Covid-19, Pengadilan Agama Praya Hanya Terima Kasus Via On-line

Covid-19, Pengadilan Agama Praya Hanya Terima Kasus Via On-line

Lombok Tengah SR-  Setelah pemerintah pusat menetapkan virus Corona, sangat berbahaya bagi kesehatan, sehingga berimbas terhadap sejumlah program dan kegiatan bersifat umum, termasuk pelayanan di Pengadilan Agama Praya Lombok Tengah (Loteng).

Ketua Pengadilan Agama Praya Loteng Baiq Halkiyah S. Ag M. H membenarkan, selama pandemi virus corona covid- 19, terhitung sejak 23 Maret tahun 2020 seluruh perkara untuk sementara ini di tutup. “Sesuai protap yang telah di tetapkan pemerintah pusat, kami di Pengadilan Agama Praya Loteng untuk sementara ini pelayanan dan penyelesaian perkara kita tutup, kecuali penyelesaian perkara via online,” katanya di ruang kerjanya, Senin (13/04).

Penutupan penyelesaian perkara untuk sementara lanjutnya, perkara yang di daftar setelah penetapan pandemi Covid- 19, terhitung sejak tanggal 23 Marat lalu, sedangkan bagi perkara yang di daftar sebelum pandemi covid- 19, itu tetap di selesaikan.

“Yang kita stop hanya perkara yang di masukkan secara manual setelah pemerintah menetapkan Covid- 19 pada bulan Maret lalu. Sedangkan perkara di atas itu kita tetap selesaikan, sedangkan perkara yang di daftar melalui online kendati sudah masuk pandemi, juga kita tetap tangani,” sambungnya.

Dikatakan, adapun jumlah perkara yang sudah di selesaikan selama tahun 2020 ini, diatas 1 ribu perkara, dari jumlah tersebut di atas tinggal 200 yang masih belum selesai dan saat ini masih berproses.

“Perkara yang sudah berjalan kita tetap proses, dan jumlah perkara yang kita tangani selama Covid- 19 sebanyak 200 perkara dari 1 ribu perkara di tahun ini,” jelasnya.

Sedangkan perkara yang di tangani dari 1 ribu perkara tersebut, ada perkara warisan, perceraian dan beberapa perkara lainnya.

Selain itu lanjut ibu kelahiran Desa Penujak Kecamatan Praya Barat Loteng, imbas dari Covid- 19,  bukan hanya penutupan perkara baru secara manual, namun ini membuat dirinya harus memutar jadwal dan petugas persidangan yang sudah dibuat sebelumnya. Artinya petugas Pengadilan Agama Praya, yang dulunya masuk kantor setiap hari, sekarang harus masuk bergiliran.

Misalnya saja, petugas kelompok A masuk pada hari Senin, dan hari Selasa giliran petugas kelompok B dan seterusnya, kecuali Ketua Hakim, Panitra, Sekretaris,Panmud da Kasubag masuk setiap hari. Dan untuk hari Jum’at semua petugas yang sudah di buatkan kelompok tersebut, pada hari Jum’at semuanya masuk. “Jadwal yang sudah kita buat sebelumnya, berubah setelah adanya virus ini,” cetusnya.

Selanjutnya, sebagai pedoman dilakukannya perubahan jadwal tersebut diatas, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mahkamah Agung RI nomor 1 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan tugas selama masa pencegahan Covid- 19. Di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya. (ap)

Share this post