Capai Target, Kementrian Pertanian Optimalkan Pemanfaatan Alsintan

Dompu SR – Kegiatan monitoring dan evaluasi optimalisasi pemanfaatan Alat Mesin Pertanian (alsintan) yang dilakukan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten  Dompu yang dihadiri Dirjen Kementrian Pertanian, pada Kamis pekan lalu, di Aula, kantor Dinas setempat dihadiri Kapala Balai Penyuluh Pertanian (BPP), UPTD, Kodim 1614,  Dompu.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten  Dompu Ir. H Fahrurrazi, kepada Suara Rinjani, usai kegiatan mengatakan kehadiran Dirjen Pertanian PSP, dalam rangka pemanfaatan Alsitan secara optimal dan meningkatkan hasil  usaha produktifitas pentane.
Dirjen Pertanian melalui team monitoring dan vasilitator alsintan Ir.Rahmanto M. Si., mengungkapkan bahwa  kebijakan kementerian pertanian pusat maupun dari Dinas Pertanian Propinsi NTB.  Begitu banyak bantuan untuk alsintan yang diberikan pada masyarakat petani untuk kelompok tani.
“Keinginan dari kementrian pertanian bahwa alsintan dimanfaatkan secara optimal karena menghabiskan anggaran besar dan dipergunakan sebaik baiknya,  karena kalau tidak di manfaatkan dengan baik, maka ini akan menjadi bahaya, sebab rugi negara ini,” ungkapnya.
Lanjutnya, kami di sini ditugaskan dari Kementrian Pertanian untuk memantau pelaksanaan Alsintan yang diberikan ke masyarakat petani  pada 2015, 2016, 2017, di Kabupaten Dompu.
“Dalam bentuk kegiatan Alsintan, mulai sekarang di berikan mekanisme pelaporan harian kondisi alsintan seperti apa, pemanfaatannya seperti apa,” jelasnya.
Keinginan capaian dari Kementrian Pertanian memberikan bantuan dengan capain target- target untuk masyarakat petani harus mampu mengelola tanah satu musim tanam 1unit roda dua hantrakto 30 ha. roda empat 35 ha. Combain 60 ha. satu musim tanam.
Adapun pengalokasian alsintan ini melalui kelompok tani dengan tujuan untuk meningkatkan produktifitas hasil petani,  dimana alsintan itu dimonitor pemanfaatan dan capaian target.
“Sesuai kebijakan dari Kementrian  Pertanian melalui masyarakat petani dengan bantuan alsintan dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya ,”pungkasnya. (Mul)

KSB Di Kunjungi Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional

Satu Desa Didorong Punya Satu Industri

Sumbawa Barat, SR — Kabupaten Sumbawa Barat dikunjungi anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional/KEIN RI. Lembaga negara non struktural ini mendorong KSB untuk membangun satu desa satu industri.
Tujuan digelontorkannya dana desa hingga Rp. 2 Miliar perdesa oleh Pemerintah adalah agar pembangunan dimulai dari desa. Praktik ini menganut sistem yang telah berhasil dilakukan oleh Korea Selatan dengan gerakan Saemaul Undong (desa membangun). Dalam delapan tahun, desa-desa di Korsel mampu membangun dan menjadi desa mandiri. Bahkan di Korsel satu desa telah memiliki satu industri.
Praktik gerakan Saemaul Undongyang membangun mental juga dilaksanakan oleh Cina yang berhasil dilaksanakan dalam waktu 15 tahun dan Jepang 18 tahun. ‘’Nah kita ingin meniru itu, kita pengen membangun satu desa satu industri atau gerakan Desa Emas/Enterpreneur, Mandiri, Aman dan Sejahtera,” kata anggota KEIN RI, Aries Muftie di ruang rapat utama Gedung Graha Fitrah, Jum’at pagi (9/03/2018) lalu.
Untuk melaksanakannya, yang pertama harus dibangun adalah tiga karakter/mental yakni mental tekun, swadaya dan gotong royong. KSB pun telah memiliki semangat ini, yakni Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh. Tinggal bagaimana membina desa untuk mengelola anggarannya yang besar untuk diarahkan membentuk industri/BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang produktif, tidak mengenal riba dan mensejahterakan warganya.
 ‘’Inilah fungsi kami, kami keliling ke setiap desa di seluruh Indonesia untuk memberikan masukan guna mendorong pembangunan agro industri di desa berbasis pertanian jagung dan padi serta keuangan desa, dengan pendampingan dari PT. Bank Muamalat. Minimal kalau tidak bisa satu desa satu industri, maka satu desa satu produk yang bisa dijual,” jelasnya.
Hadir dalam kunjungan kerja dan silaturrahmi ini, manajemen PT. Bank Muamalat Mataram, Sekda KSB H. Abdul Azis, S.H., M.H, Asisten Ekbang Setda KSB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si, Staf Ahli Bupati, sejumlah Kepala OPD dan Kepala Bagian Sekretariat Daerah KSB.
Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T dalam sambutannya mengatakan, KSB memiliki banyak potensi, pertama sektor pertanian terutama tanaman padi dan jagung, bahkan surplus. Kedua sektor kelautan & perikanan, yang alhamdulillah Kamis kemarin Bupati bersama warga telah melakukan ekspor perdana rumput laut, sektor ini sangat potensial. Ketiga sektor pertambangan, KSB kaya akan mangan, kapur dan emas. Di KSB pertambangan profesional telah dilaksanakan oleh PT. AMNT.
Soal pembangunan di Desa, desa telah diberikan dana besar oleh pemerintah. Namun ini adalah beban berat. Kucuran dana yang besar tidak diikuti dengan reformasi aparatur untuk mengelola. Banyak aparatur di desa minim pendidikan dan kapasitasnya.
 ‘’Kami berharap KEIN RI memberikan advise (saran dan solusi) agar harapan satu desa satu projek, satu industri atau BUMDes dapat terwujud di KSB, yang tentunya untuk kesejahteraan warga. Minimal 3 saja yang mudah-mudahan bisa terwujud tujuh bulan ke depan,” jelas Wakil Bupati.
Sebagai pembisik presiden, kami juga mengharapkan disampaikan ke Presiden, agar Pemerintah mengeluarkan regulasi tentang gotong royong, seperti halnya di KSB telah membentuk Perda, yakni Perda Nomor 3 Tahun 2016. KSB juga merupakan daerah terisolasi, konektivitas belum baik.
 ‘’Kami sudah bangun bandara dan dermaga, maka bantu kami KSB agar konektivitas transportasi yang mendukung kemajuan daerah dapat terwujud,” ungkap Wakil Bupati.
Asisten Bidang Ekbang Setda KSB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si mengungkapkan, KSB memiliki sejumlah keunggulan, seperti jumlah penduduk yang relatif sedikit dibanding kabupaten/kota lain di NTB. Tingkat kemiskinan yang cukup kecil. Tingkat IPM yang paling tinggi diantara delapan kabupaten di Provinsi NTB. Selain itu, setiap desa di KSB memiliki potensi, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan termasuk pariwisata.
‘’Dalam waktu dekat kami akan membentuk tim untuk kemudian bersama KEIN RI mendorong satu desa satu industri di NTB,” jelasnya.(lal/hum)

