SUARA LOTENG 

Tekhnologi Kian Canggih, PKBI NTB Lahirkan Perempuan Tangguh

 

Lombok Tengah SR- Majunya Tekhnologi di era globalisasi, menuntut semua pihak, harus mempersiapkan diri sejak dini, sehingga nantinya tidak menjadi manusia tertinggal.

Salah satunya, dengan mengadakan pelatihan kepada para perempuan, untuk dibina menjadi perempuan tangguh, yang siap menghadapi perubahan ini.

Ketua penyelenggara mengatakan, seiring kemajuan zaman yang erat kaitannya dengan tekhnologi, sehingga mau tidak mau, segala persiapan harus dilakukan sejak dini.
Salah satunya dengan cara, membina para gander, menjadi manusia yang siap pakai kapanpun dan di era apapun.

“Kami dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) NTB, hari ini melatih sedikitnya 50 perempuan Loteng, dilatih Ndan dibina menjadi perempuan handal,” kata manager projects PKBI NTB, Stefani Rahardini, di Dmax Hotel Loteng, Selasa (10/03)

Dikatakan, dari 50 perempuan yang dilatih menjadi perempuan tangguh di era globalisasi ini, itu semua terkumpul dalam Kaukus atau nama forum yang mewadahi semua lembaga atau organisasi perempuan yang ada di desa, khusus desa yang ada di Lombok Tengah (Loteng).

“Loteng merupakan salah satu kabupaten yang akan menjadi pusat kemajuan NTB, makanya kami dari PKBI NTB, memberikan pelatihan perempuan, yang tergabung dalam Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga)
Loteng,” paparnya.

Dijelaskan, PKBI NTB melalui program Power Up mengadakan kegiatan dan pelatihan berbentuk Loka karya serta memberikan cerita perubahan. Dimana kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Untuk hari pertama ini (Kemarin Red), kegiatannya beragendakan Capacity Building untuk 50 orang anggota Kaukus Perempuan se- Loteng.

Selanjutnya kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan melalui teknologi.

“Menjadi seorang perempuan, tidak hanya harus sebagai ibu rumah tangga, namun mampu menjadi power perubahan ditengah tekhnologi ini, makanya kami berikan pelatihan,” ungkapnya.

Ditambahkan, saat ini di Loteng terdapat 15 desa dampingan Power Up. Masing-masing desanya telah terbentuk kaukus perempuan, sebuah forum beranggotakan semua kelompok-kelompok perempuan yang ada di desa.

Sehingga untuk memaksimalkan keberadaan mereka, diperlukan pelatihan, sehingga nantinya masing-masing kaukus yang ada di desa, bisa bergerak sesuai dengan kapasitas dan tugas, serta kemampuan mereka.

Sementara itu dalam sambutannya Kabid Pemenuhan Hak Perempuan di DP3AP2KB Provinsi NTB Hj Erny Suryani mengemukakan, kaukus perempuan adalah potensi yang ada di desa yang bisa dikuatkan untuk menyelenggarakan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) sebagai bentuk peran-serta masyarakat dalam meningkatkan ketahanan keluarga.

Dimana ketahanan keluarga itu hal penting untuk mencegah permasalahan-permasalahan sosial yang umumnya berawal dari permasalahan keluarga yang mayoritas korbannya adalah perempuan.

Oleh karena itu, dalam kegiatan Lokakarya Cerita Perubahan ini pada dasarnya adalah salah satu bentuk exit strategy Power Up yang akan berakhir pada tahun 2020 ini.

Sehingga melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memperkuat komitmen dari kaukus perempuan di Loteng untuk tetap terlibat dalam perencanaan pembangunan dan juga komitmen pemerintah desa untuk terus mendukung hal baik yang telah dicapai selama project Power Up berlangsung.

Catatan Suara Rinjani, dimana capacity Building agenda di hari pertama, terdiri atas 5 materi masing-masing, Kesetaraan Gender dan Kualitas Keluarga oleh Hj Erni Suryani, S.Sos, MM, selanjutnya Anugerah Prahita Ekapraya (APE) oleh Puji Astuti dari DP3A2KB Loteng.

Selanjutnya, Perencanaan Pembangunan Responsif Gender (PPRG) oleh Anusupati, S.Sos Bappeda Loteng, Perempuan dan Organisasi oleh Ririn Hayudiani jabatan Wakil Direktur LPSDM, dan terakhir adalah materi Platform Digital yang disampaikan oleh Afria Budiman dan Nadya Sari Ekaningsih (Staff ICT Power Up).

Dari lima materi tersebut, diharapkan dapat memperkuat pemahaman para anggota kaukus perempuan tentang Pengarus-Utamaan Gender dalam Perencanaan Pembangunan dengan memanfaatkan platform digital sebagai alat bantunya. (ap)

Related posts

Leave a Comment

Or

%d blogger menyukai ini: