Dwi Normal, Catatkan Diri Balon Paling Berani dan Serius Maju Pilkada Loteng

 

Lombok Tengah SR- Dwi Sugianto – HL Normal Suzana, satu satunya Pasangan Bakal Calon (Balon), yang secara kesatria dan terang terangan, menunjukkan dirinya serius maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Tengah (Loteng), September 2020 mendatang.

Hal tersebut dibuktikan dengan pemantapan pasangan, yang di usung langsung oleh 4 partai dengan 7 kursi. Masing masing Nasional Demokrat (Nasdem) 3 kursi, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 2 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) 1 kursi, dan Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) 1 kursi.

“Hanya kami dari 4 partai pengusung yang sudah memberanikan diri dan serius mengusung Dwi Normal, sedangkan yang lain masih Abal Abal,” kata ketua disk pilkada PDI-P Suhaimi saat jumpa pers di kediaman HL. Wiratmaja (Miq Ngoh), Rabu (25/03).

Kenapa pihaknya mengatakan Abal Abal, sebab sampai sekarang semuanya belum jelas pasangannya, sedangkan paket Dwi Normal, itu pasangan yang sah dan sudah di usung oleh 4 partai.

“Saat ini kami dari 4 partai sudah sepakat mengusung Dwi Normal, dan ini artinya hanya paket Dwi Normal yang sudah nyata dari seluruh Paslon, buktinya saat ini, paket ini kita usung dan kita akan tunggu tambahan,” ungkapnya.

Selanjutnya masalah tambahan atau koalisi dengan partai lain, politisi PDIP ini mengaku kalau pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah partai besar, baik dengan Gerindra, Golkar, PKS dan sejumlah partai besar lainnya.

“Tinggal 3 kursi yang kita butuhkan baru memenuhi persyaratan pencalonan versi KPU, namun kami yakin 6 kursi juga bakal kita dapatkan,” yakinnya.

Sementara itu Sekretaris DPD II Nasdem Loteng Ahmad Samsul Hadi SH mengaku, jika dilihat dari keseriusan semua calon, hanya paket Dwi Normal yang paling maju, dari sekian balon yang sudah mendaftar lewat tiga partai ini. Saking seriusnya paket ini, sehingga pihaknya bersama 4 partai koalisi, sudah menyatukan komitmen untuk mengusung Paslon Dwi Normal.

“Khusus di Nasdem, banyak balon yang sudah mendaftar, namun saya lihat hanya paket Dwi Normal yang paling serius, sehingga kami bersama 4 partai, masing masing Nasdem, Hanura, PAN dan PDIP menyatukan komitmen untuk mengusung paket Dwi Normal,” katanya.

Selanjutnya, untuk memenuhi kekurangan kursi tinggal 3, pihaknya sudah membangun koalisi dengan partai lain dan insyaallah sudah 99 persen sepakat, dan bergabung mengusung Dwi Normal.

“Yang jelas sudah hampir final kami bangun koalisi dengan salah satu partai, yang memiliki 6 kursi, namun maaf kami masih rahasiakan nama partai itu, insyaallah Senin Selasa kami finalkan,” ungkapnya.

Sementara itu mantan Bupati Loteng HL. Wiratmaja mengaku, pihaknya memberikan dukungan penuh kepada Paslon Dwi Normal, mengingat Paslon ini adalah Paslon Sempurna.

Pasalnya, untuk Ir Dwi di era kepemimpinannya sebagai Bupati, dia adalah bawahannya dan saat itu menjabat sebagai kepala Dinas PUPR Loteng.

Dimana saat beliau sebagai kepala dinas, pihaknya sudah membebaskan lahan rencana pembangunan DAM Mujur. “Saya memberikan nama paket ini, paket sempurna sebab kedua duanya pernah sebagai p jabat di eranya, termasuk pembebasan lahan Pembangunan DAM Mujur, juga saat itu kadis PUPR adinda Dwi,” katanya.

Sehingga jika terpilih nantinya, sudah pasti pembangunan DAM Mujur, yang sudah ia tinggal beberapa tahun lalu, akan dilanjutkan dan insyaallah, para petani di bagian timur selatan wilayah Loteng akan sejahtera, sebab seluruh lahan pertanian mereka akan terairi.

“Jika nanti paket ini jadi bupati, saya sendiri yang akan minta agar pembangunan DAM Mujur, jadi skala prioritas, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Loteng, terutama bagi para petani di bagian timur selatan wilayah Loteng,” paparnya.

Sedangkan Ir HL Normal Suzana, adalah orang yang paling banyak berjasa saat pembebasan lahan Bandara. Pernah menjadi camat di beberapa Kecamatan, dan insyaallah paket ini, nantinya akan membawa keberkahan dan keberuntungan bagi Loteng.

Sementara itu Dwi Sugianto membeberkan alasan paket Dwi Normal terbentuk, dimana pada bulan Oktober 2019 lalu, wacana membangun Loteng bersama HL Normal mulai dibahas.

Setelah beberapa pekan, sama sama membuat misi dan visi, ternyata apa yang menjadi misi dan visi, dirinya dengan HL Normal, hampir sama.

Sehingga, pihaknya bersama beliau sepakat, untuk membuktikan misi visi tersebut, dengan cara mencalonkan diri sebagai Bupati dan wakil Bupati di bumi Tatas Tuhu Trasne.

“Hanya menjadi kepala daerah baru bisa kita implementasikan misi visi yang sudah kami bangun bersama, makanya kami bergandengan menjadi calon kepala daerah di Loteng. Dan mudah mudahan segala niat baiknya terlaksana bersama Dwi Normal,” tutupnya. (ap)

Share this post