Bupati Buka Bintek Peningkatan Kapasitas Agen PDPGR

Sumbawa Barat, SR — Bupati Sumbawa Barat Dr.Ir.H.W.Musyafirin MM Bka langsung acara Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) se KSB yang berlangsung di Aula Setda KSB Rabu (05/04/2018) lalu.

Hadir pada acara tersbut Dandim 1607 Sumbawa, Kajari Sumbawa, Kabag Ops Polres Sumbawa Barat, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan,Kepala OPD Dan segenap Kepala Bagian Lingkup Setda KSB.

Bupati dalam sambutannya meminta kepada semua Agen PDPGR agar bisa menjaga kekompakan sesama agen. Kekompakan agen harus terus dibangun dan dijaga. Seandainya ditempat lain mengatakan tidak mungkin, namun di KSB harus mungkin.  ‘’Saya berharap Agen PDPGR agar tetap mempertahankan kekompakan ini. Jika kekompakan ini terus dibangun, maka Dandim pun akan takut,” canda Bupati.

Bupati menegaskan tugas dari pemerintah dan Agen bukan hanya membangun fisik seperti Jamban,rumah dan lainnya.Namun yang paling penting adalah membangun sikap,metal atau yang menjadi karakter masyarakat KSB, YAKNI BERMENTAL ikhlas,Jujur dan Sungguh sungguh. ‘’Kita libatkan semua pihak, pejabat, aparatur sipil negara, masyarakat, tokoh masyarakat tokoh agama, ulama untuk mendapatkan karakter rakyat KSB yang ikhlas, berkarakter jujur dan berkarakter sungguh sungguh,” pungkas  Bupati.

Bupati juga berharap kepada pemangku kepentingan, mulai dari kepala desa/lurah, camat, Babbinsa dan Bhambinkamtibmas untuk memanfaatkan Agen PDPGR. Jangan sampai kepala dinas ketika melaksanakan suatu kegiatan yang sebenarnya membutuhkan Agen PDPGR, malah kemudian memandang sebelah mata. Semua harus bersinergi, Agen PDPGR bukanlah pesaing.

‘’Saya berharap manfaatkan Agen PDPGR. Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dinas, Kepala Desa/Lurah akan sangat terbantu jika agen PDPGR bisa dimanfaatkan dengan baik. Contohi Kecamatan Maluk, Camat, Kepala Desa dan Agen PDPGR sinergitasnya sangat baik. Kecamatan, Desa lain silahkan studi banding ke Maluk,” ungkap Bupati.

Ke depan, Agen PDPGR harus lebih membuka mata dan telinga di tengah masyarakat. Bukan berarti Agen  menjadi intel. Namun karena tanggung jawab memenuhi hak rakyat, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban KSB.

Apapun yang ditemukan, masalah narkoba, masalah asusila dan lainnya segera laporkan ke Kepolisian. Agen harus mengontrol warga di wilayah kerjanya. Jika ada Agen tidak mengetahui warganya yang kelaparan, yang sakit dan belum diobati, juga warga yang belum mendapatkan hak-hak dasar  lainnya, maka yang berdosa Agen PDPGR.

“Jika diketahui dan sudah dilaporkanke Bupati, tetapi bupati tidak menindaklanjuti, maka itu adalah dosa Bupati. Kepekaan harus ditanamkan sehingga benar-benar ditunggu masyarakat,”tandasnya.

Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Drs. Mulyadi, M.Si dalam laporannya menyampaikan,  keberhasilan pembangunan di KSB dengan melibatkan Agen PDPGR telah tampak. Pada Tahun 2016 lalu suah dilakukan seperti merehab rumah tidak layak huni sebanyak 1.024 unit, membangun jamban hingga KSB menjadi kabupaten satu-satunya di luar pulau jawa yang ODF/Open Defecation Free. Di tahun 2017, menyalurkan dan bantuan Bariri Tani kepada 6.855 penerima.

Sementara Bariri Ternak diberikan kepada 1.420 penerima. Bariri nelayan disalurkan kepada 1.276 nelayang tangkap, 120 nelayan budidaya dan 150 pengelola hasil. Merehab 1.391 rumah. ‘’Insya Allah tahun 2018 akan dilanjutkan. Kendala-kendala akan terus dibenahi seperti kurangnya kapasitas, karenanya Bimtek ini diberikan,” terangnya.