Buru Jejak Kumpul, Percayakan NTB Dipimpin Ali Sakti

TGH Adil Fadil Tohir: Saya Lebih Percaya Ali Sakti, dari Yang Lain
LOMBOK TENGAH SR– Organisasi Buru jejak Kumpul Desa Bilelando Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), kompak mendukung paket Ali Sakti, sebagai calon Gubernur NTB, priode 2018 2023.
Dukungan tersebut disampaikan secara langsung oleh pimpinan dan Pembina organisasi Buru Jejak Kumpul, H Rais Samsul Huda (Pimpinan) dan HL. Wiratmaja (Pembina), beberapa waktu lalu.
Dalam acara silaturrahmi, yang dihadiri oleh langsung oleh calon Gubernur nomor urut 4Ali Sakti, 1760 anggota buru jejak kumpul Bilelando, TGH Adil Fadil Tohir (Adik Bupati Loteng), Babinsa, Babinkamtibmas dan sejumlah tokoh lainnya.
Dalam sambutannya ketua buru jejak Kumpul, H Rais Samsul Huda mengaku, sosok Ali BD dan Gede Sakti, layak untuk didukung oleh buru jejak Kumpul. Pasalnya sosok Ali BD, ia kenal sebagai tokoh pemikir dan mantan LSM yang paham dengan kondisi NTB saat ini.
“Dengan pengalamannya sebagai mantan LSM dan Bupati dua Priode, kami dari anggota organisasi buru jejak kumpul, mempercayakan Ali Sakti pimpin NTB 5 tahun kedepan,” katanya di hadapan anggotanya.
Ia menambahkan, selain ahli dibidang pemerintahan dan peduli kepada NTB, sosok Ali BD dengan Gede Sakti, dua tokoh kharismatik. Gede Sakti minsalnya, beliau adalah putra tokoh  Loteng. Dimana almarhum Gede Wiresentane, adalah bapaknya Gede Sakti.
Dimana beliau dikenal masyarakat Loteng pada khususnya dan NTB pada umum, sangat tegas, adil dalam bertindak dan mengambil keputusan, serta memiliki kharismatik tersendiri. Selain itu beliau juga adalah Cucu pendiri NWDI. Dan beliau adalah cucu tertua.
“Intinya tidak ada jalan untuk meragukan kemampuan dua tokoh ini, makanya kami sepenuhnya memberikan dukungan kepada dua tokoh ini,” akunya.
Sementara itu  Pembina buru jejak kumpul HL Wiratmaja (Miq Ngoh), membeberkan sejarah hubungan antara datu tuan dengan TGH Umar Kelayu. Dimana Ali BD ini merupakan keturunan TGH Umar Kelayu Lombok Timur.
Semenjak adanya informasi, beliau (ALI BD), ingin maju sebagai calon Gubernur, pihaknya secara pribadi bersama keluarga, langsung menyambut baik dan bahkan, beliau juga sempat minta pendapat kepada dirinya, terkait majunya dalam Pilgub NTB.
“Secara pribadi saya sangat malu ketika beliau (ALI BD), minta restu dari saya, tapi itulah beliau, kendati saya saat ini tidak menjabat sebagai apa apa, namun beliau masih menaruh hormat dan itu dilakukan atas nama keluarga,” bebernya.
Mantan Bupati Loteng  ini menambahkan, kemajuan di Loteng di bawah pimpinan Suhaili, sejauh ini pihaknya menilai tidak ada. Sebab beberapa pembangunan yang telah dibangun, itu semua merupakan hasil dirinya ketika menjabat sebagai Bupati.
“Secara kasat mata betul itu hasilnya Suhaili, hanya saja semua usulan sudah masuk dan tinggal dilanjutkan, makanya saya menilai pembangunan yang ada sudah ada dan tinggal dikemas saja,” katanya.
Selain itu, jalan jalan di Loteng, itu semua hasil hutang, termasuk pembangunan pasar Jelojok yang saat ini menelan anggaran Rp 79 Miliar. Dan itu semua akan terbangun dari hutang pemerintah.
Oleh sebab itu, pihaknya selaku masyarakat Loteng tidak bangga dengan beberapa pembangunan di Loteng, sebab itu semua hasil dari hutang. “Yang peka dan tau sejarah pembangunan di Loteng, pasti mereka tersenyum. Sebab tidak ada pembangunan di Loteng, kecuali dibangun dengan cara ngutang. Termasuk pembangunan pasar Jelojok Kecamatan Kopang Loteng,” terangnya.
Sedangkan disisi lain lanjutnya, Ali BD membangun pasar, membangun kantor Bupati dan yang lainnya, itu tidak menggunakan utang, namun itu murni hasil usaha yang dilakukannya. Oleh karena itu, keberhasilan yang dicapai Ali BD dengan calon lain, Ali BD masih di atas rata rata.
Sementara itu ketua pemenangan Ali Sakti TGH Adil Fadil Thohir (Adik Kandung Suhaili) mengaku, pihaknya bersama keluarga tidak mendukung kakaknya (Suahili). Ada beberapa hal yang membuat dirinya tidak mendukung kakaknya sendiri.
Pertama pihaknya masih sayang kepada Suhaili membangun Loteng, kedua pihaknya tidak menginginkan seorang pejabat yang ingin memperkaya diri. Sebab selama ini pihaknya melihat sejumlah pejabat lebih mementingkan hak pribadinya dari pada masyarakat.
“Saya sengaja memaparkan ini, biar ini tidak jadi fitnah dan masyarakat tidak lagi bertanya Tanya, kenapa dirinya tidak mendukung kakaknya,” ungkapnya.
Dan sosok Ali BD dan Sakti, itulah satu satunya calon yang betul betul ingin berbuat bagi daerah, bukan mencari keuntungan dan popularitas sebagai Gubernur dan wakil Gubernur. “Saya sangat sedih melihat, ketika seseorang mengejar jabatan untuk meraih keuntungan pribadi, makanya saya tidak mau mendukung kakaknya sendiri dan lebih memilih Ali Sakti, yang ingin berbuat bagi daerahnya sendiri,” ujarnya.
Sementara itu dalam orasinya Ali BD mengatakan, suku sasak sudah dikenal oleh dunia, yang memiliki kehebatan dari pada suku yang lain. Sasak sulit hancur karena dinilai agamanya kuat, oleh karenanya, kenapa pihaknya sebelumnya sempat mengatakan bahwa tidak ada di dalam agama disebutkan, wisata halal.
Dimana mana tempat wisata, pasti setan itu selalu ada. “Saya sangat suka dengan dunia wisata, tetapi di sisi lain, saya juga tidak menginginkan akibat wisata itu, agama rusak,” katanya.
Mantan politisi PKB ini menambahkan, terkait majunya dia bersama Sakti, tentunya itu melalui proses panjang, namun Alhamdulillah, apa yang menjadi tujuan membangun daerah, ternyata sama dengan yang diinginkan Sakti.
Majunya dirinya bersama Gede Sakti melalui jalur independen, bukan berarti tidak adanya kendaraan partai politik. Namun ini merupakan keinginan bersama, sebab jika kelak di ijinkan oleh Allah memimpin NTB.
Tidak ada satupun program yang disetir oleh partai politik, sebab majunya dirinya bersama Gede Sakti, itu murni dukungan masyarakat yang cinta terhadap daerahnya sendiri.
“Saya bersama Gede Sakti ingin memajukan NTB ini bersama rakyat, bukan atas perintah partai politik, sehingga dirinya maju membangun daerah melalui independen bukan partai politik,” tutupnya. (AP)

