Pelunasan BPIH Mulai 16 April 2018, Ini Prosedurnya

Pelunasan BPIH Mulai 16 April 2018, Ini Prosedurnya

Mataram SR – Kepala Kantor Wilayah Kemang NTB melalui Kepala BidangPenyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB H. Ali Fikri mengungkapkan nahwa pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap pertama untuk penyelenggaraan Haji Tahun 1439 H/2018 dimulai dari 16 April sampai dengan 4 Mei 2018.

Pelunasan tahap pertama diperuntukkan bagi jamaah yang telah melakukan pelunasan BPIH tahun 1438H/2017M atau tahun sebelumnya, yang menunda keberangkatan. Pelunasan tahap pertama juga bagi jamaah yang masuk dalam kuota haji tahun 1439H/2018M yang  belum pernah berhaji dan telah berusia 18 tahun atau sudahmenikah,” tuturnya, Jumat (13.4).

Ali Fikri, menjelaskan bahwa kuota Jama’ah Haji dari Prov. NTB tahun ini berjumlah 4476 ribu. Jumlah ini terdiri dari Jama’ah Haji dari 10 kab/kota se Prov. NTB. BPIH untuk Embarkasi Lombok sebesar Rp.38.798.305,00 disetorkan kerekening atas nama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada Bank Penerima Setoran BPIH yang ditunjuk oleh BPKH. Diharapkan kepada seluruh Jama’ah Haji regular dari Prov. NTB dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk segera melakukan pelunasan. Jika sampai berakhirnya pelunasan tahap pertama masih ada sisa kuota, maka akan dibuka pelunasan tahap kedua yang dibuka pada 16 – 25 Mei 2018.

Jamaah haji regular yang sudah membayar setoran awal sebesar Rp 25 juta, maka untuk itu, uang yang harus disetorkan adalah sebesar selisih dana setoran awal dengan BPIH yang telah ditetapkan per embarkasi. “Jika sampai berakhirnya pelunasan tahap pertama masih ada sisa kuota, maka akan dibuka pelunasan tahap kedua dari tanggal 16 sampai dengan 25 Mei 2018,” terang H. Ali Fikri.

Pelunasanb tahap kedua, lanjut H Ali Fikri, diperuntukkan bagi jamaah dengan criteria sebagai berikut:
1) mengalami kegagalan sistem pada pelunasan BPIH tahap kesatu; 2) berstatus pernah berhaji yang telah berusia 18 tahun atau sudahmenikah; 3) pengajuan penggabungan suami/istri atau anak kandung/orang tua terpisah yang salah satunya telah melunasi di tahap 1; 4) pengajuan lanjut usia minimal 75 tahun yang dapat disertai dengan 1 (satu) orang pendamping; 5) cadangan yang berasal dari Jemaah Haji yang berhak lunas tahun 1440H/2019 M sebanyak 5%.

Bagaimana prosedur pelunasan BPIH, H. Ali Fikri menjelaskan beberapa tahapan sebagaiberikut:
a. Pelunasan BPIH dilakukan di BPS BPIH sesuai tempat mendaftar atau BPS BPIH pengganti (bagi nasabah eks BPIH) di kabupaten/kota; b. Jamaah Haji melakukan pelunasan BPIH regular sebesar selisih kekurangan antara besaran BPIH regular dengan jumlah setoran awal BPIH dengan terlebih dahulu menunjukkan bukti asli setoran awal BPIH lembar pertama pada petugas BPS BPIH; c. Jemaah Haji yang telah melakukan pelunasan BPIH reguler, mendapatkan bukti setoran lunas BPIH yang dicetak dari aplikasi Siskohat, buku manasik haji, seragam batik, dan untuk pria mendapatkan kain ihram dan wanita mendapatkan mukenah; d. Jemaah Haji yang telah melakukan pelunasan, harus melaporkan diri dengan membawa bukti setoran pelunasan BPIH regular ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

“Bagi jamaah haji yang telah melakukan pelunasan BPIH regular tahun 1439H/2018M, diharapkan telah membuat paspor di kantor imigrasi setempat dan menyerahkannya ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk diproses penerbitan visanya. “Bagi Jamaah Haji yang telah melakukan pelunasan BPIH regular namun belum menjadi anggota BPJS, agar segera mendaftar sebagai anggota BPJS,” pungkasnya. (fen)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or