Ke depan, Agen PDPGR juga akan dievaluasi tingkat kehadirannya di setiap malam Jum’at pada Forum Yasinan. Mekanismenya adalah dengan absensi sidik jari. Hari ini, Agen PDPGR melakukan perekaman.

“Konsekuensinya adalah, jika Agen PDPGR tidak hadir pada Forum Yasinan, maka insentifnya dipotong dan dimasukkanke kas daerah. Para Agen PDPGR pun dengan semangat berteriak menyatakan siap melaksanakan mekanisme ini,”pungkasnya .(lal/hum)

Disnakertrans Tangani Protes UMK PT UNICERV

Sumbawa Barat,SR – Pemda KSB , melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) merespons munculnya protes karyawan PT. Unicerv, perusahaan pengolahan batu kapur di Kecamatan Maluk.

Kepala Dinas Disnakertran melalui Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Industrial Disnaker setempat, Tohirudin, SH mengatakan, pemerintah melalui instansinya tengah akan melakukan klarifikasi terhadap PT. Unicerv terkait protes tidak tunduknya perusahaan itu dengan standar Upah Minimum Kabupaten (UMK). Ada juga masalah keselamatan kerja dan standar sanitasi kesehatan air minum karyawan.

Beginilah fasilitas Filter Plant Air yang di bangun PT.Unicerv. fasilitas ini diperuntukkan bagi karyawan, agar siap di konsumsi. Karyawan bisa mengambil air untuk di minum melalui wadah botol, gelas bahkan galon.

“Surat panggilan ke management kita layangkan hari ini. Kita akan tanya dan klarifikasi,” ujarnya, kepada wartawan, Kamis (05/04/2018) lalu.

Tohirudin mengatakan, dari data Disnaker memang laporan data kontrak kerja perusahaan itu rata rata diatas UMK selama ini. Namun, dengan adanya temuan baru seperti yang disampaikan melalui media sosial, pihaknya segera akan merespons.

Sebelumnya, beredar protes di media sosial terkait kontrak kerja karyawan perusahaan itu menyalahi UMK tahun 2018. Protes juga disampaikan soal standar keselamatan kerja dan sanitasi pasokan air minum karyawan yang minim dan sangat tidak layak.

Sementara Manager Operastional PT Unicerv, Yoyok membantah bahwa prusahaan tindak tunduk dengan peraturan pemerintah soal UMK. Ia juga meluruskan informasi pedoman keselamatan kerja dan fasilitas sanitasi air yang buruk.

Menurutnya, kontrak kerja yang di protes di media sosial itu kontrak kerja tahun sebelumnya atau tidak berlaku lagi tahun 2018. Sementara UMK baru sebesar Rp 2 juta baru di berlakukan pada 1 Januari 2018. Sementara soal keselamatan, perusahaan kata Yoyok telah memenuhi sertifikasi Keamanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

“Kita punya fasilitas filter plant air siap minum dengan ozonisasi. Semunya sesuai standar kesehatan dan lisensinya jelas. Silahkan cek. Soal dokumen kontrak, kita sudah berakhir. Dokumen di facebook itu dokumen lama karena kontrak kerja sudah habis. Kami bahkan telah memberikan uang kompensasi kepada karyawan yang kontrak kerjanya sudah berakhir,” demikian, Yoyok. (lal/zm).

APK Dirusak, Relawan Ali-Sakti Lapor Panwaslu

Lombok Timur, SR – Adanya laporan pengrusakan Alat Peraga Kampanye (APK) Paslon (Pasangan Calon) di berbagai tempat  daerah  penyelenggaraan Pilkada Serentak NTB 27 Juni 2018 mendatang, telah masuk di meja Panwaslu,  termasuk di Lombok Timur. Sebagaimana diakui oleh  Ketua Panwaslu Lombok Timur (Lotim), Retno Sernopati, S.Hi., M.Hum., di ruang kerjanya, Kamis (05/04) lalu.

Pengrusakan baliho Paslon Cagub-Cawagub  nomor urut 4 (ALI-SAKTI) telah terjadi di seputaran wilayah Kelurahan Pancor beberapa waktu yang lalu. Hal tersebut sangat disayangkan oleh pihak tim Pemenangan ALI-SAKTI, sehingga melaporkannya ke Polres dan Panwaslu. Sesuai prosedural, maka oleh Polres disarankan ke Panwaslu Lotim.  Kasus  tersebut kini sudah masuk di Panwaslu Lotim.