Pesta Bau Nyale di Loteng Makan Korban Jiwa

Lombok Tengah SR – Sungguh tragis sekaligus mengenaskan seorang wisatawan lokal meregang nyawa, karena menjadi korban pembacokan ketika menjadi salah satu pengunjung di acara puncak Festival Pesona Bau Nyale 2018, di Pantai Seger, Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (07/03) lalu.
Korban tewas disekitar lokasi acara Festival Pesona Bau Nyale ternyata diketahui warga bernama, Mansur (40) salah seorang warga Dusun Otak Dese, Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kab. Loteng.
Korban yang kesehariannya diketahui berprofesi mencari nafkah hanya sebagai seorang montir mobil, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya ini harus kehilangan nyawa disaat ribuan orang dari berbagai daerah yang sedang asyik menikmati berbagai kegiatan acara yang disuguhkan panitia pelaksana.
Peristiwa adanya kejadian pembacokan menyebabkan korban tewas ini dibenarkan Kapolres Loteng, AKBP. KHolillur Rochman S.iK, SH, MH, melalui Kapolsek Kuta, AKP. Saogi. Adapun kronologis kejadian sebelum korban akhirnya tewas mengenaskan, dimana korban saat itu sekitar pukul 02. 33 Wita dini hari dalam kerumunan acara tiba – tiba saja dibacok orang tidak dikenal.
“Korban mengalami luka sobek dibagian dada sebelah kiri, luka sayatan juga terdapat dilengan sebelah kiri korban. Melihat dari luka – luka yang dialami korban bukan tidak mungkin karena disebabkan senjata tajam digunakan pelaku ketika itu,” terang Kapolsek Kuta.
Ketika korban diketahui sejumlah warga tiba – tiba roboh bersimbah darah lanjutnya, saat itu pula tanpa dikomando beberapa warga yang kebetulan saat itu berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pun spontan langsung berusaha menyelamatkan dengan cara secepatnya mengevakuasi korban menuju ke Puskesmas Kuta. Namun sayangnya korban di Puskesmas yang belum sempat mendapatkan perawatan secara intensif keburu meninggal dunia.
Menurut laporan sementara diterima pihak kepolisian, pelaku pembacokan diduga adalah salah satu dari para pemuda yang ketika itu tendanya bersebelahan tidak jauh dari tenda milik korban bersama istri tercintanya, Hartini (35). Berawal disaat korban dan istrinya tengah asyiknya beristirahat dalam tenda terdengar beberapa kali oleh korban adanya suara lemparan pasir bercampur kerikil mengenai tendanya.
Disebabkan diketahui lemparan tidak hanya sekali dan berasal dari tenda sebelah milik para pemuda, maka korban pun berinisiatif menanyakan maksud sejumlah pemuda melakukan pelemparan secara berungkali tadi.
“Akan tetapi pertanyaan korban tidak lantas direspon baik para pemuda, malah terjadi percekcokan ketika itu, tak disangka korban, ternyata salah satu dari para pemuda melakukan pembacokan terhadap dirinya. Korban pun sempat lari menyelamatkan diri, namun karena tidak kuat menahan luka dialami pada akhirnya korban pun lemah dan tersungkur diatas pasir bersimbah darah,” ungkapnya miris.
Lebih mengesalkan lagi, meskipun korban yang sudah diketahui dalam kondisi lemah tak berdaya dan posisi telah tersungkur bersimbah darah akan tetapi para pemuda terduga pelaku masih saja melakukan penganiayaan terhadap korban. Anggota TNI tergabung bersama Polri dan Pol.PP mendengar adanya keributan langsung seketika itu bergerak cepat menuju ke lokasi atau TKP.
Namun petugas saat itu terlambat, dan terduga pelaku penganiayaan sudah keburu lolos melarikan diri, sehingga tak ada satupun pelaku yang berhasil ditangkap petugas.
“Sekitar Pukul 03.30 Wita, dari pihak keluarga korban pun datang menjemput jenazah korban di Puskesmas dan jasad langsung dibawa ke rumah duka di Dusun Otak Dese untuk disemayamkan hari itu juga. Untuk para pelaku secepatnya kita akan lakukan penangkapan, saat ini kita masih sedang lidik,” pungkasnya. (ang)

ALI-SAKTI Sang Pemimpin Visioner yang Dekat dengan Rakyat

Ali-Sakti, pasangan Cagub-Cawagub Provinsi NTB 2018-2023 yang loyal di hati masyarakat dari berbagai kalangan. Masyarakat petani, pedagang/wiraswastawan, tokoh agama dan organisasi. Dari masyarakat akar rumput mengakui bahwa, sosok pasangan Indevendent ALI-SAKTI, senantiasa hadir ketika diundang dalam acara sekecil apapun.  Hal tersebut mengemuka juga disampaikan  oleh beberapa orang tokoh organisasi keagamaan kepada awak Suara Rinjani belum lama ini.

Lombok Timur, SR – Khaerul Wajdi, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pohgading Kecamatan Pringgabaya, Jum’at (09/03) lalu menyampaikan pandangannya, terkait dengan pasangan Cagub-Cawagub Provinsi NTB,  ALI_SAKTI No.4. Kata dia, beliau (Ali-Sakti) adalah pasangan  yang sangat baik dan dekat dengan masyarakat dari berbagai kalangan. Menurutnya, sebagai pasangan pilihan NTB, Ali-Sakti bisa dijadikan sebagai pasangan utama yang direkomendasikan. Apalagi TGH Gede Sakti yang notebene slah satu tokoh sentral organisasi terbesar di NTB Nahdlatul Wathan yang tentunya memiliki basis jamaah yang cukup loyal. “Secara pribadi dan atas nama masyarakat serta  pimpinan organisasi Muhammadiyah, saya menyampaikan bahwa, beliau sangat baik dan loyal serta sebagai pemimpin visioner dan kontributor,” katanya.

Wajdi lebih jauh, beliau (ALI-SAKTI) berkenan hadir pada saat Milad Muhammadiyah (Pohgading) belum lama ini.  Diakuinya, Ali BD yang dermawan senantiasa berkesempatan hadir memenuhi undangan dan tak lupa menyampaikan bantuan (sumbangan).

“Sebagaimana dilakukan ketika kami sangat membutuhkan keberlanjutan pembangunan Rumah Sakit  di Sikur yamg diprakarsai oleh Pengurus Muhammadiyah. Lama sudah Rumah Sakit ini terbengkalai dan beliau (Ali BD) meneyerahkan bantuannya kepada Panitia Pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah di Sikur, bahkan Sekda Lotim pun ikut menyumbang,” terang Wajdi.

Sementara itu, Zubaidi, salah seorang Pengurus Maraqitta’limat Mamben menyampaikan pandangannya yang sangat mengapresiasi. Kata dia, pasangan ALI-SAKTI, khususnya Ali Bin Dachlan sulit dilupakan oleh masyarakat, meskipun secara kepartaian sudah ada keputusan dari pusat bagi organisasi Maraqitta’limat terkait dengan dukungan.

