Pesta Bau Nyale di Loteng Makan Korban Jiwa

Pesta Bau Nyale di Loteng Makan Korban Jiwa

Lombok Tengah SR – Sungguh tragis sekaligus mengenaskan seorang wisatawan lokal meregang nyawa, karena menjadi korban pembacokan ketika menjadi salah satu pengunjung di acara puncak Festival Pesona Bau Nyale 2018, di Pantai Seger, Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (07/03) lalu.
Korban tewas disekitar lokasi acara Festival Pesona Bau Nyale ternyata diketahui warga bernama, Mansur (40) salah seorang warga Dusun Otak Dese, Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kab. Loteng.
Korban yang kesehariannya diketahui berprofesi mencari nafkah hanya sebagai seorang montir mobil, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya ini harus kehilangan nyawa disaat ribuan orang dari berbagai daerah yang sedang asyik menikmati berbagai kegiatan acara yang disuguhkan panitia pelaksana.
Peristiwa adanya kejadian pembacokan menyebabkan korban tewas ini dibenarkan Kapolres Loteng, AKBP. KHolillur Rochman S.iK, SH, MH, melalui Kapolsek Kuta, AKP. Saogi. Adapun kronologis kejadian sebelum korban akhirnya tewas mengenaskan, dimana korban saat itu sekitar pukul 02. 33 Wita dini hari dalam kerumunan acara tiba – tiba saja dibacok orang tidak dikenal.
“Korban mengalami luka sobek dibagian dada sebelah kiri, luka sayatan juga terdapat dilengan sebelah kiri korban. Melihat dari luka – luka yang dialami korban bukan tidak mungkin karena disebabkan senjata tajam digunakan pelaku ketika itu,” terang Kapolsek Kuta.
Ketika korban diketahui sejumlah warga tiba – tiba roboh bersimbah darah lanjutnya, saat itu pula tanpa dikomando beberapa warga yang kebetulan saat itu berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pun spontan langsung berusaha menyelamatkan dengan cara secepatnya mengevakuasi korban menuju ke Puskesmas Kuta. Namun sayangnya korban di Puskesmas yang belum sempat mendapatkan perawatan secara intensif keburu meninggal dunia.
Menurut laporan sementara diterima pihak kepolisian, pelaku pembacokan diduga adalah salah satu dari para pemuda yang ketika itu tendanya bersebelahan tidak jauh dari tenda milik korban bersama istri tercintanya, Hartini (35). Berawal disaat korban dan istrinya tengah asyiknya beristirahat dalam tenda terdengar beberapa kali oleh korban adanya suara lemparan pasir bercampur kerikil mengenai tendanya.
Disebabkan diketahui lemparan tidak hanya sekali dan berasal dari tenda sebelah milik para pemuda, maka korban pun berinisiatif menanyakan maksud sejumlah pemuda melakukan pelemparan secara berungkali tadi.
“Akan tetapi pertanyaan korban tidak lantas direspon baik para pemuda, malah terjadi percekcokan ketika itu, tak disangka korban, ternyata salah satu dari para pemuda melakukan pembacokan terhadap dirinya. Korban pun sempat lari menyelamatkan diri, namun karena tidak kuat menahan luka dialami pada akhirnya korban pun lemah dan tersungkur diatas pasir bersimbah darah,” ungkapnya miris.
Lebih mengesalkan lagi, meskipun korban yang sudah diketahui dalam kondisi lemah tak berdaya dan posisi telah tersungkur bersimbah darah akan tetapi para pemuda terduga pelaku masih saja melakukan penganiayaan terhadap korban. Anggota TNI tergabung bersama Polri dan Pol.PP mendengar adanya keributan langsung seketika itu bergerak cepat menuju ke lokasi atau TKP.
Namun petugas saat itu terlambat, dan terduga pelaku penganiayaan sudah keburu lolos melarikan diri, sehingga tak ada satupun pelaku yang berhasil ditangkap petugas.
“Sekitar Pukul 03.30 Wita, dari pihak keluarga korban pun datang menjemput jenazah korban di Puskesmas dan jasad langsung dibawa ke rumah duka di Dusun Otak Dese untuk disemayamkan hari itu juga. Untuk para pelaku secepatnya kita akan lakukan penangkapan, saat ini kita masih sedang lidik,” pungkasnya. (ang)
Advertisements

Share this post

Post Comment

Or