembayaran insentif marbot, sebab baginya ini adalah bagian dari ibadah.

Selain hak di atas lanjutnya, Bank NTB syari’ah Kcps Surapati juga melayani penyimpanan dana ritail masyarakat dengan sistim bagi hasil untuk di salurkan lagi, kepada masyarakat yang membutuh dalam bentuk pembiayasaan.

Baik kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pengusaha swasta dalam rangka meningkatkan kemakmuran ekonomi masyarakat, khususnya di Loteng.

Sementara itu sebelumnya, Bupati Loteng HM. Suhaili mengaku, setelah di programkannya insentif marbot, banyak kemajuan dan lirikan pemerintah pusat ke Loteng.
Mulai dari, keberhasilan mendapatkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), 7 kali berturut turut, hingga 43 program pemerintah pusat dibangun di Loteng. “Alhamdulillah berkat beberapa program yang sudah kita laksanakan, termasuk memberikan insentif marbot, Loteng terus mendapatkan kemajuan dan lirikan dari pusat, dan semoga kedepannya Loteng semakin maju,” harapnya.

Selanjutnya, para marbot diharapkan dengan adanya insentif tersebut, paling tidak segala kebutuhan keluarga bisa terpenuhi dan kesejahteraan mereka semakin terjamin. Termasuk tugas mereka semakin di kedepankan. (Ap)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or