“Pak Ali Bin Dachlan itu sudah sedemikian dekatnya dengan masyarakat dan pimpinan keagamaan khususnya Maraqitta’limat. Pendekatan beliau sangatlah masiv, sebelum orang terjun ke masyarakat, beliau sudah lama mengawali. Kalau calon  yang mengemuka saat ini,  mereka baru saja bergerak mendekat dengan masyarakat,” kata Guru di Ponpes Maraqitta’limat ini.
Lebih jauh Zubaidi, masyarakat saat ini melihat realita. Sulit bagi masyarakat untuk melupakan sosok

Ali BD, karena sudah banyak kiprah beliau (Ali Bin Dachlan), baik ketika sebelum sebagai Bupati maupun sedang.   “Realita yang masyarakat lihat dari dulu hingga saat ini dan mendatang, Ali BD itu banyak berbuat dan membantu masyarakat bawah. Itu saja yang ingin saya sampaikan,” katanya (rdi).

Ponpes Darusholihin NW Kalijaga Deklarasikan Paket SUKMA
Lombok Timur SR –Ribuan jama’ah Ponpes Darusholihin  NW Kalijaga membanjiri lapangan Umum Keling Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, untuk menyatakan sikap mendukung pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, H M Sukiman Azmi – H Rumaksi (SUKMA).Dalam
 pernyataan  sikapnya  menyebutkan bahwa dalam Pilkada Lombok Timur tahun 2018. Pondok Pesanteran Darussholihin NW Kalijaga memberikan dukungan penuh untuk pasangan HM Sukiman Azmy dan H Rumaksi  sebagai  Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur Periode 2018 – 2023. “Diminta kepada  jamaah untuk menindaklajuti keputusan ini dan mendukung paket SUKMA “ tegas Pimpinan Darussholin NW Kalijaga   H. Thalal Ahmad, dihadapan ribuan pendukung SUKMA, Kamis (8/2).
Dikatakannya dukungan terhadap paket SUKMA lebih disebabkan oleh kedua figur ini punya pengalaman  baik sebagai eksekutif dan legislatif . “ Terlalu banyak keberhasilan HM Sukiman Azmy, ketika menjadi Bupati Lombok Timur periode 2008-20013 lalu, “ terangnya.
Ditambahkannya, sedang  Calon Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi  adalah sosok wakil rakyat yang mampu membawa aspirasi masyarakat serta kepeduliannya kepada dunia pendidikan “ H Rumaksi adalah sosok yang sangat merakyat dan paham dengan apa yang diinginkan masyarakat, “ ucapnya. 
Sementara itu dalam orasi politiknya,  Calon Wakil Bupati Lotim H Rumaksi kembali menyinggung kelangkaan pupuk yang sering dialami para petani pada musim tanam.
H Rumaksi dengan tegas menuding bahwa kelangkaan pupuk ini lebih sebabkan oleh adanya permainan yang dilakukan para pengusaha pupuk.
Untuk itu lanjutnya, jika pasangan SUKMA terpilih maka pemerintahannya nanti akan mengagas BUMD  yang akan menjadi distributor pupuk. “ Nanti kita akan bentuk BUMD  sebagai distributor pupuk. Dan kita akan beli pupuk non subsidi dan kita akan jual dalam bentuk pupuk bersubsidi,”  tegasnya.
Dijelaskannya peran  dari BUMD pupuk ini  sebagai antisipasi  distributor   pupuk yang kerap mempermainkan harga pupuk.
“ Sehingga dengan ada badan usaha ini tidak terjadi kelangkaan pupuk bagi petani “ terang H Rumaksi.
Sedangkan Calon Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy  lebih banyak menyoroti pelayanan publik . Dikatakannya bahwa  pelayanan publik terutama dalam membuat surat kependudukan akan dikembalikan ke pemerintah kecamatan. “Kita akan kembali pembuatan KTP, Akta Lahir dan KK di tingkat kecamatan,” jelasnya 
Program lain  yang akan dilakukan pasangan SUKMA, lanjut mantan Bupati Lombok Timur ini  adalah membangun 4 RSUD dengan lokasi Desa Labuan Lombok, Aikmel, Keruak dan Kotaraja. “Sehingga dengan dibangunnya 4 titik rumah sakit ini, masyarakat tidak perlu datang ke RSUD Selong, “ ucapnya.
Dalam bidang pemuda dan olahraga pasangan SUKMA ini akan membuka 3000 lapangan pekerjaan pertahun.
“Kita akan cetak 20 wirausaha muda di desa setiap tahunnya dan kita akan berikan permodalan, juga memberikan penghargaan bagi atletik  yang berprestasi, termasuk membangun  1 desa 1 sarana olahraga,” janji Sukiman.(Tim)

Pjs. Bupati Lobar Minta Panwaslu Gencarkan Sosialisasi Terkait Meningkatnya Trend Pelanggaran Kasus Kampanye

 