“Memang benar ya bahwa, telah terjadi pengrusakan APK salah satu Paslon Cagub-Cawagub.  Pelapor diketahui dari tim pemenangan ALI-SAKTI,” aku  Retno Sernopati, SHi., M.Hum.

Kata dia, pelapor dan saksi harus bisa menunjukkan bukti pelanggaran yang dilakukan oleh pihak sebagaimana yang dilaporkan tersebut. Menurutnya, sesuai prosedur bahwa, apa yang disampaikan oleh pelapor akan ditindak lanjuti dalam kurun waktu 5 hari.

“Kalau terbukti sebagai tindakan pidana akan diproses ke Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) Panwaslu Lotim,” lanjutnya.

Retno menjelaskan, pelapor bersama saksi sejak menyampaikan laporan diminta untuk menghadirkan bukti-bukti sampai dengan waktu sesuai aturan.  “Selama dalam kurun waktu 14 hari  ditangani oleh Gakkumdu. Jadi, kasus yang terjadi di lapangan kita respon secar prosedural,” terangnya.

Sementara itu, relawan Pasek Lombok untuk Ali Sakti sebelumnya, mendatangi Polres Lotim dan Panwaslu untuk melaporkan terkait dengan kasus pengrusakan poster calon Gubenur dan Wakil Gubenur NTB, HM.Ali BD dan Gede Sakti, Kamis (05/04/2018)

Poster itu terpasang di jalan TGH.M.Zainuddin Abdul Madjid, jalan Pejanggik Pancor dan Gang Abu Muhayang, Pancor Dayen Masjid.

Sekretaris Relawan Pasek Lombok, Suriadi kepada media ini melaporkan kasus pengrusakan poster milik Ali Sakti ke Polres Lotim dan Panwaslu Lotim. Dengan terlebih dahulu ke Polres, akan tapi dari pihak kepolisian meminta untuk melapor ke Panwaslu Lotim, karena ada sentra Gakkumdu.

“Kami tidak terima dengan pengrusakan poster Ali Sakti itu,maka kami melaporkan kasus tersebut ke Panwaslu Lotim,” tegas Suriadi.

Ia menjelaskan pihaknya mengetahui adanya poster yang dirusak pada pagi hari Rabu, (04/04) setelah Selasa sore paslon Ali Sakti melakukan kampanye di wilayah Pancor. Apalagi rencananya relawan akan membersihkan poster maupun alat peraga kampanye yang masih ada.

Namun apa yang terjadi, poster Ali Sakti sudah dirusak, namun begitu pihaknya belum mengetahui secara pasti siapa yang merusak, akan tapi pihaknya mencurigai oknum yang melakukan.

Sehingga diminta kepada Panwaslu Lotim dan sentra Gakkumdu untuk segera menindaklanjuti kasus ini.

“Yang kami tidak terima kepala dua paslon itu dirusak dengan menggunakan gunting atau carter, sehingga kami melaporkan kasus ini,” ujar Suriadi.

Lebih lanjut Sekretaris Pasak Lombok menambahkan dengan pihaknya melapor terhadap kasus ini tentunya untuk memberikan Warning kepada paslon dan timses lainnya, termasuk kami untuk lebih sportif, santun, sopan dan sehat dalam menghadapi pesta demokrasi ini.

“Marilah kita bersama-sama mengamankan pesta demokrasi ini secara baik,tanpa harus saling menjelekkan antara satu dengan lainnya,” imbuh Suriadi.(rdi).

 

Kembangkan Produk Unggulan Melalui Lembaga BUMDes

Lombok Timur, SR  –  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kini menjadi bagian penting dalam menumbuh-kembangkan perekonomian pedesaan. Lebih-lebih oleh Kemendes RI telah memberikan sinyal dan suport serta bantuan kepada Daerah Lombok Timur (Lotim) berupa sarana-prasarana dalam menggerakkan BUMDes.

Banyak produk unggulan di wilayah pedesaan yang  potensial, bahkan menjadi tumpuan harapan perekonomian masyarakat. Namun demikian, belum banyak mendapat sentuhan (dalam hal ini lembaga ekonomi milik Desa), sehingga potensinya  tidak seperti yang diharapkan.

