Kepala PKM Darek, Minta Kades Wajib Lapor Jika Ada Pendatang

Kepala PKM Darek, Minta Kades Wajib Lapor Jika Ada Pendatang
Lombok Tengah SR- Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Darek Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah (Loteng), M. Munawir mengaku, sebelum surat edaran bapak Bupati Loteng, untuk mendata pendatang. Pihaknya di lingkungan Puskesmas Darek yang memiliki 7 wilayah binaan diantaranya, Desa Darek, Ungga, Pelambik, Teduh, Serage, Ranggagata dan Desa Pandan Indah, sudah meminta agar kepala desa, untuk melaporkan siapapun pendatang untuk segera melaporkan ke pihak puskesmas.”Pendatang maksud kami adalah, masyarakat yang sudah pergi bekerja ke luar negeri ataupun ke luar daerah, dan mereka pulang dan ingin menetap, itu harus di periksa terlebih dahulu, untuk dilakukan isolasi atau pemeriksaan kesehatan,” terangnya di ruang kerjanya, Selasa (17/03).

Ia mencontohkan, baru baru ini salah seorang warga Desa Darek sudah melaksanakan umrah ke tanah suci Mekah, warga tersebut langsung melakukan pemeriksaan dan cek kesehatan.

“Alhamdulillah warga tersebut negatif Corona. Kemarin saja ada satu warga kita di Darek, pulang ibadah umrah dan tim kesehatan kami langsung melakukan pemeriksaan dan Alhamdulillah warga tersebut, negatif Corona,” paparnya.

Kendati demikian lanjutnya, wajib lapor akan terus dilakukan, mengingat di beberapa desa wilayah binaan, banyak masyarakat yang ke luar negeri untuk mencari rizki. Terutama ke Malaysia dan Timur Tengah.

“Dari 7 wilayah kerjanya, ada dua desa penyumbang TKI terbesar, yakni Desa Pandan Indah dan Darek. Sedangkan untuk Pandan Indah rata rata ke Malaysia sedangkan Darek ke Timur Tengah,” ujarnya.

Selain wajib lapor, pihaknya juga saat ini sedang menggalakkan sosialisasi di sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di wilayah kerja. “Sekarang saja tim medis bersama pak dokter, sedang melakukan sosialisasi di salah satu ponpes di Desa Ranggagata,” ungkapnya.

Selain itu, sosialisasi juga tidak lupa dilakukan di tengah masyarakat, dengan melibatkan tokoh agama, masyarakat, kepala desa termasuk petugas di masing masing Polindes. (ap)

Share this post