Lombok Barat SR –Trend pelanggaran kasus selama kampanye, terjadi meningkat. Dari catatan Panwaslu Lombok Barat terhadap  pelanggaran tersebut menyeret nama ASN, kades dan perangkat desa. Sejauh ini terdata enam kasus dugaan pelanggaran ditangani Panwaslu, sedangkan untuk kasus pelanggaran ASN hanya tiga kasus. Selain itu,  Panwaslu juga mencatat semua paslon melakukan indikasi pelanggaran lantaran tak mengantongi Surat Tanda Terima Pemberitahuan  (STTP) dari kepolisian. Atas kondisi ini, Pjs Bupati HL Saswadi meminta panwaslu agar lebih menggencarkan sosalisasi.
Demikian mengemuka diacara Ngopi dan Ngeteh Bareng yang diadakan Humas dan Protokol Setda Lobar, dihadiri Pjs Bupati didamping kepala Kesbapol, H Fajar Taufiq dan Kabag humas H Saepul Ahkam. Hadiri pula  Ketua Panwaslu L Arjuna dan komisioner KPU Suhardi.
Ketua Panwaslu L Arjuna  mengungkapkan, sampai hari ini , sebanyak kasus yang ditangani terjadi peningkatan trend dugaan pelanggaran selama kampanye berlangsung,
“Trend tertinggi itu dugaan pelanggaran kades dan perangkat desa, lalu ASN dan paslon yang kampanye tanpa mengantongi STTP dari kepolisian,” jelasnya.
Dari enam kasus pelanggaran, kata Arjuna, diantaranya kades dan perangkat desa, satu kasus sudah direkomendasikan ke Pemda. Sedangkan sisanya masih berproses. Sementara tiga kasus pelanggaran ASN, dua kasus sudah direkomendasikan ke pemda sedangkan  satu kasus direkomendasikan ke provinsi. Dua kasus pelanggaran ASN Lobar  telah direkomendasikank ke pemda belum ada pemberitahuan tindaklanjut. Selain kasus dugaan pelanggaran ini, ada juga kasus pengerusakan alat peraga sosialisasi sebanyak 3 kasus.
Setelah dilakukan analisa dan kajian di centra Gakkumdu, terhadap tiga kasus ini dua kasus sudah ditangani aparat Polres Lobar sedangkan satu kasus ditangani Polsek Gerung.
“Berbicara tren grafiknya keterlibatan kades dan aparatur desa paling tinggi,” jelasnya.
Diakuinya memang sosialisasi kurang menyentuh ke desa, pihaknya sudah melakukan sosialisasi di tingkat kabupaten. Menurutnya sosialisasi ditingkat desa tidak bisa dilakukan, karena dari awal disampaikan terkendala masalah anggaran. Dari Rp 4 miliar yang diajukan, dari APBD II diberika hibah Rp 2,9 miliar kemudian APBD I  1 miliar lebih sehingga totalnya rp 3,9 miliar. Dibandingkan kota bima memiliki lima kecamatan menganggarkan Rp 3,5 miliar di APBD I. 
“Kami terkendala anggaran sehingga tidak menyentuh sosialisasi sampai ke desa. Kondisi ini menyebabkan banyak desa tidak tahu terkait aturan main pelanggaran pilkada, bahwa ada ketentuan pidana dan administrasi,” tutup Arjuna.
Sementara itu, Pjs Bupati H Saswadi mengatakan, sosialisasi harus digencarkan terutama terkait aturan pelanggaran di pikada.  Hal ini untuk mengantisipasi adanya pelanggaran yang lebih banyak, sebab banyak aparatur desa belum tahu aturan mainnya. Langkah pemda sendiri semenjak menjabat ia memberikan penekanan dalam rapat pimpinan  kepada ASN agar netral.
Selain itu ia turun silaturahmi ke desa-desa terbagi menjadi empat titik, pertama ia mengumpulkan kades dan BPD kecamatan Narmada dan Lingsar, lalu kecamatan Gunung Sari Batulayar. Selanjutnya ia mengumpulkan tiga kecamatan yakni  Sekotong, Lembar dan Gerung. Terakhir ia mengumpulkan kades dan BPD kecamatan Kediri dan Labuapi serta Kuripan.
“Hal yang kami sampaikan soal pilkada, kami juga bantu sosialisasi,” tukasnya.
Hal ini, kata mantan Sekwan Lobar ini, pastinya untuk memaksimalkan tingkat partisipasi masyarakat khususnya pemilih di pilkada. Sebab ukuran keberhasilan penyelenggaraan pilkada adalah tingkat partisipasi pemilih, sehingga setiap ia turun ke kecamatan ia menekankan agar camat, kades menyampaikan hal ini ke kadus hingga RT.
Menurutnya pelaksanaan pilkada kali ini harus jauh lebih baik dan berkualitas dibandingkan sebelumnya. Sebab pilkada kali ini tidak ada istilah putaran ke dua sehingga berapapun masyarakat yang datang memilih tentu akan ada pemenang dipilkada, namun kalau pemilih yang memilih hanya 100 ribu orang maka tentu kualitasnya kurang bagus. 
Terkait tindaklanjut pelanggaran ASN yang direkomendasikan Panwaslu ke Pemda, menurutnya sejauh ini ia belum ada informasi. Namun demikian tentunya pemberian sanksi tetap diberikan namun disesuaikan tingkat kesalahan, tidak bisa pihaknya main pecat ASN.
“Sementara terkait kekurangan anggaran kita bicarakan dengan panwaslu. Saat ini sudah masuk tahap kampanye sehingga apapun kendala harus ditangani segera,” tutupnya. (Wan)

 

Lotim Deklarasikan Stop Perkawinan Anak

Lombok Timur SR –Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra  (LPSDM), MAMPU BaKTI bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lombok Timur menyelenggarakan Deklarasi “Stop Perkawinan Anak” dalam rangka Peringatan Hari Perempuan Internasional. Acara tersebut berlangsung di Lapangan Tugu Selong dengan mengambil tema “ Penghapusan Pernikahan Usia Anak”, Sabtu (10/3).