“Itu yang menjadi focus perhatian kita saat ini dan ke depan,” cetus Nunuk Susiningtiyas, S.IP., Kasi Pengembangan Potensi Ekonomi dan PAD Bidang PKKD (Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Desa) Dinas PMD Lotim, Senin 2/4/18 lalu. Menurutnya,  yang dilakukan oleh Pemdes adalah meningkatkan peran dari Bumdes dengan menambah unit kerjanya dari yang hanya berupa SP (Simpan Pinjam) dan Pamdes saja namun dikembangkan lagi dengan unit yang lain.

“Kita mendorong Pemdes untuk meningkatkan peran Bumdes ke arah pengembangan potensi Produk Unggulan Desa yang selama ini belum tersentuh,” imbuhnya.

Nunuk menjelaskan, beberapa contoh produk unggulan desa antranya adalah kerajinan Sesek Kereng di Desa Pringgasela, Desa Kembang Kerang Daya dan beberapa tempat lainnya. Kata dia, tidak itu saja bahkan ada desa yang memiliki lebih dari satu produk unggulan. Menurutnya, dengan adanya kewenangan Pemdes untuk mengelola potensi yang dimiliki wilayahnya, diharapkan untuk menumbuh-kembangkan produk unggulan yang ada.

Dengan demikian, lanjut Nunuk, akan dijumpai ikon masing-masing desa dengan gaung One Village One Product.  Dirinya kemudian menyebut beberapa produk unggulan yang dikenalnya. Kuliner Temeredok akan dijumpai di Desa Sakra, Gula Gending dijumpai di Desa Kembang Kerang Daya, Kerupuk Kulit dijumpai di Desa Apitaik, Kue (Kuliner)  Bantal dijumpai di Desa Gapuk, Ikan Bakar dijumpai di Desa Labuhan Haji dan Desa Masbagik, Jamu Akar Rinjani dijumpai di Desa Toya, Bawang Putih dijumpai di Desa Sembalun, Kopi-Kakao dan Coklat dijumpai di Desa Bebidas,  Tahu dijumpai di Desa Aikmel dan banyak lagi lainnya.  “Apabila ini betul-betul dikelola oleh Pemdes lewat Bumdes, maka, Insya Allah Gaung One Village One Product tidak hanya menjadi slogan saja,” tandasnya.

Berikut beberapa contoh Produk Unggulan Desa berdasarkan pantauan awak Duta Selaparang di lapangan. Produk tersebut sudah piral dan menjadi ikon bagi desa tersebut. Pagar Bambu di Desa Wanasaba, Mauble Bambu di Desa Sekarteja, Tenun Tradisional Sesek Kereng di Desa Pringgasela dan Kembang Kerang, Suri hanya dijumpai Desa Mamben Lauk, Konveksi di Desa Bagik Nyaka Santri, Abon Ikan Cakalang dan ragam olahan ikan laut di Desa Seruni Mumbul, Ikan Pindang di Desa Apitaik, Garam di Kecamatan Jerowaru (Sekaroh, Pemongkong), Kecamatan Keruak (Pijot, Ketapang Raya), Krepek dan Jamu dijumpai di Desa Toya dan Kalijaga Kecamatan Aikmel dan lainnya.

“Dengan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informatika serta  sudah masuknya SID dan WIFI di lingkungan kantor Pemdes, maka, tidak sulit untuk menemu-kenal dan menumbuh-kembangkan produk unggulan desa dan produk unggulan perkawasan di Lotim ini,” kata Nunuk Susiningtiyas.

Sementara itu, Haji Kemah dan Hanah, masing-masing Kades Aikmel Utara dan Kades Toya mengatakan, saat ini pihaknya bersama dengan beberapa desa bergabung dan bekerjasama dalam mengembangkan produk unggulan yang dimiliki oleh masing-masing desa.

“Kami ada 6 desa yaitu Aikmel Utara, Toya, Aik Perapa, Lenek Duren, Kembang Kerang Daya  dan Kembang Kerang bekerjasama dalam wadah Bumdes  Bersama Patih Monggok,” kata Haji Kemah. Menurutnya, masing-masing desa sudah merekomendasikan produk unggulan yang akan dikembangkan, mulai dari kulinner, kerajinan dan produk yang digiatkan oleh Gapoktan.

Senada diperkuat oleh Musaddad Akbar, Kaur Pemerintahan Desa + Bendahara Desa Toya. Kata dia, ke enam desa sudah berkomitmen mengembangkan potensi desa lewat Bumdes Bersama Patih Monggok. “Ke enam Desa sudah mengeluarkan penyertaan modal masing-masing Rp. 50 juta untuk pengembangan Bumdes,” katanya (rdi).

