Di Suela Ali Sakti Bicara Pariwisata NTB

Lombok Timur SR – Pasangan Cagub dan Cawagub NTB Ali Bin Dachlan dan TGH Lalu Gede Sakti kembali melanjukan kampanye dialogisnya di Kecamatan Suela, tepatnya di lapangan umum Suela, Selasa (20/3). Dalam orasi, keduanya membahas soal pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) kala keduanya memenangkan pertarungan guna menjadi pemimpin di NTB 2018.

Kekompakan keduanya terus diperlihatkan dalam kampanye di Pilkada NTB 2018. Bahkan, kekompakan ini ditunjukkan saat berbicara di depan pendukung pasangan nomor 4 tersebut kala membicarakan soal perkembangan pariwisata.

“Pariwisata menjadi salah satu faktor pendukung utama di Nusa Tenggara Barat, oleh karenanya pariwisata juga harus digalakkan apalagi NTB memiliki keindahan alam yang luar biasa mulai dari konservasi hutan hingga laut dan budayanya,” ucap Ali Bin Dachlan dan TGH Lalu Gede Sakti di Lapangan Umum Suela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Selasa (20/3/2018).

Calon Wakil Gubernur TGH Lalu Gede Sakti menegaskan bahwa di NTB masih banyak destinasi wisata yang belum dijamah, oleh karenanya pengembangan pariwisata juga akan digenjot demi meningkatkan devisa negara khususnya di NTB.

“Semua harus ditingkatkan, banyak tempat yang indah belum disentuh, belum dijamah, belum dibangun, belum dikemas dengan baik seperti di pantai Kuta, di Awing dan di Sekotong. Semua pariwisata di NTB harus dibuat indah, apalagi bicara alam keindahan di NTB harus dijaga dan dilestarikan sehingga minat pariwisata ke NTB akan semakin banyak lagi. Keindahan NTB luar biasa,” ucapnya.

Selain itu, di NTB juga memiliki potensi wisata yang baru bahkan bisa dijadikan sebagai ikon baru guna menarik minat wisata ke provinsi yang dijuluki Pulau Seribu Masjid tersebut. Ikon wisata baru tersebut adalah Kebon Raya Lewor yang ada di Kecamatan Suella, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

“Kebon Raya Lewor sangat terkenal dan sekarang lagi proses dibangun dengan baik sehingga bisa menjadi ikon baru dari NTB. Kita harus bekerjasama dengan pihak terkait, dan bisa lebih baik seperti di Senggigi, terlebih di sana terdapat air yang sangat dingin jadi NTB identik dengan udara yang panas tapi memiliki air yang dingin sehingga tidak kalah dengan wilayah di Indonesia lainnya,” bebernya.

Hal serupa disampaikan calon Gubernur Ali Bin Dachlan. Di mana, Kebon Raya Lemor yang memiliki area tanah 108 hektar ini mampu mendokrak jumlah wisatawan ke Nusa Tenggara Barat. Wisatawan pun bukan hanya sekedar berwisata, melainkan selepas pulang dari provinsi yang juga dijuluki Bumi Gora ini memiliki pertambahan ilmu pengetahuan.

“Bagaimana NTB mempunyai kebon raya, tempat orang konservasi, tempat orang untuk belajar. Potensi Lemor ini sangat bagus,” tandasnya.

Diakuinya, keberadaan Kebon Raya Lemor bisa menguatkan Nusa Tenggara Barat memiliki konservasi hutan sehingga dari sisi keindahan alam tetap terjaga. Variasi wisatawan saat datang guna berwisata akan semakin banyak pula.

“Seandainya hutan tidak ada lagi di NTB, maka akan ada hutan yang dilestarikan, kemudian di sana terdapat mata air Lemor dan ini harus dilindungi. Hutan harus menjadi konservasi dan menjadi hutan wisata sehingga statusnya ditingkatkan menjadi kebun raya, terlebih di NTB hanya punya satu,” tutupnya tersenyum. (tim)

 

Warga Kecamatan Jonggat ‘Bile Raweng’ Siap Menagkan Ali-Sakti

Lombok Tengah, SR – Penantian relawan dan masyarakat Kec. Jonggat, atas kedatangan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB  nomer 4 (Ali-Sakti), akhirnya terpenuhi, dengan kehadiaran Calon Wakil Gubernurnya, TGH Gde Sakti, yang hadir bersilaturahim bersama masyarakat setempat, Mingu (18/03).