Pjs. Bupati Lombok Timur,  H. Ahsanul Halik, S. Sos, MH hadir menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara Peringatan Hari Perempuan Internasional menyambut baik kegiatan Stop Perkawinan Anak  ini,  karena angka penyumbang kemiskinan itu sendiri salah satunya akibat pernikahan usia anak, perlindungan anak dari perkawinan usia anak  merupakan tugas kita bersama.
“Kepada tokoh agama suapaya tidak mendukung perkawinan usia anak, ketika anak-anak menikah di usia muda akan banyak menimbulkan persoalan, salah satunya putus sekolah dan meningkatkan kemiskinan,”ujarnya.
Ahsanul berharap perempuan-perempuan Lombok Timur harus bangkit untuk melawan pernikahan anak, karena perempuan berkewajiban untuk mengingatkan sesama perempuannya dan perempuan harus bangkit melawan ketertindasannya sendiri.
“Prilaku yang baik merupakan cara untuk menghindar dari perkawinan usia anak, ” ungkap Ahsanul.
Lombok Timur lanjut Pjs Bupati, banyak mencetak orang-orang hebat dan banyak pula memiliki persoalan-persoalan. Kepada seluruh stakecholder yang ada di Kabupaten Lombok Timur saling bahu membahu untuk memerangi perkawinan usia anak.
“Saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kegiatan ini dan akan menjadi tonggak kebangkitan kita untuk bagaimana mengamankan anak-anak dan bagaimana mengurangi angka pernikahan usia anak, ini merupakan tugas kita bersama,”pungkas Ahsanul diakhir sambutannya.
Sebelumnya, Ririn Hayudiani, selaku Ketua Panitia menyampaikan Hari Perempuan Internasional diperingati sebagai tonggak gerakan perempuan yang peduli pada kondisi persoalan perempuan di Lombok Timur.
Ririn juga menjelaskan bahwa perkawinan anak merupakan masalah serius karena Indonesia menduduki peringkat ketujuh tertinggi di dunia.
“Perkawinan anak akan berdampak pada kegagalan Indonesia di  bidang pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan dan penurunan ketimpangan serta menghambat dalam percepatan pencapaian SDGs 2030 dan Masa Depan Emas 2045.
Lanjutnya, peringatan Hari Perempuan Internasional merupakan kesempatan untuk mempromosikan dan mengadvokasikan bahwa perkawinan anak menyebabkan perempuan putus sekolah dan menjadi resiko kegagalan program wajib belajar 12 tahun dan alat reproduksi yang mengakibatkan kematian ibu yang tinggi.
Pada kesempatan itu juga, Pjs. Bupati Lombok Timur menyerahkan buku yang berjudul “ Nak…!! Jangan Nikah Muda” Karya Ahsanul Khalik yang diterima oleh panitia penyelengara.
Pjs. Bupati beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan, Kepala DP3AKB, Pejabat Polres Lombok Timur dan  perwakilan dari Ormas Wanita Kabupaten Lombok Timur membacakan Deklarasi “Stop Perkawinan Anak”.
Usai acara pembukaan, dilanjutkan Talkshow dengan tema : “Penghapusan pernikahan usia anak”. Kegiatan dirangkaikan pula dengan Bazar Produk UMKM dan senam sehat. (fen)

 

Giliran Tuan Guru Gde Sakti Sisir Pulau Sumbawa

 