Pamhut  Wilayah RPH Resort Alas Amankan Kayu dan Sinso Tak Bertuan

Sumbawa Besar,SR  –  Pamhut Resort Alas amankan kurang lebih satu setengah kubik kayu konsen dan mesin sinso yang tidak bertuan dikawasan hutan lindung Desa Marente kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa Besar belum lama ini.

Kerusakan hutan akibat aksi perambahan yang dilakukan oleh warga Desa Marente Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa Besar NTB, sepertinya sudah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan.

Menurut koordinator RPH Resort Alas Ulumuddin mengakui bahwa sebelum dilakukan penyitaan terhadap kayu dan sinso itu,bahwa sehari sebelumnya sudah dilakukan patroli rutin,namun tidak  ada tanda tanda atau suara sinso di kawasan tersebut.Namun keesokan harinya kami dari RPH Alas berempat langsung melakukan patroli ulang kelokasi yang sama.Setelah sampai dilokasi ternyata ada suara sinso diatas kawasan hutan lindung Desa Marente.

“Mendengar adanya suara sinso,sehingga saya langsung menelpon pimpinan saya yang ada di Sumbawa agar bisa membantu kami untuk melakukan pengamanan,namun mengingat lokasi yang begitu jauh sehingga pimpinana saya melakukan kordinasi dengan pihak Kecamatan,Kepolisian,TNI Dan pihak Desa,agar bisa turun bersama,” terang Ulumuddin.

Atas kordinasi yang dilakukan oleh pimpinan kami sehingga selang tiga jam pihak kepolisian baru sampai di lokasi, dan saat itu juga kami langsung menyisir tempat suara sinso tadi. “Hasilnya kami temukan kayu yang sudah jadi sebanyak kurang lebih satu kubik dan mesin sinso yang sudah diserahkan ke KPH Sumbawa untuk diamankan, pungkas Ulumuddin.

Dilain tempat, Kepala KPH Sumbawa Parman, saat dikompirmasi melalui Henpon,membenarkan bahwa telah dilakukan  penyitaan barang bukti temuan berupa Kayu dan mesin sinso oleh pihaknya di kawasan hutan desa Marente Kecamtan Alas.

Parman juga mangakui bahwa atas keterbatasan personil Pamhut yang ada dilokasi resort Alas yang hanya Empat orang itu,dengan sendirinya merekan tidak bisa bekerja semaksimal mungkin,karena yang dihadapi adalah para pembalak yang sudah pasti temannya banyak.

“Oleh sebab itu apabila kami mau melakukan patroli,kami selalu melakukan koordianasi dengan semua pihak, baik kecamatan,Kepolisian,TNI,  Desa dan masyarakat,supaya bisa bersama sama turun untuk basmi pembalakan liar,”tegasnya.

Parman juga mengakui sudah sering kali pihaknya menemukan kayu yang sudah ditebang rapi namun pelakunya tidak ada ditempat,sehingga kami merasa kesulitan untuk mengungkap siapa dalang dari semua ini,katanya.

“Kayu temuan yang lokasinya sulit diangkut,sehingga pihaknya melakukan pemusnahan terhadap kayu tersebut,”pungkasnya.

Kapolsek Alas, Kabupaten Sumbawa,  Kompol Nurdin saat dikonfirmasi melalui HPnya membenarkan adanya barang temuan berupa kayu dan Sinso yang ditemukan oleh tim gabungan saat melakukan patroli bersama dikawasan hutan Desa Marente.”Sementara itu barang temuan tersebut sudaha diamankan oleh pihak KPH Sumbawa Besar,” kata Kompol Nurdin.

Sementara, Camat Alas, Hery Heryanto Diaz saat dimintai tanggapan mengatakan,apabila ada masyarakat dengan sengaja melakukan pembalakan liar, pelaku tersebut harus diproses secara hukum,siapapun dia.

“Dewasa ini banyak sekali manusia-manusia yang merusak hutan demi keuntungan pribadi semata. Tanpa izin pemerintah, mereka melakukan penebangan hutan secara liar,” tandasnya.

