UN SMA/MA Hari Ini Diikuti 1.983.568 Peserta, 91 Persen Pakai UNBK

UN SMA/MA Hari Ini Diikuti 1.983.568 Peserta, 91 Persen Pakai UNBK

tirto.id – Ujian Nasional (UN) untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat diselenggarakan mulai 9 April sampai 12 April mendatang. Jumlah peserta UN SMA/MA sebanyak 1.983.568 peserta dari 21.143 satuan pendidikan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.812.565 peserta didik mengikuti UN berbasis Komputer (UNBK) yang berasal dari 18.353 satuan pendidikan atau 91 persen. Sisanya, 171.003 UN berbasis kertas pensil atau UNKP.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan persiapan UN SMA/MA ini sudah matang, meskipun banyak kekurangan yang harus dibenahi.

“Persiapan sudah matang. Berbagai kekurangan yang terjadi tahun lalu diusahakan bisa disempurnakan [diperbaiki] di dalam pelaksanaan UN tahun ini. Tetapi memang masih banyak hal yang harus dibenahi,” ujar Mendikbud di Jakarta, Minggu (8/4/2018).

Dia menjelaskan dalam pelaksanaan UN, khususnya yang UNBK, masalah yang muncul bersifat klasik, yakni terkait dengan masalah jaringan internet dan listrik.

Disinggung mengenai keluhan biaya tambahan di sejumlah sekolah karena pelaksanaan UNBK, Muhadjir menambahkan biaya tambahan itu dimungkinkan asal prosedur dan ketentuannya tidak menyimpang. Sebab, prosedur ini sudah diatur di dalam Permendikbud No. 75 Tahun 2016, tentang Komite Sekolah.

“Pemenuhan sarana seperti komputer dilakukan secara bertahap. Dari tahun ke tahun ada penambahan,” papar Muhadjir.

Pada jenjang sekolah menengah atas (SMA), provinsi yang siap menyelenggarakan 100 persen UNBK di antaranya Aceh, Banten, Bangka Belitung, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.

Beberapa pokok perbedaan pelaksanaan UN 2018 dengan tahun sebelumnya di antaranya adalah soal isian singkat yang terdapat pada mata pelajaran matematika jenjang SMA atau sederajat.

Kemudian, sertifikat hasil ujian nasional (SHUN) menggunakan digital signature, dan biaya untuk proktor dan pengawas ujian di satuan pendidikan menggunakan anggaran yang dibebankan pada dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or