Pemuda Residivis Pemalakan Perkosa Gadis Di bawah Umur

Pemuda Residivis Pemalakan Perkosa Gadis Di bawah Umur

Lombok Barat SR – Pemuda pengangguran inisial UD asal Dusun Cemara Desa Lembar Kecamatan Lembar Lombok Barat, harus berurusan kembali dengan hukum, pasalnya, pria lajang yang sebelumnya pernah menjadi narapidana ini, kembali diringkus polisi atas kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan terhadap gadis dibawah umur.

Awalnya, aksi pelaku ini kerap melakukan pengintaian  terhadap pasangan kekasih di tempat wisata pantai Cemare. Alhasil, dari pengintaian yang dia dilakukan berhasil menggerebek pasangan kekasih yang diduga sedang kasmaran di tempat tersebut. Tidak menunggu lama, aksi pelaku mendekat dan melakukan pemalakan kepada sepasang kekasih. Saat itu, pria 23 tahun ini, menyuruh si cowok pasangan kekasih korban, pulang untuk mengambil uang  dari permintaan pelaku. Saat pasangan korban tak ada ditempat itu, pelaku berusaha memperkosa dan berhasil merenggut keperawanan HR yang masih berusia di bawah 17 tahun tersebut.

Atas kelakukannya bejatnya itu, UD pun langsung diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lobar dikediamanya. Menurut Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Priyo Suhartono, kronologi kejadian bermula saat pelaku UD memergoki korban HR warga Kediri Lobar bersama sang kekasih sedang berpacara di kawasan pantai Cemara Lembar.

“Itu sekitar jam 11.00 wita, kemarin (Senin(09/04 red), pelaku datang memergoki HR dan kekasihnya sedang pacaran,” ungkapnya saat di komfirmasi di Makopolres Lobar, Selasa (10/4).

Saat memergoki itu, pelaku langsung memalak sang kekasih HR meminta sejumlah uang. Namun lantaran saat itu tidak membawa uang kekasih HR pun pergi mengambil uang dan meninggalkan HR bersama pelaku.

Na’asnya, saat si kekasih pergi, pelaku justru memperkosa korban HR. Ditambah lagi saat itu suasana sepi dan hasrat pelaku pun tidak tertahan dan memaksa pelaku bersetubuh.

Hanya saja, korban setelah diperkosa tidak langsung menceritakan kejadian itu kepada sang kekasih dan langsung pulang. “Tapi malamnya, sang korban menceritakan kepada pihak keluarga (bahwa dirinya diperkosa). Saat menerima laporan, langsung kita bersama anggota dan warga menangkap pelaku,” ujarnya.

Menurutnya, hingga kini pihaknya belum bisa memintai keterangan korban termasuk dilakukan visum, lantaran korban mengalami trauma mendalam.

“Tapi Alhamdulillah untuk barang bukti (berupa celana jin korban) sudah kita amankan, dan juga pengakuan tersangka mengakuinya,” sambungnya.

Ia mengungkapkan bahwa pelaku merupakan residivis atas kasus pemalakan. Pihaknya pun menduga ada kemungkinan pelaku mengancam korban saat melakukan aksinya tersebut. “Soalnya dari resreting jelana korban terlihat rusak, berarti pemaksaan,” pungkasnya.

Sementara itu pengakuan UD, saat itu dirinya terbawa nafsu saat melihat korban yang ditinggal kekasihnya. Ditambah lagi dirinya sebelum itu sering menonton film porno. Dirinya pun mengakui jika ia sering menemukan orang berpacara di lokasi tersebut. “Karena kebawa nafsu,” singkatnya.

Kini pelaku harus mempertanggung jawabkan kelakuan bejatnya. Pelaku pun diancam pasal 81 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tetang Perlindungan Anak dengan acaman kurungan penjara 15 tahun. (Wan)

 

 

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or