Ratusan Juta Keuntungan Diraup BUMDes Desa Kandindi Atas

Ratusan Juta Keuntungan Diraup  BUMDes Desa Kandindi Atas

Dompu SR- Hasil keuntungan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kadindi Atas Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu NTB terus menghasilkan pendapatan yang cukup tinggi pertahunnya, bahkan mencapai ratusan jutaan rupiah.
Kepala Desa Kadindi Atas, Doriwanto mengatakan, BUMDes awalnya membuka usaha penyewaan molen. Dari hasil keuntungan usaha molen itu, BUMDes lalu berkembang dan membangun usaha lain yakni pengadaan air bersih.
“Selain mendapatkan hasil atau keuntungan berupa uang, ada nilai sosial dari masyarakat setempat adapun kemungkinan kami dapat dari usaha itu. Apalagi biaya penyewaan atau harga air bersih kami patok di bawa standar harga pada umumnya,” ujarnya, Jumat (29/11).
Kata dia, dengan adanya BUMDes itu, warga di desanya merasa sangat terbantu. Selain karena harga yang murah, pelayanan pada bidang usaha BUMDes sangat ramah dengan sistem kekeluargaan yang tidak menekan masyarakat.
“Alhamdulillah masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya usaha BUMDes ini,” ungkapnya.
Dari 2 bidang usaha yang dijalankan BUMDes itu kata Kades, pihaknya bisa mendapatkan penghasilan kotor sekitar Rp,120 juta per tahun. Atas penghasilan dan perolehan itu, BUMDes tersebut bahkan telah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat.
“Berbicara modal, semua desa memiliki anggaran, hanya saja tergantung bagamana cara pengelolaanya saja,” bebernya.
Ia melanjutkan, dengan adanya ADD/DD, desa diharapkan mandiri dan berkembangn dengan hasil swadaya sendiri. Atas dasar itu, dan potensi yang ada, BUMDes tersebut sekarang telah memiliki asset yang nilainya ratusanya juta.
“Terhitung dari dana BUMdes baik yang bergerak maupun tidak bergerak lebih kurang 700 juta. Jika kami dipercayakan mengelola kendaraan seperti desa lainnya tentu kami akan mengelolanya dengan sistem yang berbeda dengan yang lain,” urainya.
Ia mengungkapkan, secara geografis, desa setempat hanya cocok menjadi desa wisata alam. Hampir semua warga di desa itu berprofesi sebagai petani cerdas. Satu lahan mereka Tanami bermacam jenis tanaman seperti cabe, jagung, sayur-sayuran, dan bahkan rambutan ada dilahan masyarakat.
“Warga tidak miskin dengan hasil kebun, setiap lahan perkebunan dapat menghasilakan uang. Insha Allah kedepan kami akan fokus membangun wisata buah,” pungkasnya. (ML)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or