Dalam kontes Pilgub NTB tahun 2018, masyarakat di Kecamatan Jonggat sepenuhnya mendukung Ali-Sakti. Dukungan ini di berikan karena Tuan Guru Gde Sakti berasal dari Desa Bon Jeruk Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.

“Masyarakat Kecamatan Jonggat sendiri masih kental dengan filosofi Bile Raweng (membela teman satu kampung Halaman – red). Dengan alasan tersebut Masyarakat membela dan mendukung sepenuhnya pasangan Nomer 4 Ali – Sakti.” Tutur warga Jonggat, Lalu Yudi saat di gelar silaturrahim Tuan Guru Gde Sakti bersama masyarakat setempat.

Mamiq Jul juga, menyampaikan bahwa relawan dan masyarakat di Kecamatan Jonggat, beberapa Minggu lalu sudah menunggu kehadiran Paslon nomer 4 Ali – Sakti. Pasangan Ali-Sakti di akui sudah tersohor mulai dari Ampenan hingga Sape – Bima.

Ali BD dibuktikan dengan banyaknya pembangunan yang dilakukan selama memimpin Lombok Timur dua periode, termasuk sumbangan pada masyarakat khususnya di pondok pesantren, masjid dan lembags sosial lainnya. Sedang Gde Sakti, adalah figure yang dihormati di kalangan warga Nahdlatul Wathan karena sebagai Ketua Dewan Mustasyar PBNW. Juga berpengalaman di dunia politik, ini terlihat dari jabatan yang pernah sebagai anggota DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten Lombok Tengah.

“Jadi paket Ali Sakti, adalah paket komplit. Terima kasih atas dukungan warga Jonggat dn sekitarnya,” kata Mamiq Ngoh, (mantan Bupati Loteng) yang terus mengawal kampanye Paket Ali Sakti ini.

TGH Gde Sakti, dalam sambutannya, mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan antusias warga Jonggat dalam mendukung paket Ali Sakti.

“Alhamdulillah, matur tampiasih (terimakasih.red) tiang sangat bersyukur dan mengapresiasi silatuurahim ini semoga tetap terjalin hubungan baik dalam kekeluargaan ini,” kata cucu pendiri NW tersebut.

Gde Sakti juga menyampaikan niatnya maju dalam kontestasi politik NTB ini  untuk mengabdi pada masyarakat dan menginginkan perubahan sebagaiamana yang masyarakat inginkan. Gede Sakti mengambil contoh dari negara Yordania tempat dia melanjutkan studinya.

“Negara Yordania, bisa kita katakan tidak punya SDA (sumber daya alam) untuk mendongkrak perekonomian, namun negara tersebut bisa  menjadi negara maju dengan mulai membangun manusianya dan sekarang masyarakatnya sejahtera,”tandasnya.

Melihat hal tersebut, Paslon Ali Sakti dalam program dan visi missinya dengan memberikan beasiswa 5 juta/tahun sebagai bentuk keseriusannya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) sebagai investasi kemajuan bangsa.

“Jika SDA daerah kita yang melimpah ini dikelola dengan tenaga yang memiliki SDM yang berkecukupan, insyaAllah NTB menjadi daerah yang maju dan sejahtera,”tandasnya.

 

Sementara itu H. Lalu Wiratmaja menyampaikan terimakasih pada masyarakat karena keteguhannya memegang erat budaya nenek moyangnya.

 

“Tampiasih pada pelungguh senamian (terkmakasih pada semuanya.red) masih memegang teguh ‘Bile Raweng’ dan harus tetap kita lestarikan. Ini adalah budaya nenek moyang kita sebagai bentuk kecintaan dalam persaudaraan,”Mantan Bupati Lombok Tengah Tersebut. (ror)

Berhembus Isu, ASN Loteng Ditekan Pilih Paslon Tertentu

LOMBOK TENGAH SR– Beredar isu, Pembina dan penanggung jawab Aparatur Sipil Negara (ASN), di Lombok Tengah (Loteng). Dalam hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, telah menekan sejumlah ASN di Loteng untuk memilih nomor urut 1, (Suhaili Amin), dalam Pemilihan Kepala Daerah tingkat I.

Sejumlah sumber yang berhasil dimintai keterangan oleh Koran ini, mengakui kalau mereka itu sempat dikumpulkan oleh atasannya, dan menekan untuk memilih paslon nomor urut I.

“Kami bersama sejumlah Kasi, Kabid dan karyawan, sudah dikumpulkan oleh atasan dan kami ditekan untuk mencoblos nomor urut I,” beber Kasi di salah satu dinas yang tidak mau dikorankan namanya, Jumat (16/3) lalu.

