Seorang Petani Kuasai Sabu Diciduk Aparat

Seorang Petani Kuasai Sabu Diciduk Aparat

Lombok Tengah SR – Karena menguasai alias memiliki narkoba jenis sabu, seorang petani di Dusun Sereneng, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kab. Loteng, Prov. NTB) diciduk (tangkap) aparat kepolisian.

            Peredaran dan penyalahgunaan terhadap barang haram narkoba khususnya jenis sabu saat ini terbukti tidak hanya merambah di wilayah perkotaan saja, disebabkan belum lama ini aparat kepolisian Polres Loteng, yang berhasil mengungkap keberadaan beredarnya barang haram  terdapat di salah satu dusun terdapat di wilayah Kab. Loteng. Parahnya lagi, terduga pelaku pengedar sekaligus pengguna barang haram yang ditangkap ini diketahui kesehariannya berprofesi sebagai seorang petani.

            Terkait adanya penangkapan terhadap terduga pelaku pengedar dan penyalahguna barang haram jenis sabu ini disampaikan langsung di tempat kerjanya, Kapolres Loteng, AKBP Kholillur Rochman SIK, SH, MH, melalui Kasat Resnarkoba Polres Loteng, AKP Muahimin, Selasa (03/04). Dimana penangkapan ketika itu sukses dilakukan dari hasil kegiatan rutin Satresnarkoba. “Penangkapan terduga pelaku pengedar sekaligus pengguna narkoba sabu berhasil kita lakukan di Dusun Sereneng, Desa Mertak terhadap seorang petani pada hari Senin (02/04), malam sekitar Pukul 22. 03 Wita,” terang, AKP Muhaimin.

            Ketika penangkapan dilakukan aparat saat itu, dari tangan pria yang kesehariannya berprofesi sebagai petani dengan inisial MS (29) ini, selain aparat berhasil mengamankan terduga pelaku juga berhasil diamankan sejumlah barang bukti (bb). Diantaranya bb berupa, tiga bungkus plastik paket kecil berisi sabu, tiga buah bungkus plastik paket kecil bekas sabu, korek api gas, dan rangkaian bong atau alat hisap sabu.

            Berhasilnya aparat melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku yang kini telah mendekam di sel tahanan milik Mapolres Loteng guna menjalani proses hukum selanjutnya ini, tidak lepas juga karena kerjasama dan informasi yang didapatkan dari sejumlah anggota masyarakat. “Alhamdulillah, koordinasi yang baik dengan sejumlah warga anggota masyarakat juga menjadi faktor pendukung suksesnya penangkapan terhadap terduga pelaku. Saat ini kita masih sedang melakukan pemeriksaan dan pengembangan penyelidikan lebih mendalam lagi,” jelasnya.

            Upaya pemberantasan dan penindakan tegas terhadap pelaku baik itu pengedar ataupun penyalahgunaan terhadap narkoba saat ini terus sigap untuk dilakukan aparat kepolisian, tidak terkecuali dengan anggota Polres Loteng. Hal ini dilakukan semata – mata untuk memutus mata rantai peredaran gelap dan penyalahgunaan terhadap narkoba. Aparat pun dalam hal ini tidak akan pandang bulu, baik itu pelaku dari kalangan ataupun tingkatan manapun selama memang terbukti melakukan peredaran atau penyalahgunaan narkoba maka akan dilakukan penangkapan.

            Terakhir diungkapkan AKP Muhaimin, atas perbuatannya pelaku nanti akan di jerat dengan Pasal 112 (1) dan atau Pasal 127 (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. “Ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati,” tegasnya. (ang)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or