Disperindag Lobar Genjot Dana Pusat Revitalisasi Pasar Tradisional

Disperindag Lobar Genjot Dana Pusat Revitalisasi Pasar Tradisional

 

Lombok Barat SR – Sebagai bagian dari infrastruktur strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, peran pasar tradisional sangatlah signifikan untuk menjalankan berbagai fungsinya. Seperti Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat 2018 ini, mendapat bantuan dua sumber dana dari pusat yaitu Dana Alokasi Khusus dan dana dari Kementerian Perdagangan yaitu Tugas Pembantuan (TP) untuk pembangunan revitalisasi pasar tradisional.

Kepala Bidang Perdagangan Syahrudin ST mengatakan, Pemerintah Daerah Lombok Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, akan memprioritaskan pembangunan revitalisasi pasar untuk tahun 2018 sekarang ini. Pembangunan pasar ini pemerintah daerah akan mengalokasikan dua sumber anggaran dari pusat yaitu 6 milyar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana dari Kementerian  Perindustrian dan Perdagangan dari Kementeriam Perdagangan Tugas Pembantuan (TP) sekitar 4 milyar.

Prioritas pembangunannya diperuntukan beberapa titik pasar tradisionl untuk direvitalisasi yang akan dibangun bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana yang  bersumber dari Kementerian Perdagangan Tugas Pembantuan (TP).  Sedangkan poksi masing masing pasar terdapat di sejumlah kecamatan yang ada di Lobar.

“Pembangunan refitalisasi ini diharap bisa berjalan sesuai rencana sekitar triwulan ke dua,” ujarnya di kantornya, Selasa (10/4).

Menurutnya, pasar tradisional yang rencana dibangun terdapat di beberapa titik seperti pasar Lembar, Kediri dan Gunung Sari. Untuk pasar Gunung Sari, senilai 1,3 ,ilyar dan di Lembar 1,4 sedangkan di Kediri 1,2 masing masing dari dari DAK. Untuk anggaran TP yang dialokasikan ke pasar Gerung semuanya senilai 6 milyar.

“Sekarang kita dalam tahap perencanaan dengan mengikuti tahapan proses melalui ULP yang akan dilelang. Dipastikan proses pengerjaan masuk triwulan ke dua ini. Jika semuanya sudah selesai dan terlaksana semua proses tahapan ULP nya, barulah dikerjakan semua dan semoga tidak ada hambatan dalam prosesnya nanti,” pintanya.

Estimasi target waktu kata Syaharudin, ditentukan sekitar 90 hari dalam hitungan kalender. Jadi pasnya 3 bulan saja. Gelontoran dana dana ini semuanya berdasarkan lobi dan jemput bola ke pusat. Untuk itu pihaknya membuat dan mengajukan surat permohonan melalui proposal untuk pembangunan pasar sesuai kebutuhan kita di daerah Lobar. Karena berharap dari APBD, namun APBD tidak mampu untuk mengalokasikan dana untuk pembangunan refitalisasi pasar itu, akhirnya kita berkoordinasi ke pusat untuk mendapat perhatian dari pusat.

“Dari dua sumber dana semuanya untuk revitalisasi yaitu  menindaklanjuti konsep nawacita presiden Jokowi untuk mewujudkan pasar bersih mengingat rutinitas pasar selama ini terkesan kumuh terlebih memasuki musim hujan,” jelasnya.

Jadi pasar itu diharapkan bersih nyaman dan aman. Pihaknya sendiri sebelumnya sudah membentuk tim dengan melakukan survei internal yang disesuaikan dengan juklat juknis sesuai regulasi Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.”Kalau DAK dan TP itu masingasing punya aturan sendiri,” ungkapnya.

Syaharudin menjelaskan, dengan dibangunnya pasar tradisional tersebut, dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah, meningkatkan kesempatan kerja serta menyediakan sarana berjualan, terutama bagi pelaku usaha UMKM. Selain itu menjadi referensi harga bahan pokok yang mendasari perhitungan tingkat inflasi dan indikator kestabilan harga.

“Pasar tradisional ini juga sebagai salah satu sarana pelestarian budaya setempat, serta hulu sekaligus muara dari perekonomian masyarakat yang ada,”  pungkasnya. (Wan)

 

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or