Dukung Sejuta Masker, KORPRI dan PGRI Sumbang 130 Ribu Masker

Dukung Sejuta Masker, KORPRI dan PGRI Sumbang 130 Ribu Masker

Lombok Timur SR – Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy menyampaikan apresiasi terhadap semua organisasi dan masyarakat yang telah memberikan sumbangan berarti bagi penanganan Covid-19 di Lombok Timur. Bupati menyebut hal itu tidak hanya mendukung Pemerintah tetapi juga meringankan beban masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati pada penyerahan bantuan masker dari organisasi profesi KORPRI dan PGRI di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Timur, di Pendopo Bupati, Jumat (03/04).
KORPRI dan PGRI dalam upaya mendukung program sejuta masker untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan menyerahkan masing-masing 50 ribu masker dari KORPRI dan 80 ribu masker dari PGRI yang diserahkan oleh ketua KORPRI Andika Istujaya dan Ketua PGRI Mahsin yang langsung diterima Bupati sebagai Ketua Gugus.
Pada kesempatan yang dirangkaikan dengan Jumpa Pers itu, Bupati juga menjawab kegelisahan sebagian orang yang mempertanyakan ditutupnya masjid untuk shalat berjamaah, namun di sisi lain msih membiarkan pasar yang lebih ramai tetap buka.
Menurut Bupati, penutupan pasar dikhawatirkan menimbulkan kepanikan masyarakat, utamanya terkait pemenuhan kebutuhan pokok. Kondisi tersebut justru akan mengakibatkan dampak yang lebih luas, mengganggu ibadah ummat dalam arti sempit, juga luas. Karenanya pasar tetap dibuka. Akan tetapi Bupati mengingatkan untuk upaya menjaga jarak di pasar, sekaligus memberdayakan kelompok- kelompok masyarakat seperti ojek daring yang bisa jadi saat ini semakin berkurang pendapatannya karena masyarakat tidak berani ke luar rumah.


“Selain mendukung kegiatan perekonomian di pasar upaya ini berimbas positif terhadap pendapatan masyarakat lainnya,” jelas Bupati.
Sedang kenapa ditutup masjid, kata Bupati karena masjid itu tempat suci, jangan ada ditempat suci itu akan menajdi tempat penyebaran virus…
Kepada pers/ jurnalis yang hadir pada kesempatan tersebut Bupati juga mengingatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pandemi Covid-19 ini. Selain itu Pers dilihatnya sebagai garda terdepan untuk memberikan pemahaman dan menyebarkan positivisme, memberikan perasaan aman dan tentram kepada masyarakat dengan kreatifitas dan inovasi melalui berbagai program yang dimiliki.
“Media harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyaraklat terkait Covid-19, jangan buat masyarakat panik dengan pemberiataanyang kurang mendidik,”imbuh Bupati.
Sebelumnya, pada rapat yang dipimpin Sekda Lotim HM Juaini Taofik, mengungkapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 juga menggerakkan partisipasi dan peran serta masyarakat. Terlebih saat ini masyarakatlah yang menjadi garda terdepan perang melawan Covid-19.
“Membangun sinergi dengan organisasi profesi dan organisasi wanita yang ada di Kabupaten Lombok Timur, diantaranya, Korpri, PGRI, IDI, PPMI, Persagi, IBI, IAI, GOW, Dharma Wanita, dan lain-lain, mutlak dilakukan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H.M. Juaini Taofik, pada rapat yang digelar di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lombok Timur Pendopo Bupati setempat, Rabu (01/04).
Hadir pula dalam rapat tersebut Ketua GOW Kabupaten Lombok Timur, Hj. Siti Kudsiah Rumaksi, Asisten Administrasi Umum, Hj. Sri Utami Afianti, dan ketua berbagai organisasi profesi yang ada di daerah ini.
Menurut Sekda Taofik, dukungan semua stakeholder sangat dibutuhkan, baik masukan, saran, maupun material. Saat ini Pemda tengah melengkapi dan menambah jumlah Alat Perlindungan Diri (APD) serta akan menyediakan masker bagi mayarakat, sesuai jumlah penduduk Lombok Timur (1.296 jiwa lebih). Sehingga diperlukan tak kurang dari 1 juta masker yang harus disiapkan. Pemda Kabupaten Lombok Timur, telah memasan 500 ribu masker atau setengah dari jumlah yang dibutuhkan.
Gerakan sejuta masker ini, ungkap sekda, merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran maupun penularan Covid-19 karena langkah pencegahan dinilai lebih efektif untuk melawan Corona.
“Kami minta bantuan organisasi profesi untuk memberikan advokasi bagaimana penggunaan masker yang baik agar lebih efektif untuk mencegah penularan virus,” harapnya.
Lanjut Sekda, untuk akuntabilitas pengelolaan anggaran Rp. 55 Milyar yang akan digunakan untuk penanggulangan Covid-19, serta bantuan dari masyarakat dan stakeholder terkait, baik itu barang maupun dalam bentuk uang, Pemda Kabupaten Lombok Timur menggandeng BPK dengan MoU untuk asistensi pengelolaan dana tersebut.(vin)

Share this post