Camat Alas berharap kepada pihak penyidik apabila ditemukan orang yang melakukan aktivitas pembalakan liar, agar pihak kepolisian jangan tanggung tanggung untuk memproses pelakunya secara tegas. “Itu merupakan kejahatan yang nantinya akan merugikan banyak pihak,demi kepetingan pribadinya,” tutup Camat.(lal)

Cabor Taekwondo Targetkan Jadi Lumbung Emas KSB

Sumbawa Barat, SR – Meski tergolong baru hadir cabang olah raga Taekwondo di KSB,namun kiprah Cabor yang satu ini cukup diperhitungkan oleh lawannya.

Walaupun keberadaan cabang olah raga Taekwondo ini baru berada di KSB,tetapi setiap adanya ajang Pekan Olah Raga Propinsi NTB Kabupaten Sumbawa Barat tidak pernah ketinggalan mengirimkan Cabor terbaiknya untuk mengikuti kejuaraan di Porprov,meskipun belum menunjukan prestasi terbaiknya,namun Cabor ini selalu eksis.

Dalam pantauan media,masa kejayaannya Cabor ini diraih pada tahun 2010 silam,dimana cabang Olah raga Taekwondo satu satunya Cabor yang menyumbangkan medali emas terbanyak bagi kontingen dari Sumbawa Barat di ajang Porprov NTB.

Selanjutnya, trent itu terus menurun sejak  dua emas terkahir berhasil disumbang atlet Taekwondo KSB pada Porprov 2014. Sejak itu, nyaris tidak ada prestasi dan terus menghilang hingga kini.

Pembinaan dan pengelolaan management organisasi yang fakum, membuat Cabor ini tidak diunggulkan dalam setiap event Porprov.

“Itu misi jangka pendek kita. Pembenahan internal organisasi dan penyusunan strategi menghadapi Porprov 2018. Jangka panjang, pembinaan atlet usia dini agar atlet Cabor ini terus berkesinambungan,” kata, Baharuddin Ank, ketua Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Sumbawa Barat, kepada pers, belum lama ini.

Baharuddin Ank baru saja terpilih secara aklamasi menjadi ketua PBTI Sumbawa Barat periode 2018-2023. Keterpilihan tokoh muda dan tokoh politik itu sedikit memberi harapan baru bagi tumbuh kembangnya prestasi atlet Taekwondo di bawah binaannya.

Baharuddin Ank berharap, setiap event diupayakan menjadi moment terbaik para atlet untuk mengukir prestasi. Ank sapaan akrab tokoh mudah ini, bahkan tidak sesumbar berjanji meningkatkan prestasi Cabor Taekwondo di tingkat lokal regional bahkan nasional.

“Bahkan tidak menutup kemungkinan, Taekwondo bisa menjadi salah satu lumbung emas kontingen Sumbawa Barat,”akunya, optimis.

Baharuddin Ank lahir di Taliwang, 46 tahun silam. Ank muda tercatat telah banyak memimpin organisasi sekolah bahkan hingga ke Universitas. Diantaranya,  ketua Senat Mahasiswa Unram, Mantan Ketua OSIS  SMAN 1 Sumbawa Besar. Mantan Ketua Gerakan Mahasiswa Kosgoro NTB. Mantan Ketua HIPMI KSB dan sekarang Ketua Dewan Pembina HIPMI KSB. Dan Pengurus HIPMI NTB.

Ketua senat setara dengan ketua BEM. Baharuddin Ank bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Presidium Mahasiswa Indonesia Timur. (lal/zm)

Dompu SR – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan, MPA., dan Menteri Pariwisata RI .Ir Arief Yahya M.Sc., dipastikan akan menghadiri acara puncak perayaan Festival Pesona Tambora (FPT) di Lereng Doro Ncanga, Gunung Tambora Kabupaten Dompu NTB pada 11 April 2018 mendatang. Berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan dua orang pejabat negara itu telah disiapkan oleh Pemda Dompu.

“Pada acara puncak FPT akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Menteri Pariwisata. Insha allah semua persiapan sudah kami siapkan, termasuk kegiatan yang akan diikuti langsung oleh dua menteri itu,” ungkapkan  Kabag Humas dan Protokol Setda Dompu, Ardiansyah, SE., Selasa (003/04/2018).

Di acara puncak FPT nanti juga akan dihadiri oleh Gubernur NTB, Bupati dan Wali Kota se-NTB. “Insha Allah Gubenur NTB juga akan hadir dalam acara FPT nanti,” ujarnya.