Mobil Gede Sakti Dicegat Warga Dipinggir Jalan Hanya untuk Dapat Bersalaman

Pulau Sumbawa SR – Setelah Calon Gubernur Nomor urut 4 H moh. Ali bin Dahlan mengelilingi Pulau Sumbawa untuk menyerap aspirasai warga, kini giliran Calon Wakilnya, TGH M oh. Ali Wiresakti AM, menyambangi masyarakat pulau semberang itu.
Calon Wakil  Gubernur NTB nomor urut 4 dalam kampanye dialogisnya merencanakan pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
TGH. L. Gde. Moh. Ali Wiresakti,   mengatakan, jembatan tersebut akan dibangun pada titik terdekat antara Pulau Lombok dan Sumbawa yakni di sekitar perkampungan Pringgabaya ( Pulau Lombok ) dan sekitaran Kampung Kuananga kec. Tano ( Pulau Sumbawa ).
“Mekanisme pembiayaan jembatan penghubung antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa tersebut  akan diatur regulasinya bisa melalui shering antar  pemerintah daerah kabupaten dan kota yang ada di Nusa Tenggara Barat atau melalui pihak ketiga(investor)” kata TGH Gede sakti dihadapan ribuan pendukungnya, di Kabupaten Sumbawa Barat, Jum’at (08/03).
Gde Sakti sapaan Akrabnya mengaku, tujuan pembangunan jembatan penghubung antar kedua pulau tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap pemerataan pembangunan infrastruktur, selain itu juga pembangunan yang diperkirakan sepanjang 11 kilometer tersebut kedepannya memudahkan akses antar kedua pulau tersebut juga akan bisa mendongkrak perekonomian di  Nusa Tenggara Barat dan diperkirakan  pembiayaannya sekitar Rp 7 triliun.
“Perkiraan biayana sekitar Rp.7 triliun, namun ini bukan persoalan berapa besar dana yang dibutuhkan pembangunan jembatan penghubung tersebut akan tetapi yang terpenting itu kesejahteraan Masyarakat” tandas alumnus Universitas Yaman tersebut.
Selain itu juga, Gde Sakti mendukung program daerah pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) yang selama ini sudah dicanakan oleh pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Dirinya mengatakan program tersebut harus didukung penuh, dikarenakan sentuhannya langsung pada masyarakat selain itu juga program tersebut menjadikan kerukunan bermasyarakat semakin meningkat.
“Nah itu bagus juga programnya Pemda KSB yang PDPGR itu, harus kita support itu, kalau bisa terlaksana dengan baik akan tercipta masyarakat madani” ucapnya
Dalam kampanye tersebut Gde Sakti didampingi istrinya, Mantan Bupati Loteng H Lalu Wiratmaja, dan Sek. Tim Pemenangan Prov. M. Zainul Pahmi, M.Pd.
Koordinator Tim Pemenangan Kab. Sumbawa, Deden, mengatakan kegiatan kampanye tersebut dilaksanan sebagai bentuk keseriusan tim untuk memenangkan paslon independen tersebut, sebab dirinya menilai pasangan Ali-Sakti yang mampu mengemban amanah masyarakat NTB khususnya di Kab. Sumbawa Barat.
“ Sosok Pak Ali BD dan Tuan Guru Gde Sakti sudah komplit semua masyarakat sudah kenal kiprah mereka berdua, jadi kita harus siap memenangkan paket Ali Sakti” ujar Deden.
Deden menambahkan, sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan antusiasme masyarakat sangat tinggi, dirinya mengklaim tidak kesulitan mengumpulkan masyarakat, sebab hasil observasi di lapangan masyarakat dibawah menanti kehadiran paket Ali – Sakti tersebut.
“ Saya nggak capek tuh ngumpulim masyarakat yang banyaknya ribuan ini, malah diminta mendatangkan pak ali BD bersama dengan Tuan Guru Gde Sakti “ ujarnya kembali sambil menyurakan iyel iyel yang menggema diruangan tersebut.