Penekanan tersebut lanjutnya, kepala dinasnya diperintahkan langsung oleh Sekda. Untuk memuluskan perintah sekda, kepala dinas atau atasannya telah mendata semua karyawan sesuai dengan tempat tinggal.

Dimana beliau menekankan, di masing – masing Tempat Pemungutan Suara (TPS), sesuai tempat tinggal, paslon nomor urut I harus menang. Dan jika nanti paslon nomor urut I kalah, maka itu akan dilaporkan dan konsekwensinya adalah jabatan.

“Benar – benar tegas pernyataan kepala dinas saya dik, sebab di masing masing TPS sesuai tempat tinggal, harus menang dan jika kalah konsekwensinya adalah jabatan,” tuturnya.

Pernyataan tegas tersebut lanutnya, pihaknya tidak menyalahkan kepala dinasnya, sebab beliau juga dibawah tekanan atasannya, sehingga beliau hanya menyampaikan kepada bawahannya.

“Kami tidak menyalahkan kepala dinas kami atas perintah ini, sebab beliau juga sebutkan, kalau beliau juga ditekan oleh atasannya,” tambahnya.

Ditanya apakah bapak akan melaksanakan perintah itu ataukah tidak, dengan menggelengkan kepala, Kasi di salah satu SKPD ini mengaku, perintah atasannya itu tidak mendatangkan dosa jika ia langgar.

Sebab pihaknya selaku ASN sudah ada aturan tertulis nomor 4 tahun 2004 tentang pembinaan jiwa korp dan kode etik PNS. Dimana ASN dilarang melakukan perbuatan yang mengarah kepada keberpihakan salah satu paslon atau perbuatan yang mengindikasi terlibat dalam politik praktis atau beraflikasi dengan partai politik.

Oleh karena itu, pihaknya tetap mengedepankan aturan yang sudah tertera. Apakah tidak bapak tidak takut kalau jabatannya sampai dicopot, baoak setengah baya ini mengaku, jabatan saat ini adalah amanah, jika Allah berkehendak lain dan mencopot jabatannya gara gara kalah di TPSnya, pihaknya rela dan ikhlas.

“Kami tidak bisa mengelak dari kadak kadar Allah, jika Allah berkehendak lain dan mencabut jabatannya, saya ikhlas. Sebab jabatan yang diberikan, itukan amanah,” tandasnya.

Ia menambahkan, kenapa pihaknya mengatakan demikian, pasalnya dilingkungan tempat tinggalnya itu memiliki basis masing masing. Sehingga pihaknya tidak memiliki kekuatan untuk mendorong masyarakat untuk memilih salah satu paslon.

“Saya tetap akan memilih nomor urut satu, hanya saja saya tidak menjamin di TPS saya bisa menang, sebab simpatisan calon lain banyak,” ungkapnya.

Kendati begitu, pihaknya tetap mendoakan agar paslon nomor urut I bisa menang, kendati di TPSnya, tetap akan kalah.

Terpisah Sekda Loteng HM Nursiah saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menyebutkan, kalau pihaknya tidak pernah memerintahkan siapapun, apalagi melakukan intimidasi terhadap ASN.

“Penekanan terhadap ASN itu tidak benar dik, apalagi sampai mengeluarkan intimidasi,” katanya singkat dalam pesan SMS nya.

Selanjutnya dalam pesan singkatnya beliau menuliskan, penekanan ASN untuk memilih nomor urut nomor I, itu tidak benar. “Itu ndak benar dik,” katanya melalui pesan SMS. (AP)

PGIN dan Guru Honorer Madrasah Swasta Harus Diberdayakan

Lombok Timur, SR – Sejumlah 250.000 orang Guru Negeri di bawah naungan Kemeneterian Agama (Kemenag) yang akan pensiun dalam tahun 2018 ini.  Untuk itu dibutuhkan sebagai guru pengganti yang kini banyak tersebar sebagai guru honorer, termasuk di Madrasah Swasta. Nasib mereka (utama di Madrasah Swasta) kini dan ke depan diperjuangkan lewat PGIN (Perkumpulan Guru Inpassing Nasional), secara bertahap dimulai dari Inpassing menjadi PNS/ASN, dari Sertifikasi menjadi Inpassing dan dari Honorer menjadi Guru Sertifikasi.

Lewat PGIN di masing-masing Kabupaten aspirasi   semua Guru Honorer ditampung untuk dilanjutkan hingga ke pusat.     Hak sebagai tenaga didik professional harus didapatkan,    sebagaimana tenaga didik lainnya.

