Desa Sukaraja Korban PHP Pemkab Loteng

Desa Sukaraja Korban PHP Pemkab Loteng

Warga Desa Sukaraja, Ramai – ramai Tanam Pisang di Jalur Kabupaten

Lombok Tengah SR-  Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), salah satu desa di bagian utara Kecamatan Praya Timur, dimana desa ini bertetangga dengan Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah Loteng. Jalur penghubung dua Kecamatan ini, sudah masuk jalan Kabupaten dan sudah berulang kali mendapatkan jaminan untuk diperbaiki, oleh pemkab Loteng.

Kepala Desa Sukaraja Purnama saat dikonfirmasi membenarkan, kalau jalan yang menghubungkan Desa Sukaraja dengan Desa Kelebuh  Kecamatan Praya Tengah Loteng, sampai saat ini belum juga diperbaiki.

Padahal janji pemerintah Loteng, semua jalan jalan yang sudah berstatus jalan kabupaten, wajib akan diperbaiki. Namun sampai saat ini, jalan yang ada di Desa Sukaraja, yang sudah masuk jalan kabupaten, sampai sekarang belum juga diperbaiki.

“Saya selaku kepala desa, sudah banyak upaya yang sudah dilakukan di Kabupaten dan bahkan sampai sampai wabup sendiri sudah berulang kali berjanji, baik di ruang kerjanya ataupun dirumahnya,” katanya, Selasa (17/03).

Selain itu, tahun 2018 lalu, pada saat peletakan batu pertama salah satu gedung di Madrasah Mirkotussadah NU di Desa Sukaraja, beliau sendiri yang langsung berjanji, kalau jalan Sukaraja ini sudah masuk ke jalan kabupaten, tahun ini wajib dikerjakan.

“2018 lalu, semua jamaah saat itu mendengar kalau pak Wabup berjanji akan memperbaiki jalan Sukaraja, namun apa sampai saat ini baru sebagian yang sudah diperbaiki,” ungkapnya.

Selain 2018, saat Shafari Ramdhan tahun 2019 dengan sebutan Sambang Dese, lagi-lagi Wabup juga menjanjikan bahwa jalan Sukaraja – Kelebuh jadi prioritas, namun sampai saat ini janji belum dibayar.

“2019 safari Ramadhan dinamakan sambang dese, saat itu di desa Sukaraja, kami fokuskan di Dusun Muntung Sager. Dan yang mengisinya adalah Wabup, di sana beliau juga berjanji, namun sampai saat ini bum ditepati,” bebernya.

Diakuinya, saat ini dari 3 kilo panjang jalan di desa Sukaraja, yang sudah di khotmik hanya 1 kilo, sedangkan 2 kilonya masih rusak parah.

“Jika sampai masa jabatannya berakhir dan jalan Sukaraja-Kelebuh ini tidak dikerjakan. Maka kami masyarakat desa Sukaraja, termasuk masyarakat yang kena PHP penguasa,” bebernya.

Ditanya seandainya jalan tersebut dijanjikan kembali oleh Wabup akan dikerjakan setelah terpilih, kades dua periode ini mengaku, pihaknya tidak akan percaya, sebab semasih menjabat saat ini dan memiliki power atau hak, itupun tidak ditepati.

“Jika sekarang Pak Wabup berjanji, jelas kami ndak akan percaya dan kami tak ingin jalan kami ini dijadikan ajang politik,” tegasnya.

Ditambahkan, penanaman pohon yang telah dilakukan warganya itu, baginya itu sebuah hal yang lumrah. Sebab masyarakat Sukaraja sudah sangat kesal atas janji yang telah dilakukan oleh Pak Wabup sendiri dan jika dalam beberapa Minggu ke depan, pemkab tidak ada respon, malah pihaknya sendiri yang akan turun dan mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman lebih banyak.

“Saya dukung langkah yang dilakukan oleh masyarakatnya, dan apa yang dilakukan oleh warganya, ini adalah awal. Jika dalam jangka beberapa minggu masih saja tak ada respon, malah saya sendiri yang akan ikut menanam pohon pisang,” ancamnya.

Sementara itu Wali Amanah Kecamatan Praya Timur Busyairi mengatakan, sebagai Wali Amanah Kecamatan, disetiap Musrenbang kecamatan dan kabupaten, selalu ia prioritaskan. Namun sampai saat ini, pemerintah tidak pernah mendengarkannya.

“Setiap Musrenbang baik ditingkat Kecamatan dan Kabupaten, jalan Sukaraja selalu saya prioritaskan, namun sampai saat ini belum juga ditanggapi, kecuali hanya 1 kilo dan sisanya tinggal 1 kilo,” katanya.

Sedangkan berbicara kelayakan jalan Desa Sukaraja, ini merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan dua desa dengan kecamatan lain. Sebut saja jalan ini menghubungkan Desa Sukaraja kecamatan Praya Timur dengan Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah, sehingga tak ada jalan pemkab Loteng menolak untuk dilakukan perbaikan. “Syarat apalagi yang harus kami lakukan, kami siap penuhi. Sedangkan persyaratan jalan untuk di perbaiki kami sudah penuhi, sebab jalan ini sudah masuk jalan Kabupaten,” terangnya.

Hal senada juga dikatakan ketua BPD Desa Sukaraja Semurti menuturkan, apa yang dilakukan masyarakat Sukaraja, itu bentuk keritikan atas janji yang telah diucapkan oleh Wabup, baik di depan jamaah saat acara peletakan batu pertama di salah satu ponpes di Desa Sukaraja, termasuk saat acara Shafari Ramadhan.

“Saya sepaham dengan pak kades, yang mendukung warganya, saya juga mendukung. Habis siapa yang ndak sakit hati kalau dijanji namun tak ditepati,” ungkapnya.

Dibeberkan, saat acara Sambang Dese tahun 2019 lalu, Wabup sendiri yang mengisi di desa Sukaraja dan saat itu, tahun 2019 masyarakat sangat senang dan merespon janjinya. Namun apa sampai saat ini, janjinya belum dibayar secara keseluruhan.

Sedangkan di sisi lain, warga Desa Sukaraja sangat patuh pada aturan dan bahkan, Desa Sukaraja juga pernah mendapatkan piagam penghargaan, terbaik dalam membayar pajak, lalu dari sisi mana tidak dikatakan taat.

“Saya sendiri yang jamin, kalau warga kami sangat taat pada aturan, jadi mohon jangan anak tirikan desa kami, apa yang telah dijanjikan mohon sekiranya di bayar,” pintanya.

Catatan Suara Rinjani, sesuai data yang diperoleh dari mantan Kadis PUPR Loteng Lalu Amir Ali, terhitung tahun 2020 anggaran untuk perbaikan infrastruktur tidak ada. Pasalnya Pemkab Loteng terfokus untuk membayar hutang yang menumpuk. Mulai dari hutang pembangunan gedung baru kantor Bupati dan Pasar Jelojok. Jika tidak ada perubahan, maka ini sama artinya masyarakat Desa Sukaraja harus gigit jari, sebab tahun ini anggaran untuk infrastruktur kosong. (ap)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or