Polres Loteng Tangkap Terduga Pelaku Illegal Logging

Polres Loteng Tangkap Terduga Pelaku Illegal Logging

Lombok Tengah SR : Aparat kepolisian yang tergabung dalam anggota Unit Tipiter Satreskrim Polres Lombok Tengah (Loteng), Selasa (20/03) lalu, berhasil menangkap terduga pelaku illegal loging atau pembalakan liar terhadap sejumlah kayu yang berada di hutan Kabupaten Loteng, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Prov. NTB).

Terduga pelaku yang berhasil ditangkap aparat ketika itu tengah mengangkut sejumlah kayu yang diduga hasil pembalakan liar tersebut melaju di jalan raya Mantang – Sweta dengan menggunakan kendaraan roda empat jenis carry pick up. Sayangnya aparat ketika melakukan penangkapan waktu itu, salah satu dari terduga pelaku berhasil melarikan diri.

Kapolres Loteng, AKBP. Kholillur Rochman S.iK, SH, MH melalui Kasatreskrim Polres Loteng, AKP. Rafles P. Girsang, di ruang kerjanya, Kamis (22/3) menegaskan bahwa dimana salah satu dari terduga pelaku yang berhasil ditangkap diketahui berinisial HM (21), warga Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara.

“Sementara satu lagi terduga pelaku inisial MZ (32) yang berhasil melarikan diri saat kita lakukan penangkapan, tapi identitasnya pun sudah kita kantongi,” jelasnya.

Ketika itu, selain menangkap salah satu terduga pelaku, barang bukti (bb) sebanyak 40 kayu jenis Mahoni yang telah berubah menjadi lembaran papan dan juga satu unit mobil carry pick up pun berhasil diamankan aparat. Penangkapan pun berhasil dilakukan tidak lepas atas kerjasama dan informasi didapatkan aparat dari sejumlah masyarakat.

Aparat yang mendapatkan informasi saat itu langsung bergerak cepat guna melakukan pengecekan ke lokasi. “Berdasarkan informasi yang kita dapatkan, segera kita melakukan pengecekan di lokasi. Dan ternyata benar, sekitar pukul 05. 20 Wita pagi kita dilokasi melihat satu unit mobil carry pick up yang bermuatan kayu melintas di jalan raya Desa Benang Setokel,” terangnya.

Selanjutnya pengejaran terhadap terduga pelaku pun dilakukan aparat dikarenakan terduga pelaku saat itu tidak mau menghentikan laju kendaraannya. Malah yang ada sebaliknya semakin tancap gas hingga pada akhirnya kendaraan yang dikemudikan terduga pelaku terguling.

Terkahir ditambahkan, modus yang digunakan terduga pelaku yakni membawa hasil hutan menggunakan carry pick up, setelah kayu disusun rapi lalu ditutup menggunakan terpal. Guna mengelabui aparat selanjutnya diatas terpal dimuat pisang. “Atas perbuatannya terduga pelaku akan dikenakan Pasal 83 ayat (1) huruf a.  Pidana paling lama 5 tahun penjara,”. (ang).

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or