Berhembus Isu, ASN Loteng Ditekan Pilih Paslon Tertentu

Berhembus Isu, ASN Loteng Ditekan Pilih Paslon Tertentu

LOMBOK TENGAH SR– Beredar isu, Pembina dan penanggung jawab Aparatur Sipil Negara (ASN), di Lombok Tengah (Loteng). Dalam hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, telah menekan sejumlah ASN di Loteng untuk memilih nomor urut 1, (Suhaili Amin), dalam Pemilihan Kepala Daerah tingkat I.

Sejumlah sumber yang berhasil dimintai keterangan oleh Koran ini, mengakui kalau mereka itu sempat dikumpulkan oleh atasannya, dan menekan untuk memilih paslon nomor urut I.

“Kami bersama sejumlah Kasi, Kabid dan karyawan, sudah dikumpulkan oleh atasan dan kami ditekan untuk mencoblos nomor urut I,” beber Kasi di salah satu dinas yang tidak mau dikorankan namanya, Jumat (16/3) lalu.

Penekanan tersebut lanjutnya, kepala dinasnya diperintahkan langsung oleh Sekda. Untuk memuluskan perintah sekda, kepala dinas atau atasannya telah mendata semua karyawan sesuai dengan tempat tinggal.

Dimana beliau menekankan, di masing – masing Tempat Pemungutan Suara (TPS), sesuai tempat tinggal, paslon nomor urut I harus menang. Dan jika nanti paslon nomor urut I kalah, maka itu akan dilaporkan dan konsekwensinya adalah jabatan.

“Benar – benar tegas pernyataan kepala dinas saya dik, sebab di masing masing TPS sesuai tempat tinggal, harus menang dan jika kalah konsekwensinya adalah jabatan,” tuturnya.

Pernyataan tegas tersebut lanutnya, pihaknya tidak menyalahkan kepala dinasnya, sebab beliau juga dibawah tekanan atasannya, sehingga beliau hanya menyampaikan kepada bawahannya.

“Kami tidak menyalahkan kepala dinas kami atas perintah ini, sebab beliau juga sebutkan, kalau beliau juga ditekan oleh atasannya,” tambahnya.

Ditanya apakah bapak akan melaksanakan perintah itu ataukah tidak, dengan menggelengkan kepala, Kasi di salah satu SKPD ini mengaku, perintah atasannya itu tidak mendatangkan dosa jika ia langgar.

Sebab pihaknya selaku ASN sudah ada aturan tertulis nomor 4 tahun 2004 tentang pembinaan jiwa korp dan kode etik PNS. Dimana ASN dilarang melakukan perbuatan yang mengarah kepada keberpihakan salah satu paslon atau perbuatan yang mengindikasi terlibat dalam politik praktis atau beraflikasi dengan partai politik.

Oleh karena itu, pihaknya tetap mengedepankan aturan yang sudah tertera. Apakah tidak bapak tidak takut kalau jabatannya sampai dicopot, baoak setengah baya ini mengaku, jabatan saat ini adalah amanah, jika Allah berkehendak lain dan mencopot jabatannya gara gara kalah di TPSnya, pihaknya rela dan ikhlas.

“Kami tidak bisa mengelak dari kadak kadar Allah, jika Allah berkehendak lain dan mencabut jabatannya, saya ikhlas. Sebab jabatan yang diberikan, itukan amanah,” tandasnya.

Ia menambahkan, kenapa pihaknya mengatakan demikian, pasalnya dilingkungan tempat tinggalnya itu memiliki basis masing masing. Sehingga pihaknya tidak memiliki kekuatan untuk mendorong masyarakat untuk memilih salah satu paslon.

“Saya tetap akan memilih nomor urut satu, hanya saja saya tidak menjamin di TPS saya bisa menang, sebab simpatisan calon lain banyak,” ungkapnya.

Kendati begitu, pihaknya tetap mendoakan agar paslon nomor urut I bisa menang, kendati di TPSnya, tetap akan kalah.

Terpisah Sekda Loteng HM Nursiah saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menyebutkan, kalau pihaknya tidak pernah memerintahkan siapapun, apalagi melakukan intimidasi terhadap ASN.

“Penekanan terhadap ASN itu tidak benar dik, apalagi sampai mengeluarkan intimidasi,” katanya singkat dalam pesan SMS nya.

Selanjutnya dalam pesan singkatnya beliau menuliskan, penekanan ASN untuk memilih nomor urut nomor I, itu tidak benar. “Itu ndak benar dik,” katanya melalui pesan SMS. (AP)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or