Tak kurang dari 300 orang guru honorer madrasah swasta dari 20  kecamatan se Lombok Timur (Lotim) hadir dalam Konsolidasi dan Deklarasi Pembetukan PGIN, di Pondok Pesantren  Ziadatussyakirin NW Sikur Lotim, Sabtu (17/3). Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Pengurus PGIN Pusat, Pengurus  PGIN NTB, PGIN Lotim dan  Kemenag Lotim.

Kasi Penmad (Pendidikan Madrasah) Kemenag Lotim, Zainul Arkam, dalam sambutannya sangat mengapresiasi keberadaan PGIN. Kata dia, sebagai lembaga independent resmi yang diurus oleh para guru honoorer di madrasah swasta, haruslah betul-betul dimanfaatkan bagi kepentingan guru tersebut. Menurutnya, segala aspirasi guru honorer madrasah swasta (Inpassing, Sertifikasi, Honorer biasa) bisa ditampung oleh PGIN untuk selanjutnya ditindak lanjuti.

“Manfaatkan PGIN ini sebaik-baiknya dan kami dari Kemenag sangat mengapresiasi serta membantu nantinya. Bahkan bisa pakai  SK Inpassing untuk keperluan di BRI ya,” katanya, disambut tepuk tangan riuh-rendah para peserta.

Ketua PGIN NTB, Lalu Mukhlisin, S.Pd., mengatakan bahwa, PGIN secara professional dan focus memperjuangkan para guru honorer madrasah swasta secara santun,  prosedural sesuai peundang-undangan dan aturan pemerintah serta menghindari cara yang intoleran. Kata dia, para inisiator dan pengurus pusat menganalisa sampai mengerucut bahwa akhir dari sertifikasi guru adalah terangkatnya  guru menjadi status  Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dengan kata lain bahwa, guru yang sudah memiliki SK Inpassing (tahun 2011) pada dasarnya adalah PNS tanpa uang pensiun. Karena sampai saat ini belum jelas, maka perlu pengkajian ulang. PNS sebuah keniscayaan, menyampaikan bagian dari testimoni Ketua PGIN Pusat sepanjang 2,5 halaman HVS Folio tersebut.

Menjawab pertanyaan dari peserta terkait dengan adanya ketidak sinkronnya data dari SK Inpassing, Munawir Khozin, seorang pengurus PGIN Pusat, menyampaikan bahwa, hal tersebut dikarenakan kondisi dan sistem yang belum berjalan dengan baik dan itu harus dimaklumi. “Insya Allah, ke depan,  dengan adanya  wadah PGIN ini hal tersebut tidak akan terulang lagi,” katanya.

Pengurus PGIN Lotim terpilih adalah : Suharmanto, S.Pd.  (Ketua), Samsuri, S.Pd  (Sekretaris) dan Paraatul Uyun, S.Pd (Bendahara). Format kepengurusan tersebut  dilengkapi dengan Bidang-bidang, seperti Hukum, Pembinaan, Humas dan Umum, Kemitraan dan Usaha, Pemberdayaan, Kesejahteraan, Diklat dan Litbang.

Ketua terpilih, Suharmanto, S.Pd menyampaikan bahwa, dengan adanya kinerja dan sinergitas serta kerjasama yang baik dijadikan sebagai modal utama kerja keras ke depan. Kata dia, butuh kerjasama, komunikasi dan koordinasi yang baik dalam menjalankan PGIN ini. Dirinya kemudian menyampaikan langkah pertama yang dilakukan selaku Ketua terpilih.

“Kepada koordinator kecamatan supaya mengumpulkan SK para gru inpassing (bagi yang sudah inpassing) dan SK Sertifikasi (bagi yang sudah sertifikasi) serta kelengkapan lainnya di madrasah swasta. Secepatnya dan itu harus diserahkan oleh Korcam ke  Pengurus PGIN Lotim pada hari Rabu (21 Maret 2018) lusa,” katanya, sembari menambahkan bahwa, supaya dilakukan secara bertahap. “Step by Step ya, mulai dari Inpassing dulu, baru sertifikasi. Yang penting SK inpassing dan sertifikasi dikumpulkan dulu,” imbuhnya (rdi/Adv).

Bupati Turun Langsung Bergotong Royong Di Pasar Tradisional

Sumbawa Barat,SR — Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M mengajak masyarakat KSB untuk berbelanja kebutuhan pokok ke pasar tradisional.

