Polres Loteng Gelar Kasus Penganiyaan yang Menimpa NN

Polres Loteng Gelar Kasus Penganiyaan yang Menimpa NN

Lombok Tengah SR- Setelah satu bulan lamanya, polres Lombok Tengah (Loteng) mendalami laporan dengan nomor LP/10/1/2020/NTB/ res Loteng. Hari ini, (Kamis 06/02) kasus penganiyaan yang menimpa korban inisial NN digelar.
“Setelah memanggil beberapa saksi, baik terlapor ataupun pelapor, dan dinyatakan sudah lengkap, hari ini kasus penganiyaan yang menimpa NN, warga Dusun Muntung Lisong Desa Semoyang Kecamatan Praya Timur Loteng, kita gelar,” kata Kanit PPA Polres Loteng IPDA Ni Luh Putu Titin Rahayu Sutrisna S. Tr.K., Rabu (05/02).
Dikatakan, adapun kronologis kejadiannya pada tanggal 7 Januari tahun 2020, sekitar Jam 9 telah terjadi penganiayaan, dimana korban (NN), saat itu lagi menggendong anaknya dan tiba tiba datang pelaku (Hl) dan pelaku langsung menanyakan korban dengan bahasa, kenapa kamu tuduh anakku buang sandal anakmu pada saat mengaji di masjid. Mendengar tuduhan yang dilontarkan pelaku, korban pun menjawab,  tidak pernah menuduh, cuman dirinya bertanya kepada anakmu.
Tidak puas dengan jawaban korban, pelaku kembali bertanya, kenapa kamu memukul anakku didepan orang banyak dan cekcok pun tak bisa terelakkan antara pelaku dan korban.
Antara pelaku dan korban, lokasi rumahnya jarak pagar dan pelaku langsung mau memukul korban tapi, saat itu korban lagi nasib baik dan tidak kena disebabkan terhalang pagar.
Tidak puas, pelakupun langsung mengambil batu dan langsung melempar korban, sehingga mengakibatkan korban terkena lemparan tersebut. Adapun korban terkena bagian dada dan anaknya juga menjadi korban atas kejadian tersebut korban melaporkan kejadian tersebut ke polres Loteng.
“Kebetulan korban saat itu sedang menggendongnya anaknya, dan masih menyusui. Ketika kena lemparan batu di dadanya, otomatis batu tersebut terjatuh dan menimpa anaknya,” paparnya.
Selanjutnya, baik saksi ataupun beberapa Barang Bukti (BB) berupa batu yang dipakai pelaku, sudah ada di Polres, termasuk bukti visum.
Sudah penyelidikan semua sudah di periksa terlapor sudah dipriksa. Tunggu hasil gelar, besok pagi gelar.
Ni Luh Putu Titin menambahkan, dari beberapa kronologi dan hasil keterangan saksi, pelaku telah melanggar undang undang penganiayaan, dengan pasal 351 ayat 1 tentang penganiyaan, dengan hukuman 2 tahun 8 bulan dan denda Rp 4. 500 rupiah. (ap)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or