Berbagai rangkaian kegiatan FPT yang sudah dirangkum dalam perecenaan ini dimulai sejak tanggal 1-11 April 2018, seperti pameran dan pawai budaya. “Untuk kegiatan pawai budaya akan dipusatkan di kantor Pemda Dompu Rabu siang, kegiatan ini akan diikuti oleh berbagai etnis yang ada di dompu yang disertai dengan atraksi budaya,” terangnya. (Mul)

Dompu SR- Kanbupaten Dompu Pronpinsi NTB, pada 11 April mendatang akan berulang tahun ke 203. Untuk menyambut HUT Kabupaten Dompu, Dinas Kedudayaan dan Pariwisata (Dispudpar) Dompu akan menggelar berbagai kegiartan mulai dari even FPT dan berbagai perlombaan dan pertandingan. Kegiatan ini akan di mulai tanggal 4 – 11 April nanti diperhelatkan berbagai antraksi  yang dilombakan menyambut kedatangan presiden bersama menteri kerja

Di seluruh furom SKPD yang menyelenggakan kegiatan ini seperti pawai budaya Rimpu Tebe Ngoli sebagai budaya dan adat istiadat para leluhur nenek moyang  kita, baik Bima dan Dompu.

Sekertaris Dinas Kedudayaan dan Pariwisata Syamsul Hurai SE., kepada  Wartawan di kantornya,  Selasa  (03/04/2018) mengungkapkan sebagai penerus dan pemuda zaman sekarang perlu kita ingat para pejuang -pejuang dulu, bagaimana berjuang dan menanamkan nilai luhur budi pekerti dan budaya  nenek moyang dulu.

“ Mari kita ramaikan hari bersejarah ini dengan menanamkan nilai budaya luhur nenek moyang kita. Semoga  kegiatan ini benar -benar aman dan lancar’ jangan seperti tahun kemarin  banyak kendala yang di hadapi oleh Dispudpar Dompu,” harapnya.

Lanjut Syamsul,  pada kegiatan ini semoga FPT  sekarang memberikan kemeriahan bagi masyarakat kabupaten Dompu. “Tiap tahun Festival Pesona Tambora di biayai oleh pemerintah pusat  untuk memajukan destinasi kemajuan menjadi  Tambora Menyapa Dunia,”tutupnya. (mul)

TTG Tingkat Propinsi  dan Pawai Budaya Digelar

Dompu SR – Memasuki bulan April ini, Pemerintah Kabupaten Dompu, kembali memperingati Hari Jadi, Dompu ke 203 dirangkaikan dengan Event Festival Pesona Tambora 2018. Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan adalah Gelar TTG ke XVI Tahun 2018 Tingkat Propinsi Nusa Tenggara Barat dan pelepasan peserta pawai budaya pada waktu yang bersamaan, bertempat di Lapangan Paruga Parenta Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu Rabu, (4/04) lalu.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda. Dompu, Ardiansyah, SE., mengungkapkan bahwa gelar TTG ini akan dihadiri Sekretaris Daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat, Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD beserta jajarannya dan diikuti oleh peserta dari 10 kabupaten/kota se Nusa Tenggara Barat yang berasal dari unsur masyarakat umum, kelompok maupun perorangan.

“Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan dapat mengeluarkan ide dan inovasi khususnya di bidang teknologi yang dapat memanfaatkan pengolahan sumberdaya alam yang ada,”imbuhnya.

Pada waktu yang bersamaan, akan dilanjutkan dengan pelepasan peserta pawai budaya yang diikuti oleh perwakilan paguyuban, etnis dan komunitas se Kabupaten Dompu, siswa dan mahasiswa serta ASN se Kabupaten Dompu, yang menggunakan pakaian adat khas Dompu atau pun adat Rimpu Tembe. Tiap paguyuban akan menampilkan atraksi kesenian khas masing-masing daerah dengan durasi 5-10 menit di depan panggung kehormatan.

Pameran TTG akan berlangsung selama 3 hari sampai tanggal 6 April 2018. Setiap stand akan diisi dengan aneka produk TTG dan akan dinilai oleh panitia lomba.

“ Oleh sebab itu diharapkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengunjungi pameran TTG dan turut memeriahkan pawai budaya dalam rangka Hari Jadi Dompu dan Festival Pesona Tambora,”pungkasnya. (mul)

Bupati Buka TMMD Ke 101 Di Desa Ai Kangkung

Sumbawa Barat,SR — Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M membuka secara resmi kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 Tahun 2018 di  Lapangan Desa Ai Kangkung, Rabu pagi (4/03/2018) lalu.