Menurut Bupati, selain untuk meramaikan pasar tradisional dan membuat ekonomi masyarakat berputar, berbelanja di pasar tradisional atau pasar resmi juga menciptakan ketertiban. Jangan sampai pasar yang sudah dibuat malah menjadi sepi, karena adanya pasar bayangan. ‘’ Bupati berharap kepada kepada ibu-ibu agar bisa  belanja  di pasar resmi, bukan pasar bayangan,” kata Bupati saat melaksanakan Gotong Royong  membersihkan Pasar Tradisional Jereweh, Jum’at (16/03/2018) lalu.

Gotong royong membersihkan Pasar Tradisional Jereweh ini diikuti oleh ASN, karyawan dan karyawati Pemda KSB, anggota TNI dan Polri, Agen PDPGR, aparatur Pemerintah Kecamatan Jereweh dan Desa di Kecamatan Jereweh termasuk masyarakat  setempat. Selain membersihkan area pasar, Bupati, Sekda dan pejabat lainnya melakukan penanaman pohon di halaman belakang pasar.

Pada kesempatan itu Bupati mengungkapkan, bekerja sebagai pedagang adalah merupakan sunnah Rasul dan merupakan pekerjaan yang mulia. Bupati juga mengajak  masyarakat untuk menggerakkan perekonomian KSB melalui sektor perdagangan. Pada kesempatan itu Bupati mencontohkan seperti orang Cina sepulang dari ladangnya langsung ke pasar untuk menjual hasil  ladangnya,kata Bupati memberi contoh.

Terkait Pasar Tradisional Jereweh, Bupati mengungkapkan Pasar Jereweh dibangun dengan dana tugas pembantuan dana APBN/Pemerintah pusat. Peresmian Pasar Jereweh akan dilaksanakan serentak bersama ratusan bahkan ribun pasar lainnya di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo,terangnya.

Pembangunan pasar tradisional adalah salah satu program unggulan Presiden Jokowi  Dalam lima tahun kepemimpinannya, bahkan Presiden Jokowi menargetkan akan membangun 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia,pungkasnya.

‘’Untuk gotong royong di Pasar ini, bukan tujuan tetapi instrumen agar kita bisa saling membaur bekerja sama saling peduli  dan bersilaturahmi. Sama dengan yasinan,” jelas Bupati.

Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah KSB, Muhammad Yusuf, S.I.P dalam laporannya mengungkapkan, dalam pembangunan pasar Jereweh, Pemerintah KSB menyediakan lahan, membangunan pagar dan pemasangan paving blok. Sementara dana untuk pembangunan gedung induk pasar, merupakan dana pemerintah pusat.

Pasar Jereweh yang terdiri dari dua blok, yakni blok timur memiliki 26 kios dan blok barat 22 kios. Kemudian di belakang tersedia lapak pedangan sayur dan ikan yang bisa menampung hingga 52 pedagang,kata Muhammad Yusuf.

Muhammad Yusuf menambahkan, sejumlah warga telah mendaftar untuk menempati kios. Diharapkan, warga yang ingin berdagang atau pedagang keliling untuk segera mendaftarkan diri menjadi pedagang di Pasar Jereweh.

Yusuf berharap kepada para pedagang yang dulunya berjualan di pasar yang lama agar bisa berjualan di pasar yang baru ini,harapnya.

Pada kesempatan itu Muhammad Yusuf berharap kepada Bupati agar bisa menganggarkan dana untuk perbaikan dan juga pemeliharaan saluran air depan pasar karena drainasenya mengalami pendangkalan,” harap Yusuf.(lal)

Lombok Tengah SR – Bakal calon Gubernur Nusa Tenggara Barat Ali Bin Dachlan datang ke Lombok Tengah guna menghadiri keinginan warga Desa Aikmual, Kecamatan Praya, Lombok Tengah yang ingin bertemu dengannya. Di sini, orang nomor satu di Lombok Timur menekankan soal kerukunan beragama.

Di Nusa Tenggara Barat itu sendiri memang tidak dipungkiri memiliki beragam agama mulai dari agama Islam sebanyak 96,47 %, Hindu 2,62 %, Buddha 0,32 %, lalu Kristen Protestan sebanyak 0,31 %, serta Katolik 0,20 %.

Meskipun pria yang akrab disapa Ali BD ini beragama Muslim, namun dirinya meminta kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk selalu menjaga kerukunan beragama.

“Agama merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki fungsi untuk mempersatukan perbedaan sehingga memiliki satu kesatuan, jangan memandang dari satu sisi yang berbeda. Pasalnya, di mata Tuhan semua sama maka kerukunan beragama di Nusa Tenggara Barat harus kuat,” bebernya di Datuk Lopan Center, Desa Aikmual, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Minggu (25/3/2018).

