Pelaku Curanmor Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Pelaku Curanmor Nyaris Tewas Dihakimi Massa

 

Lombok Tengah SR : Pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kab. Loteng, Prov. NTB) nyaris tewas dihakimi massa.

Tepatnya pada hari Sabtu (07/04), pagi sekitar Pukul 07.31 Wita, salah satu pelaku curanmor mengalami nasib na’as karena dihakimi massa. Pasalnya pelaku kepergok warga ketika sedang menjalankan aksinya di sekitar wilayah Desa Persiapan Prako, Kecamatan Janapria, Kab. Loteng.

Kejadian ini dibenarkan langsung di tempat kerjanya, Kapolres Loteng, AKBP. Kholillur Rochman S.iK, SH, MH, melalui Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP. Rafles P. Girsang, Selasa (10/04). Dimana salah satu pelaku curanmor tidak lain adalah rekan pelaku yang nyaris tewas dihakimi massa ketika itu berhasil kabur menyelamatkan diri dari amuk massa yang beringas.

Adapun pelaku yang nyaris tewas dihakimi massa adalah BM (25), warga Desa Beleke, Kecamatan Praya Timur. Sementara salah satu rekan pelaku yang berhasil kabur dari keterangan pelaku BM berinisial SM (21), warga Desa Bilelando juga Kecamatan Praya Timur, Kab. Loteng. “Pelaku BM kini sudah kita amankan untuk kita periksa lebih lanjut, sedangkan SM yang berhasil kabur saat ini masih kita lakukan perburuan,” tegas, AKP Rafles P. Girsang.

Lanjut dijelaskan, pelaku BM bersama SM kepergok melakukan aksi kejahatannya terhadap seorang korban perempuan atas nama Husniati (31), warga BTN Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kab. Loteng. Ketika itu kejadian berawal di saat SM (Rekan pelaku BM yang berhasil melarikan diri, Red) hendak melakukan pencurian terhadap sepeda motor milik korban (Husniati, Red) yang saat itu kebetulan terpakir di halaman rumah orang tua korban yang berada di wilayah Desa Persiapan Prako.

Dimana saat itu korban berkunjung ke rumah orang tuanya untuk mampir sarapan, dan ketika korban sedang asyik sarapan di dalam dapur rumah milik orang tuanya itulah korban sempat mendengar bunyi “ctek” seperti suara bunyi standar motornya dilipat naik oleh seseorang. Benar saja, ternyata dugaan korban tidak meleset, dikarenakan korban yang sempat menengok keluar dari jendela melihat adanya seorang laki – laki remaja sedang berusaha melarikan atau mencuri sepeda motornya. “Curiga dengan suara standar motornya dilipat seseorang, korban pun langsung keluar dari rumah orang tuanya sembari berteriak maling. Disebabkan pelaku SM ketika itu sudah menghidupkan sepeda motor korban, namun berhasil ditarik bajunya oleh korban,” jelasnya.

Mendengar teriakan korban saat itu, warga yang berada disekitar lokasi kejadian pun langsung berhamburan keluar rumah guna menolong korban dari aksi curanmor kedua pelaku. Salah satu pelaku BM pun ketika itu berhasil ditangkap sejumlah warga, dan disaat itulah terjadi aksi main hakim dilakukan sejumlah warga terhadap pelaku BM hingga akhirnya babak belur, benyok dan nyaris tewas karena dikeroyok sejumlah warga yang sudah terlanjur emosi melihat aksi pelaku.

Beruntung ketika itu sejumlah anggota kepolisian dari Polsek Janapria yang mendapat informasi pun cepat datang menuju ke lokasi kejadian sehingga pelaku BM pun berhasil diselamatkan dari amuk massa. Selain berhasil mengamankan salah satu pelaku, aparat pun ketika itu juga langsung mengamankan barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan kedua pelaku beraksi, yakni sepeda motor jenis Yamaha Vega ZR warna hitam tanpa nomor polisi (nopol), nomor rangka MH35D9002AJ630465, nomor mesin 5D9 – 636536, serta mata Kunci Leter T juga Kunci Segi Tiga. “Nantinya atas perbauatannya pelaku pun akan dikenakan Pasal 365 KUHP, dengan ancaman diatas lima tahun penjara,” tandasnya. (ang)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or