SUARA LOTENG 

Pasar Sabtu Mujur Tetap Buka Seperti Biasa, Tapi Dibatasi

Lombok Tengah SR- Dipastikan Sabtu (besok pagi red), Pasar Mujur Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), tetap beroperasi seperti mana biasanya. Pasalnya pihak Desa Mujur, sudah melakukan pembersihan dan penyemprotan Disenfektan di seluruh kawasan pasar setempat, sehingga proses jual beli tetap dilaksanakan sebagai mana biasanya.

“Kami dari pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Mujur secara mandiri sudah melakukan pembersihan dan Penyemprotan Disenfektan di seluruh kawasan pasar Mujur. Sehingga aktifitas jual beli pada hari Sabtu, tetap seperti biasanya,” kata Kepala Desa Mujur Kecamatan Praya Timur Loteng, Junaidi saat di konfirmasi Suara Rinjani Jum’at (27/03).
Kendati tetap beroperasi lanjut kades ini, bukan berarti diberikan keleluasaan kepada para pedagang sebagai mana biasanya. Namun pihak desa bersama Badan Keamanan Desa (BKD), sudah sepakat waktu transaksi jual beli di perpendek.
“Hasil kesepakatan antara BKD dan para penjual, yang disampaikan langsung saat rapat di Desa, durasi jual beli di pasar Mujur untuk hari Sabtu besok, di perpendek,” ungkapnya.

Dijelaskan, jika sebelumnya transaksi jual beli di pasar Mujur, tidak memberlakukan batasan artinya transaksi tersebut biasanya sampai waktu Zuhur. Namun dengan adanya musibah virus Corona ini, proses jual beli harus di pangkas, sebut saja jika sebelumnya sampai Zuhur, namun kali ini dibatasi sampai jam 10.
Oleh karena itu, melalui tulisan ini pihaknya menyarankan kepada para penjual, jika dulunya biasanya membawa barang dagangannya sampai dua karung, untuk Sabtu besok harus bawa satu karung, agar dagangannya cepat selesai.
“Pedagang juga kita sudah minta untuk mengurangi bawaan mereka, yang dulunya bawa dua karung, untuk besok harus satu karung,” jelasnya.
Selanjutnya proses tawar menawar juga harus di per singkat, jika dapat untung lebih Rp 2, 3 ribu dari nilai harga pokok, penjual harus mengalah. “Untuk pasar Sabtu besok, pedagang jangan harap untung terlalu banyak, sehingga proses tawar menawar tidak lama, sebab waktu yang kita berikan hanya sampai jam 10 menjelang siang,” ujarnya.
Dikatakan, mulanya Pasar Sabtu Mujur pihak desa akan melakukan penutupan sementara, namun adanya permintaan dari sejumlah pedagang utamanya yang ada di sekitar Desa Mujur, berharap jangan ditutup. Sebab mereka hanya mengharapkan rizki dari pasar. Atas pertimbangan tersebut, pihaknya bersama dengan sejumlah pihak lainnya, menyetujui untuk beroperasi seperti biasanya. Namun, dengan catatan sesuai perjanjian.

“Perjanjian kami dengan para pedagang, bawaan dikurangi, jam transaksi di perpendek,” ulangnya.
Sementara itu melalui pesan WhatsAppnya, Camat Praya Timur HL. Pathurrahman mengatakan, sesuai arahan pak Sekdis tadi, proses jual beli tetap dilakukan dengan catatan lokasinya sudah di amankan atau di semprot, selanjutnya jeda waktu di perpendek.
Namun disisi lain, ada juga masyarakat yang minta agar ditutup sementara waktu, adanya silang pendapat, pihaknya langsung meminta kepada kades untuk koordinasi dulu sama perindag dan Kasat Pol.PP
“Gini aja dik, suruh komunikasikan dengan  baik jangan sampai ada yg salah faham,” pintanya melalui WhatsAppnya. (ap)

Related posts