Ketum PBNW Lantik PW NW Propinsi Sulawesi Tenggara

Ketum PBNW Lantik PW NW Propinsi Sulawesi Tenggara

Sultra SR – Ketum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, melantik kepengurusan Wilayah Nahdlatul Wathan Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2019-2024) di  Ponpes Darul Ulum Nahdlatul Wathan Kendari, Sabtu (28/09/2019).

Pada Muswil ke 5 NW Propinsi Sultra di Hotel Azzahra Kota Kendari, Jamhuri Karim kembali dipilih untuk menakhodai PWNW Sultra setelah dipilih peserta Muswil pada Kamis malam (26/09/2019) lalu. Sebelum pelantikan terlebih dulu dibacakan SK PBNW oleh Sekjend PBNW Prof. Dr H Fakhrurrozi MA.

Dalam amanatnta Ketua Umum PBNW mengajak semua pengurus dan wrag NW Sultra untuk mengawal dan menjaga NW yang didirikan Bapak Maulana Syaikh dengan tetap Sami’na Waato’na dengan yakin, ikhlas, dan Istiqomah.

“Nahdlatul Wathan telah banyak membawa manfaat, perjuangan itu harus dinikmati dengan penuh keindahan. Disaat ada masalah kita hadapi dengan santai dan bahagia, senyuman, jangan dengan emosi atau amarah,”ungkapnya.

Lanjutnya, yang membuat sulit suatu pekerjaan itu ialah karena diri kita sendiri. Kita kerja dari hati, ketika kita jadi pengurus harus memperhatikan anggota dan bangun komunikasi yang intensif dengan warga dan pengurus dibawahnya agar tersebar NW di seluruh Nusantara ini.

“Kepada pengurus baru harus banyak silaturrahim, Hiziban bersama karena dengan inilah pengurus bisa lebih aktif dan terbangunnya rasa kekeluargaan. Jalin hubungan baik sesama manusia dilingkungan kita masing-masing. Tapi kalau ada masalah kecil jangan diremehkan cepat diselasaikan karena bisa menjadi masalah besar,”pintanya.

Di dunia ini khususnya di NW kita mencari bekal untuk akherat, jadi ketika umur kita puluhan tahun terus mati masuk neraka itu sama artinya sia-sia karena hidup di dunia ini mencari keridooan Allah dan tentunya bisa kita masuk syurga.

Oleh karena itulah kita sama-sama memperjuangkan Nahdlatul Wathan harapan Bapak Maulana Syaikh. Kita kompak, utuh bersatu, membela Nahdlatul Wathan dan jangan menjadi kader pembangkang dan dalam berjuang di Nahdlatul Wathan tidak boleh mengedepankan ego karena itulah yang menimbulkan perselisihan maupun perpecahan.

“Nahdlatul Wathan adalah amanah dari pendiri nya untuk kita sama-sama berjuang dengan semangat Ikhlas dengan kebersihst hati supaya kita bisa masuk surga bigairi hisab,”pungkasnya.

TGH Anas Hasyri QH, dalam pengajiannya menyampaikan bahwa keberkahan yang ada pada Maualanasyaikh mengalir kepada Syaikhuna Tuan Guru Bajang Ketu Umum PBNW.

“Semoga pondok pesantren ini terus berkembang karena dulu tempat ini adalah hutan, dan tetap mengalir keberkahan guru besar kita untuk menyebarkan panji panji Nahdlatul Wathan ditanah Sulawesi ini,”kenangnya.

Lanjutnya, berjuanglah untuk kebaikan dan bagi semua orang berbeda-beda cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Marilah dengan suatu perbedaan kita bersatu dalam berjuang untuk Nahdlatul Wathan, karena kalau semua mau jadi ketua atau bendahara siapa yang mau jadi anggota,”tandasnya.

Diakhir acara dilakukan pembukaan Expo NW Sultra dan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Ponpes Darul Ulum Nahdlatul Wathan oleh Ketua Umum PBNW. (ari)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or