SK PTT PKM Ganti, Pintu Dewan Bongkar SK Tidak Layang Sandang

SK PTT PKM Ganti, Pintu Dewan Bongkar SK Tidak Layang Sandang

Lombok Tengah SR – Surat Keterangan (SK) Pegawai Tidak Tetap (PTT) Staf atau karyawan Puskesmas se Kecamatan di Lombok Tengah (Loteng), baru – baru ini beredar. Beredarnya SK PTT tersebut, tidak semulus yang direncanakan. Sebut saja di Puskesmas Ganti Desa Ganti Kecamatan Praya Timur Loteng, SK PTT tersebut telah membuat sejumlah staf atau karyawannya, tidak terima sebab merasa terzolimi dan hal ini disorot Komisi IV DPRD Loteng.
“Pertama kita dapatkan pengaduan dari staf atau karyawan Puskesmas Ganti, dimana mereka sangat kecewa dengan SK PTT yang sarat dengan permainan kepala Puskesmas dan laporan ini sebagai pembuka, dewan akan bongkar seluruh SK PTT se Loteng,” kata ketua komisi IV DPRD Loteng H  Ahmad Supli Kamis (24/01).
Sebagai langkah awal untuk membongkar SK PTT tersebut, pihaknya atas nama ketua komisi telah melayangkan surat pemanggilan kepada Kepala Dinas Kesehatan H. Omdah. Namun sayang, laporan yang ia terima Kadis Kesehatan, sedang menghadiri rapat di Bappeda.
“Untuk meluruskan laporan itu, kami langsung melayangkan surat panggilan, namun sayang kepala dinas ada rapat di Bapedda,” ungkapnya.
Sebagai lanjutan dari surat tersebut lanjutnya, pihaknya akan melakukan pemanggilan kembali  pada hari Senin mendatang, sekitar pukul  11.00. “Pokoknya kisruh ini harus kita tuntaskan,” cetusnya.
Jika nanti dalam pemanggilan yang kedua, kadis masih saja tidak datang, maka dewan akan menggunakan haknya sebagai lembaga negara.
Dikatakan, keluarnya SK PTT, itu berhak diterima oleh staf atau karyawan di masing – masing puskesmas sebagai bentuk tali asih atau balas jasa pemerintah, terhadap kinerja dan tugas mereka. Sehingga, SK PTT tersebut, harus tepat sasaran sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
“Kita tidak menginginkan SK PTT tidak tepat sasaran, sebab di Puskesmas Ganti di laporkan juru parkir, hingga BKD juga dapat SK, sedangkan stap yang sudah mengabdi bertahun tahun malah tidak didapatkan, dan ini harus diluruskan, makanya kita akan panggil kadis kesehatan atas laporan ini,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD dapil Praya Timur Pujut Lege Warman mengaku terusik dengan laporan sejumlah stap atau karyawan Puskesmas Ganti, yang tak lain lokasinya ada di desanya sendiri.
Dimana mereka melaporkan, kalau kepala Puskesmas Ganti telah melakukan kesalahan besar, sebab beberapa staf yang sudah mengabdi dari tahun 2012- 2014 dan 2015 tidak mendapatkan SK PTT.
Sedangkan disisi lain, staf yang mulai kerja tahun 2017/18, malah mendapatkan SK PTT. Padahal jika dilihat dari beban kerja atau pengabdian mereka lebih lama, yang lebih berhak mendapatkan SK PTT tersebut, malah tidak mendapatkan. Selain itu, yang paling memalukan, BKD desa dan tukang parkir malah, namanya juga tercantum dalam SK PTT tersebut.
“Yang jelas semua bukti yang kami miliki, itu harus dipertanggungjawabkan, dan jika nanti ditemukan ada pelanggaran, kita akan minta ke kepala dinas kesehatan untuk memberhentikannya,” katanya
Sementara itu Kepala Puskesmas Ganti Kecamatan Praya Timur Loteng Lalu Dedy Sopyan Hadi, terkesan cuek ketika dicari ke tempat kerjanya. Dikonfirmasi via ponsel sampai berita ini ditulis belum juga tersambung. (ap)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or