Sebelumnya, Gede Sakti juga menggelar kampanye dialogis di Dompu dan Bima. Di Kedua kabupaten tersebut paket Ali-Sakti ini disambut dengan meriah dan gembira dan siap memenangkan paket Ali-Sakti pada pilkada NTB mendatang.
Namun, menurut Sekeretaris Tim Pemenanagan propinsi paket Ali – Sakti, M Zainul Pahmi, ada pemandangan yang cukup langka yang kita lihat, di mana sepanjang perjalanan meneyusuri pulau  Sumbawa itu, yang dilalui rombongan Calon Wakil Gubernur NTB TGH Gede Sakti, ini terlihat masyarakat antusias menyambutnya,  dan bahkan TGH Gede Sakti sering kali turun dari mobilnya hanya untuk menemui sekedar menyapa dan bersalaman dengan warga yang melambaikan tanganinya di sepanjang jalan yang dilaluinya.
“Ini aura positif  bagi paket Ali-Sakti. Masyarakat di Pulau Sumbawa sangat antusias melihat pasangan Ali-Sakti ini. Terlihat juga pada pertemuan-pertemuan yang dilakukan cukup banyak warga yang hadir dan mendukung. Insya Allah Ali – Sakti menang,”pungkasnya. (ror)

Desa Kilang Pertahankan Budaya Gotong Royong

Lombok Timur, SR – Budaya gotong-royong yang mulai luntur di masyarakat akibat terpaan zaman nampaknya tidak berlaku bagi warga Desa Kilang Kecamatan Montong Gading. Sebab kegiatan gotong royong terus dilestarikan hingga saat ini. Pihak Pemdes Kilang, bersama-sama masyarakat, pemuda karang taruna, melakukan kegiatan gotong royong pembukaan jalan baru sepanjang 600 meter dengan lebar 2,5 meter di dusun Kilang Utara dan Dusun Gunung Malang beberapa waktu lalu.
Kepala Desa Kilang, Lalu Suparlan, saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (12/10), mengatakan, sesuai dengan slogan pemerintah desa, ‘Gotong Royong Membangun Kilang’. Aktifitas gotong royong yang dilakukan pada bulan lalu akan menjadi kegiatan rutin masyarakat dengan harapan adanya jalan baru akan mempercepat akses perekonomian masyarakat.
“Dalam pembebasan lahan jalan baru tersebut, pemilik lahan menghibahkan ke pemerintah desa, sehingga dapat kita perkirakan nilai swadaya dari masyarakat sekitar Rp.500 juta” ungkapnya.
Apalagi lanjutnya, gotong royong itu diikuti ribuan masyarakat dari lima dusun yaitu: Kilang Utara, Kilang Selatan, Bendung Utara, Bendung Selatan dan Gunung Malang.
Lebih lanjut Lalu Suparlan, menambahkan, kita juga akan membuat unit usaha baru di Bumdes ‘Kilang Besopoq’ dalam bidang penggemukan sapi, membuat kerupuk, ampang lele, kopi bubuk belut dan kerajinan ketak.
“Kita sudah bekerjasama dengan PT.Rajawali untuk penyiapan tenaga jasa pengamanan/security, perwakilan Lotim di desa kilang. Untuk sosial kemasyarakatan kita punya program santunan Rp.150.000/Rp.200.000 bagi warga yang meninggal dunia, sunatan dan pernikahan,”jelasnya.
Ada juga program pemasangan Kwh listrik bersubsidi untuk masyarakat miskin/tidak mampu kita subsidi setengahnya. “Untuk kedepannya kita akan membangun pasar desa, supaya masyarakat ada tempat berjualan husus, tidak lagi di pinggir jalan,”pungkasnya. (pri).

Akkor a férfi egy szexuális klasszisnak gondolhatja magát a hölgytársaságban és Viagra szedése ma már széles körben elterjedtnek mondható vagy az egyik verzió, ártalmatlan, a Vardenafil ára jutányos oldalunkon. A féléves tesztidőszak végén egyértelműen kiderült vagy miután nem a szokásos, specialisgyogyszertar.com hanem puha tabletta.