Bupati Sukiman : Ngotot Jumatan, Silahkan dan Langsung Diisolasi 14 Hari di Masjid Itu

Bupati Sukiman : Ngotot Jumatan, Silahkan dan Langsung Diisolasi 14 Hari di Masjid Itu

Lombok Timur SR- Bupati Lombok Timur HM Sukimaan Azmy, menyebutkan bahwa perkembangan virus Korona di Lombok Timur berada pada level yang mengkhawatirkan, terutama kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang cukup melonjak akhir-akhir ini.

“Awalnya kita punya dua klaster yaitu Aiknyambuk Aikmel dan Alumni Goa Sulawesi Selatan, namun ada 1 PDP yang kegiatannya bolak balik Papua-Lombok. Ini bisa jadi klaster baru, tapi mudahan negatif saat di swab nanti, karena menurut rapid tes, dia positif,” ujarnya, saat rakor bersama MUI, Forum Kerukunan Beragama di Gugus Tugas penanganan Covid 19 Pendopo Bupati, Kamis (15/04).

Kata Bupati, ratusan jamaah Tablig yang sudah ke Goa ini kalau kita biarkan berkeliaran, maka berapa banyak waraga Lobok Timur terancam terpapar Covid-19 ini.

Sekitar 128 jamaah tablig dari total 194 jamaah sudah rapid tes dan sudah 19 orang dinyatakan PDP dan langsung dirawat di RSUD Selong. Jamaah tablig ini juga pagah-pagah sekali atau percaya diri berlebihan lalu tidak menjaga jarak bukan dirinya saja yang bahaya tapi banyak masyarakat yang terjangkit.

“Jika ditemukan klaster Goa ini berkeliaran dan menunjukan gejala dimohon langsung diinfokan kepada petugas terdekat untuk diamankan,” pinta Bupati.

Untuk solat jumat, kata Bupati bagi yang tetap ngotot mau solat ju’mat, diminta kepada petugas tawarkan kepada mereka yaitu kalau udah selesai solat jumat langsung diisolasi di masjid itu selama 14, tapi tidak terlalu banyak orang seperti itu.

“Kita akan tanggung biaya hidupnya selama 14 hari itu, mulai dari makanannya, sabun, sikat gigi dan kebutuhan lainnya, tapi masjid itu harus digembok, mereka tidak boleh keluar sebelum 14 hari,”kata Bupati dengan nada tinggi.

Hingga pukul 14.00 wita, Kamis (15/04) yang diterima media ini melalui data Gugus Tugas Lotim, menunjukan terjadi peningkatan tajam pada kasus PDP di Lombok Timur yang mencapai 33 orang, 11 selesai dalam pengawasan, dan 22 masih dalam pengawasan. Sedang ODP 1461 orang, 1061 selesai dalam pengawasan, dan 400 masih dalam pengawasan. Untuk OTG mencapai 267 orang, 70 selesai dalam pemantauan, dan 197 masih dalam pemantauan. Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) sebanyak 10837 orang, selesai isolasi 6787 orang, dan masih dalam isolasi 4050 orang. Untuk Kasus Covid di lotim masih 6 orang, 3 orang sembuh dan 3 orang masih dirawat.(red)

Share this post