ALI-SAKTI Di Mata Pengrajin, Rakyat

ALI-SAKTI Di Mata Pengrajin, Rakyat

Lombok Timur, SR– Riuh Gendrang politik NTB hingga dirasa di tingkat masyarakat bawah. Masing-masing punya pilihan Paslon (Pasangan Calon) yang didukung untuk dijadikan sebagai pilihan dalam Gawe Kontestasi Politik tanggal 27 Juni 2018 mendatang. Kali ini awak Suara Rinjani mencoba mencari informasi. Beberapa orang warga masyarakat yang berhasil dikonfirmasi antaranya dari kalangan pengrajin, maupun rakyat biasa.
Dari para narasumber tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa, terdapat pesan dan harapan kepada Paslon yang diidolakannya. Mereka memiliki dasar yang menurutnya dapat mejawab apa yang menjadi aspirasinya oleh Paslon     pemimpin daerah ini seperti halnya ALI-SAKTI.
“Yang jelas ALI-SAKTI menurut kami merupakan pasangan yang dapat diharapkan untuk menjawab aspirasi masyarakat banyak,” kata Amaq Rohini, seorang pengrajin Suri di Desa Mamben Lauq Kecamatan Wanasaba, Rabu (14/3) lalu.
Diketahui bahwa, Suri merupakan bagian penting yang harus ada ketika orang menenun tradisional. Ibarat motor dan bensin. Jadi, Suri adalah bensinnya. Orang tak bisa melakukan kegiatan Sesek Kereng ( kain red.) tanpa Suri. Dan satu-satunya pengerajin Suri yang ada di Desa Mamben Lauq. Dari sinilah para pengrajin kain tenun tradisional Sesek Kereng memesan Suri.
Menurut Amaq Rohini, pasangan ALI-SAKTI khususnya Ali Bin Dachlan sudah sangat dikenal oleh masyarakat di desa Mamben. Pasangan ALI-SAKTI dikenal sebagai dermawan.
“Jadi, saya sebagai seorang pengrajin SURI, berdo’a mudah-mudahan ALI-SAKTI menjadi pilihan rakyat pada Gawe Demokras Pilkada 27 Juni 2018 mendatang,  sebagai Gubernur-Wakil Gubernur NTB,” harapnya, sembari menambahkan untuk meningkatkan perhatian pemerintah terhadap nasib para pengrajin seperti dirinya. “Semoga pemerintah nantinya ada program untuk mengembangkan usaha pengrajin Suri  yang kami giatkan,”  harapnya.
Sementara itu, seorang Satpam yang bertugas di sebuah SMPN di bilangan Kecamatan Pringgabaya, Zubaidi, mengaku terkesan dengan Paslon ALI_SAKTI. Menurutnya, ALI-SAKTI merupakan pasangan yang saling melengkapi. Kata dia, Ali Bin Dachlan selain dikenal sebagai seorang birokrat, juga pengusaha dan tokoh LSM. “Jadi, banyak pengalaman ya, apalagi berpasangan dengan Gede Sakti dari Pondok Pesantren dan organisasi terbesar di NTB. Jelas, sebagai alumni sebuah Pondok Pesantren NW maka, saya pribadi sangat tertarik dan simpatik kepada Paslon ALI-SAKTI. Insya Allah ya, ALI-SAKTI nomor 4 menangi pilgub NTB,” tandasnya.
Senada disampaikan seorang warga masyarakat dari Desa Apitaik, Najamudin. Kata dia, banyak program yang direalisasikan   dan dirasakan manfaatnya oleh masyaakat ketika Ali Bin Dachlan sebagai Bupati Lotim dalam masa 2 periode (2003-2008 dan 2013-2018).
“Infrastruktur bangunan dan jalan serta bantuan untuk masyarakat miskin,” kata Najamuddin.
Lanjutnya, pasangan ALI-SAKTI terbukti dekat dengan masyarakat, Pimpinan Pondok Pesantren dan masyarakat petani. “Insya Allah ALI-SAKTI merupakan saingan Paslon yang berpotensi unggul di banding calon lainnya,” aku sosok yang juga seorang pengojek ini. (rdi)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or