Pembukaan TMMD yang  dilaksanakan di Desa Ai Kangkung, Kecamatan Sekongkang yang merupakan wilayah Kodim 1607/Sumbawa ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati setelah usai upacara pembukaan. Dalam upacara, Bupati bertindak sebagai inspektur upacara.

Sebelum upacara selesai Bupati juga diberi kepercayaan melakukan pemeriksaan pasukan,dan sekaligus menyerahkan sarana kegiatan secara simbolis kepada satu orang anggota TNI dan anggota Satlinmas berupa satu sak semen dan satu unit sekop.

Komandan satuan tugas/Dansatgas TMMD ke-101 Tahun 2018 selaku Komandan distrik militer/Dandim 1607/Sumbawa, Letkol ARM Sumanto S.Sos dalam laporan singkatnya menyampaikan,TMMD akan dilaksanakan selama 30 hari dimulai tanggal 4 April – 3 Mei 2018.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui TMMD adalah, kegiatan fisik berupa pembuatan jalan usaha tani panjang 4.000 m dan lebar 6 meter. Pembuatan pagar Pura sepanjang 126 m, rehab Musholla ukuran 10,5 x 10,5 m, pemasangan talut irigasi sepanjang 800 m. Pembangunan pos kamling sebanyak empat buah, pembuatan duiker sebanyak 3 buah. Pembuatan MCK ukuran 3×2 m sebanyak 4 buah dan pembuatan tempat wudhu Musholla ukuran 2×4 m.

“Sementara sasaran non fisik dengan melaksanakan kegiatan, penyuluhan bidang agama, Penyuluhan Kamtibmas dan Narkoba, Pertanian dan Perkebunan. Penyuluhan Bidang pendidikan, Bidang hukum, Bidang Lingkungan Hidup, Keluarga Berencana, Bidang Kesehatan dan Bidang Peternakan,”terangnya.

TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga betapa pentingnya dan luar biasanya semangat gotong royong membangun bangsa. Semua bahu membahu, memberikan sumbangan pikiran, gagasan, sumbangan tenaga dan keterampilan dalam pembangunan, pembangunan yang dilaksanakan di setiap desa di seluruh penjuru tanah air Indonesia termasuk di KSB. “TMMD bukan hanya program lintas sektoral antara TNI dengan Pemerintah. lebih dari itu, TMMD menyatukan TNI dengan rakyat, memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat, memperkokoh bahwa ‘’bersama rakyat TNI kuat,’’tandasnya.

Sebanyak 150 atau 1 satuan setingkat kompi anggota TNI, ditambah unsur Pemerintah KSB, Polri, Kejaksaan, Pengadilan Agama dan unsur lainnya bersama masyarakat desa Ai Kangkung terlibat dalam TMMD dengan pagu anggaran RP. 1.750.000.000,- dari Pemda KSB dan Rp. 180.675.000,- dari TNI ini.

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M mengharapkan, indikator keberhasilan kegiatan TMMD tidak hanya terbangunnya infrastruktur semata. Namun yang terpenting adalah sasaran non fisik, yakni membantu pemerintah dalam upaya pemberian pencerahan ideologi kepada masyarakat guna mencegah tumbuh dan berkembangnya paham radikal di KSB.

“Selanjutnya TMMD mampu melestarikan dan meningkatkan budaya gotong royong di tengah masyarakat, serta mampu membangun budaya gotong royong dan membentuk mental rakyat, agar rakyat memiliki mental ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh,”tandasnya.

Usai upacara pembukaan, Bupati yang didampingi Ketua TP-PKK KSB, Hj. Hanifah Musyafirin, S.Pt, Kasi Teritorial Korem 162/WB, Dandim 1607/Sumbawa, Kapolres Sumbawa Barat, para Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian Setda KSB, Manajeman PT. AMNT dan tamu lainnya melakukan peninjauan jalan usaha tani yang akan dibangun pelaksana TMMD. Di lokasi jalan usaha tani tidak jauh dari Pura Desa Ai Kangkung, Bupati dan Istri serta pejabat lainnya menyempatkan berfoto bersama dengan landscape ladang jagung, pantai dan samudra Hindia. Peninjauan dilanjutkan ke Mushalla Al-Mursalat di Dusun Ai Betak yang direhab.(lal/hum)