Dirinya berpesan agar seluruh masyarakat di Nusa Tenggara Barat harus mempunyai rasa bersyukur, meskipun Nusa Tenggara Barat adalah pulau yang kecil akan tetapi memiliki kerukunan beragama yang cukup kuat.

Sebagai warga negara Indonesia, kita harus bangga terhadap Nusa Tenggara Barat itu sendiri, di mana dasar satu bangsa bisa maju adalah mengenali negara kita sendiri termasuk mengenali Nusa Tenggara Barat,” paparnya.

Dengan menjaga kerukunan beragama, maka Ali Bin Dachlan meyakini Nusa Tenggara Barat bisa menjadi contoh buat wilayah di Tanah Air lainnya. Terlebih, melalui menjaga kerukunan beragama maka persatuan dan kesatuan di Indonesia akan semakin terjaga dengan baik.

“Meski Nusa Tenggara Barat sedang ramai dengan Pilkada, namun jangan sampai memecah belah. Jadilah satu kesatuan karena ini tertuang di semua agama termasuk agama Islam,” lanjutnya tersenyum.

Baginya, dengan menjaga kerukunan beragama maka segala persoalan akan mudah terselesaikan dengan baik, yakni dengan jalan bermusyawarah. Oleh karenanya, persatuan dan kesatuan harus terjaga dengan benar. Tak itu saja, dirinya juga meminta kepada masyarakat agar menanamkan kebhinnekaan di dalam diri masyarakat.

Ali Bin Dachlan merasa melalui cara ini maka ketulusan dan keikhlasan dalam diri serta jiwa masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya. Tak ketinggalan, masyarakat juga harus memperkaya dirinya dengan ilmu pengetahuan sehingga kecerdasan di masyarakat akan lebih baik.

“Banyak negara yang sedang bertempur, tetapi hal ini tidak terjadi di Indonesia. Mengapa demikian? Karena masyarakat Indonesia memiliki rasa cinta yang baik dalam menjaga kerukunan umat beragama. Akan semakin lebih baik, bila seluruh masyarakat di Indonesia juga kaya pengetahuan sehingga tidak menjadi masyarakat bodoh yang mudah ditipu,” tambahnya.

Lantas, bagaimana masyarakat bisa menjaga kerukunan beragama dengan baik di Indonesia.? Kehadiran dari tuan guru, kyai, atau para ulama di agama Muslim, kemudian adanya para pendeta di Kristen Protestan, pastor di Katolik, Biksu di Budha, serta pedanda di Hindhu bisa menjadikan berkat buat masyarakat di Indonesia karena memberikan pengetahuan yang baik dari sisi agama.

“Dari sinilah, rasa keikhlasan dan ketulusan bisa terpenuhi dalam jiwa masyarakat,” pungkasnya. (tim)

Lebih Dekat dengan Cabup HM Sukiman Azmy “Antara Dunia Militer, Politisi dan Da’i”

