Dibawah Kendali Ali BD Pembangunan di Lombok Timur Melesat

Dibawah Kendali Ali BD Pembangunan di Lombok Timur Melesat

Lombok Timur SR – Selama memegang tahta di Lombok Timur, Ali Bin Dachlan masih diragukan oleh sejumlah kalangan. Demi menjawab keraguan tersebut, calon Gubernur Ali Bin Dachlan membeberkan apa yang telah dilakukannya untuk Lombok Timur.

Persoalan yang menerpa orang nomor satu di Lombok Timur ini lebih mengarah kepada tak adanya pembangunan di wilayah selatan Lombok Timur. Sebelum menjawab keraguan terhadap dirinya, Ali BD menekankan kepada masyarakat untuk memilih dari hati bukan tanpa paksaan.

Apalagi dalam momentum tahun politik, kebanyakan para paslon lebih menggunakan cara yang gampang. Salah satunya dengan membagikan sejumlah uang kepada masyarakat untuk memilih paslon tersebut. Hal ini ditegaskan oleh calon Gubernur Ali Bin Dachlan bahwa hak masyarakat tidak bisa dibeli dengan uang.

“Masyarakat bebas memilih suara, bebas memberikan haknya. Hak masyarakat tidak bisa dibeli dengan uang,” tegasnya saat kampanye dialogis di Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kamis (5/4/2018).

Baginya, masyarakat tidak bisa disenggol karena mereka memiliki hak dan kewajiban tersendiri. Oleh karenanya, masyarakat bebas memilih calon yang diinginkannya.

“Masyarakat bebas dari tekanan, bebas dari intimidasi, bebas dari ketakutan,” lanjutnya.

Pria yang juga disapa Amaq Asrul ini menegaskan bahwa pemimpin harus memiliki kemandirian, mempunyai cita-cita dalam membangun daerah dan masyarakat yang dipimpinnya.

“Tidak ada kepentingan manapun guna memakai cara yang tidak halal, untuk memenangkan pertarungan. Karena rakyat adalah pemimpin utamanya, sehingga masyarakat tidak boleh dirasuki dengan cara apapun,” bebernya.

Selepas itu, dalam kampanye dialogis tersebut, Ali Bin Dachlan juga menjawab pertanyaan dari masyarakat mulai dari pengadaan air bersih, pendidikan hingga pariwisata yang ada di Nusa Tenggara Barat.

Menurutnya, sejak tahun 2004 dirinya sudah menyiapkan anggaran untuk membangun DAM Pandan Duri, walaupun dalam melopori pembangunan tersebut banyak orang yang beranggapan bahwa itu bukan idenya. Baginya, tidak masalah.

“Bendungan ini sudah saya pikirkan, kenapa? Karena untuk menjawab persoalan yang dibutuhkan masyarakat perihal kebutuhan air bersih di wilayah selatan, terlebih persoalan air bersih menjadi hak masyarakat, selain itu fungsinya untuk irigasi apalagi masyarakat di Lombok banyak berkerja di bidang pertanian,” tambahnya.

Pria yang juga disapa Ali BD ini menegaskan dirinya sudah membangun pipa sejak tahun lalu di sepanjang wilayah Lombok Timur yang nantinya bisa menembus wilayah Lombok Timur dibagian selatan

“Jika sudah selesai dibangun, maka penanganannya akan dipegang oleh PDAM Lombok Timur sehingga kendala air bersih bisa ditanggulangi dengan baik, masyarakat pun bisa menikmatinya,” lanjutnya.

Biar lebih meyakinkan masyarakat, dirinya siap memasang pipa bawah laut menuju Pulau Mangkik.

“Pipa bawah laut belum terpasang, jika sudah maka kebutuhan air bersih akan terjawab dengan mudah. Jangankan di Lombok Timur, di kota Mataram saja kebutuhan air bersih juga sulit,” urainya.

Selain air bersih, masyarakat juga mempertanyakan soal keberadaan Pasar Montong Beter yang dibangun tidak sesuai harapan.

“Pasar ini merupakan bantuan dari Kementerian Perdagangan, koordinasi pun tidak ada akibatnya program ini tidak sesuai dengan kebutuhan pemerintahan daerah,” ucapnya.

Ali BD merasa karena kurang kuatnya otonomi daerah menyebabkan persoalan ini, di mana program yang dibuat pemerintah pusat tidak berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang lebih memahami persoalan tersebut. Dirinya pun menjaminkan bahwa persoalan ini diselesaikan dengan secepatnya, sehingga masyarakat bisa mendapatkan jawaban.

“Semua pasar dibangun di Lombok Timur tanpa hutang, dan itu paling penting. Tak itu saja, kantor PDAM, kantor PU, kantor DPRD dibangun tanpa hutang berbeda dengan wilayah Lombok lainnya yang membangun dengan menggunakan hutang.

Tak itu saja, masyarakat juga menanyakan soal beasiswa yang menjadi program unggulan pasangan nomor 4 tersebut. Untuk persoalan ini, Ali BD selalu menjawab perihal pendidikan selama kampanye dialogisnya.

“Generasi muda yang menimba ilmu pengetahuan harus ada beasiswa dari propinsi untuk mahasiswa S1 hingga S3 dan dananya sudah disiapkan untuk per tahun buat 5 ribu mahasiswa dengan biaya per bulan yang juga sudah kita siapkan,” tuturnya.

Lantas, mengapa pendidikan menjadi salah satu program andalannya? “Karena NTB jauh tertinggal daripada wilayah lain, inilah caranya untuk menggenjot untuk memperkaya generasi muda yang pintar, cerdas,” ujarnya.

Ada pula yang mempertanyakan soal pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Ali Bin Dachlan menjawab bahwa perkembangan pariwisata harus berjalan dengan alami. Tidak dengan cara meledakkan secara besar-besaran karena bisa berdampak negatif pada pariwisata itu sendiri.

“NTB tidak sama seperti Bali, setiap daerah punya kulturnya masing-masing, otomatis penanganannya pun berbeda. Namun, pariwisata harus dimajukan karena memiliki nilai-nilai masyarakat yang ada di dalamnya,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, calon Wakil Gubernur TGH Lalu Gede Sakti menegaskan bahwa sosok Ali BD bukanlah pemimpin yang suka menebar janji.

“Bisa dilihat pengalaman Bapak Ali BD membangun Lombok Timur. Semua yang diucapkan adalah berdasarkan pengalamannya, bukan sekedar janji otomatis masyarakat bisa menilai sendiri bagaimana kinerja beliau (Ali BD-red),” tukasnya.(tim)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or