Warga Abian Tubuh Mataram Harapkan Ali – Sakti Jadi Pemimpin NTB

Warga Abian Tubuh Mataram Harapkan Ali – Sakti Jadi Pemimpin NTB

Mataram SR – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor 4 H Moh Ali BD – TGH Gede Sakti, terus bergerak menyerap aspirasi masyarakat. Senin malam (12/3) H Moh Ali BD mendatangi perkampungan Umat Hindu Kelurahan Abian Tubuh Selatan Kota Mataram.
Mendapat kunjungan dari tokoh Sasak NTB itu, warga bersama para tetua, menyambut dengan suka cita. Warga di tempat itu memang sangat berharap agar Ali BD bisa menjadi Gubernur NTB karena bagi mereka, sosok Ali BD adalah orangnya sederhana dan selalu dekat dengan rakyatnya. Apalagi sekarang Ali BD dan Gede Sakti berangkat dari jalur independen. Ini yang membuat kami semakin bersemangat mendukung mereka.
“Itulah sebabnya kami di Abian Tubuh ini sangat berharap pak Ali bisa menjadi Gubernur NTB yang berpasangan dengan Gede Sakti,” kata salah seorang tokoh Abian Tubuh saat pertemuan itu.
H Moh Ali BD pada kesempatan itu, sangat tersanjung dengan penyambutan yang begitu luar biasa dan keramahan yang sangat terasa.
“Saya mendapat sambutan hangat dari umat Hindu setempat. Dengan majunya saya melalui jalur independen, maka kebijaksanaan yang diambil nanti tidak ditunggangi kepentingan partai politik,” katanya menirukan kata warga Abian.
Lanjut Ali, mereka juga menyampaikan bahwa meskipun berpenghasilan rendah, lapangan pekerjaan sulit, tetapi mereka tidak mengharapkan dikasih uang atau pekerjaan. Mereka hanya berharap tidak dianaktirikan.  “Sebab menurut mereka umat Hindu juga orang NTB maka sejahterakanlah masyarakat NTB secara keseluruhan,”pinta mereka kata Ali BD. 
Mereka juga berpesan, kata Ali, agar mendamaikan warga NTB dan tidak membiarkan terjadi pertengkaran dan perpecahan akibat perbedaan. Untuk menjawab itu semua, bahwa sudah enam sampai tujuh keturunan hidup di Pulau Lombok dan Gumi Sasak, jangan sebut mereka orang Bali, orang Budha atau Kristen.
“Kita semua adalah masyarakat Pulau Lombok, orang NTB. Sehingga, masyarakat NTB  tidak perlu membeda-bedakan suku yang satu dengan suku yang lain. Yang terpenting adalah bagaimana menjalin persaudaraan,”tandasnya. 
Menantu Ali, orang Cina, dirinya punya banyak sahabat dan keluarga orang Bali. Jadi tidak boleh kita membeda-bedakan suku, itu peradaban yang sangat tertinggal.
“Saya ke sini juga untuk menjalin persaudaraan. Tugas pemerintah adalah memimpin semua umat. Tidak boleh membeda-bedakan umat satu dengan yang lain. Kepala daerah justru harus lebih banyak memberikan suri tauladan,”pungkasnya.(tim)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or