Lombok Timur SR – HM Sukiman Azmy meniti karirnya di dunia militer TNI AD bahkan pria kelahiran Desa Rumbuk Kecamatan Sakra Lombok Timur, pada tanggal 30 Mei 1957 ini pernah pulang kampung menjadi Komandan Kodim 1605/ Selong 2004.
Sukiman Azmy adalah lulusan Fakultas Da’wah IAIN Walisongo dan kemudian pada tahun 1982 melanjutkan pendidikan di Sekolah Perwira Wajib, dan tahun 2002 menyelesaikan pendidikan S2 di Program Magister Manajem Universita Trinandra, Jakarta.
Selama menjadi prajurit TNI AD adalah beberapa jabatan yang pernah diembannya mulai menjadi sebagai Perwira Bintal di Korem 031/ Wirabima tahun 1983 serta tahun 1985 dipromosikan sebagai Kepala Penerangan Korem 031/Wirabima, kemudian ditempat yang sama tahun 1989 diangkat sebagai Kepala Bintal Korem 031/Wirabima, dan setelah itu tahun 2000 di tarik ke Mabes TNI AD sebagai Kepala Bagian Umum Disbintal AD dan kemudian menjadi Dandim 1605/Selong Lombok Timur pada tahun 2004.
Dan tahun 2005 HM Sukiman Azmy, ditugaskan di lingkungan Kementerian Agama RI dengan jabatan yang disandangnya sebagai Kepala Biro Umum Setjen Kementerian Agama, kemudian sebagai Kepala Operasi Arofah Mina dan Ketua Tim Pemondokan Haji tahun 2005 – 2008.
Pada tahun 2008 beberapa tokoh masyarakat Lombok Timur mengharapkan dia pulang kampung untuk ikut Pilkada Lotim tahun 2008 dengan berpasangan dengan HM Syamsul Lutfi dan akhinya terpilih menjadi Bupati Lombok Timur dengan mengalahkan calon incumbent Moch Ali Bin Dahlan.
Selama menjadi Bupati Lombok Timur periode 2008 – 2013 ada beberapa berapa prestasi yang tidak bisa dilupakan oleh masyarakat Lombok Timur diantanya adalah melakukan pemekaran desa dan mengalihkan eks pelanggan Koperasi Listrik Pedesaan ( KLP) Sinar Rinjani Lombok Timur, menjadi pelanggan PT PLN.
Saat menjabat Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy mulai bersentuhan dengan partai politik dengan ditunjuknya dia sebagai Ketua Dewan Pakar DPC PKS Lombok Timur dan terakhir sebagai Ketua Pembina Partai Gerindra, Lombok Timur.
Dan hal yang menarik dari sosok HM Sukiman Azmy, adalah dimana pun dia ditugaskan baik saat aktif di militer maupun saat memimpin Lombok Timur dia tidak lupa keliling kampung untuk memberikan pengajian ajaran Agama Islam kepada masyarakat bahkan lewat media dakwah ini dapat digunakan untuk menyampaikan pesan pembangunan.
Kemampuannya sebagai seorang da’i ini dia dapatkan saat menjadi santri di Pondok Pesanteren NW Pancor dan kemudian dilanjutkan di Fakuktas Dakwah IAIN Walisongo Semarang.
Suami dari Hajjah Hartatik ini dikenal sebagai orang yang hidup sederhana meski pernah menjadi orang nomor satu di Lombok Timur. Ajaran agama ditanamkan pada diri dan kekuarganya sehingga lingkungan keluarga yang agamais terlihat dalam kehidupannya. (tim)

Muscab Bersama Pemuda NW Lotim Tahap V Sukses

Lombok Timur SR-Pimpinan Daerah Pemuda NW Lombok Timur terus menunjukkan eksistensinya sebagai garda terdepan dalam mengamankan kebijakan organisasi NW, kali ini pada Senin (18/03) Pemuda NW Lotim menggelar Musyawarah cabang (Muscab) sekaligus konsolidasi kader muda NW untuk kecamatan Suela, kecamatan Wanasaba di MA NW Suela, pada pagi harinya, dan kecamatan Montong Gading di MTs NW Talun pada sore harinya.
Muscab Pemuda NW pada zona V ini dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama dilaksanakan pukul 09.00 – 13.00 wita untuk PC Pemuda NW kecamatan Suela dan Wanasaba yang bertempat di Pondok Pesantren Putra Rinjani Kecamatan Suela, sedangkan sesi kedua dilaksanakan pukul 14.30 wita untuk PC Pemuda NW Kecamatan Montong Gading bertempat di MTs NW Talun Desa Pringgajurang Utara Kecamatan Montong Gading Lombok Timur.

Ketua Pemuda NW Lombok Timur Hasanah Efendi kepada awak media mengungkapkan bahwa muscab bersama pemuda NW zona V dilaksanakan mengingat masa bakti pengurus lama sudah berakhir sehingga perlu dilaksanakan peremajaan pengurus untuk keberlangsungan roda organisasi dalam mengamankan kebijakan organisasi induk.
“Sesuai amanah musda dan rapat kerja daerah Pemuda NW Lotim, kami menargetkan pada bulan maret ini semua pimpinan cabang pemuda NW di masing-masing kecamata di wilayah lotim bisa rampung” ulasnya
Ia juga menambahkan, kegiatan muscab ini juga sekaligus sebagai ajang konsolidasi pengurus Pemuda NW mengingat banyaknya agenda organisasi induk yang harus dikawal dan disukseskan
“Pemuda NW harus menjadi garda terdepan dalam mengemban amanah organisasi, oleh karena itu konsolidasi untuk penguatan internal merupakan program prioritas pemuda NW pada program jangka pendek Pimpinan Daerah Pemuda NW Lombok Timur” tandasnya

Pada Muscab Zona V Pemuda NW Lotim kembali mengamanahkan sdr Abdul Kadir Jailani, S.Pd. sebagai Ketua PC Pemuda NW Suela untuk periode yang kedua kalinya, selanjutnya ketua PC Pemuda NW wanasaba berdasarkan hasil musyawarahnya memberikan amanah kepada sdr Saifullah, S.Pd sebagai ketua, sedangkan PC Pemuda NW Montong Gading secara aklamasi menunjuk sdr Fathurrahman, S.Pd.I sebagai ketua umumnya.

Selanjutnya ada sisa empat kecamatan yang belum di Muscabkan yaitu Kecamatan Sakra, Sembalun, Sambalia dan Pringgabaya. “Tapi insya allah dalam waktu dekat ini, kita akan rampungkan semuanya, nanti baru akan dilakukan pelantikan bersama di satu tempat” kata Kepala Bidang Pendidikan, Kaderisasi, dan Organisasi PD Pemuda NW Lotim, Hasan Basri. (vin)

Tiba di Selandia Baru, Presiden Akan Lakukan Pertemuan Bilateral dan Hadiri Forum Bisnis

Dari Sydney, Australia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana melanjutkan perjalanan menuju Wellington, Selandia Baru, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Minggu 18/3).

Lepas landas dari Bandara Internasional Kingsford-Smith, Sydney, Australia, pada pukul 17.37 Waktu Setempat (WS) atau pukul 13.37 WIB, pesawat yang membawa Presiden dan Ibu Iriana beserta rombongan tiba di Bandara Militer Wellington, Selandia Baru, pada pukul 22.20 WS atau 16.20 WIB.

Menteri Keuangan yang juga Menteri Olahraga Selandia Baru Grant Robertson, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya dan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Trevor Matheson menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Iriana.

Dari bandara, Presiden dan Ibu Iriana langsung menuju hotel tempat menginap selama berada di Wellington. Tiba di hotel, ratusan masyarakat Indonesia menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Iriana.
Kunjungan ke Selandia Baru ini merupakan kunjungan kenegaraan yang sekaligus menandai peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Selandia Baru.

Kunjungan ini juga akan dimanfaatkan Kepala Negara untuk melakukan sejumlah pertemuan. Mulai dari pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri dan Gubernur Jenderal Selandia Baru, hingga bertemu dengan sejumlah CEO dalam sebuah forum bisnis.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Wellington, Selandia Baru, adalah Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekreteris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Kepala BKPM Thomas Lembong (SETKAB.GO.ID)

JELANG GP QATAR

Dovizioso Dijagokan Menang di Losail

Losail – Andrea Dovizioso memang akan memulai balapan di MotoGP Qatar dari posisi kelima. Tapi rival-rivalnya menyebut Dovizioso sebagai favorit untuk menang di Losail.

Dovizioso sempat unjuk gigi dalam latihan bebas di hari Jumat (16/3/2018). Rider Ducati itu jadi pebalap tercepat di sesi pertama dan kedua.

Namun Dovizioso gagal memperbaiki catatannya di hari kedua, Sabtu (17/3/2018). Di sesi kualifikasi, pebalap asal Italia itu hanya menempati posisi kelima dengan catatan waktu satu menit 54,074 detik, tertinggal 0,394 detik dari Johann Zarco yang merebut pole.
Meski akan memulai balapan dari posisi kelima, Dovizioso –yang dalam tiga musim terakhir finis kedua di Qatar– dijagokan akan menang di Losail. Beberapa pebalap menyebut Dovizioso sebagai favorit.

“Dovi terlihat sebagai favorit. Meski dia di posisi kelima, dia tentunya jadi favorit,” pebalap LCR Honda Cal Crutchlow mengatakan seperti dikutip Autosport.

“Di akhir lap pertama, dia bisa melewati dua pebalap di trek lurus pertama. Mudah saja.”

Danilo Petrucci, yang akan start di posisi ketiga, juga memprediksi Dovizioso akan ikut bersaing di barisan depan.

“Dovizioso saya pikir adalah yang lebih kuat karena dia bisa mengelola ban sampai akhir. Dovi saat ini sedikit unggul dalam mengelola ban,” Petrucci menyatakan.

Rider Repsol Honda Marc Marquez juga sepakat dengan Petrucci dan Crutchlow. Ia menyebut Dovizioso sebagai yang paling berbahaya di Losail.

“Yang paling berbahaya adalah Dovi, dia sangat cepat dan konsisten di sini,” Marquez mengatakan.

“Danilo (Petrucci) juga punya kecepatan bagus, jadi ini akan menjadi balapan yang berat. Semuanya setara…”

Sumber : Sport.Detik