SUARA LOTENG 

Dinilai Bodoh, Ketua FKD Loteng Dituntut Mengundurkan Diri

 

Lombok Tengah SR- Wakil ketua Forum Kepala Desa (FKD) Lombok Tengah (Loteng), Agus Kusumahadi meminta kepada ketua FKD, Azhar untuk mengundurkan diri secara terhormat sebagai ketua FKD.
Pasalnya, sejak terpilih sebagai ketua forum, sampai saat ini tidak pernah ada program yang dilaksanakan, terutama masalah program desa.

“Bagaimana kami tidak katakan ketua FKD itu bodoh, sejak terpilih sebagai ketua forum sampai sekarang, tidak pernah ada rapat apalagi membuat program terkait desa,” katanya di Pawon Sasak belum lama ini.

Padahal, jika dilihat dari banyaknya persoalan di desa, terutama masalah adanya pemotongan anggaran dan beberapa perubahan regulasi dan aturan.

Sehingga membuat sejumlah kepala desa pusing dan peran sebagai ketua forum, harus segera mengambil bagian, untuk membedah beberapa persoalan. “Adanya aturan baru, setelah beberapa kades membuat perdes, membuat sejumlah kades pusing, mestinya ketika itu terjadi, sebagai ketua forum harus ambil bagian untuk memecah persoalan tersebut, tapi nyatanya sampai saat ini, hal itu tidak pernah dipikirkan,” herannya.

Selain itu lanjutnya ketua FKD Kecamatan Batukliang Loteng, dari 127 desa SE Loteng. Sekitar 50 persen APBDes mereka belum selesai, ada kades yang kurang nyambung dengan BPD dan masih banyak lagi persoalan, yang sampai saat ini masih berproses dan itu membutuhkan pendampingan.

Sehingga atas persoalan tersebut, peran forum untuk membantu membedah persoalan tersebut, harus ada. “Dari 127 desa di Loteng, saya melihat sekitar 50 persen APBDes belum selesai, mestinya ketua forum harus membuat pendampingan, terserah bagaimana caranya, tinggal dia yang atur selaku ketua forum,” ungkapnya.

Selain itu kata wakil ketua bidang advokasi, di forum kepala desa ini juga memiliki group di WhatsApp, dan sering membahas beberapa keluhan desa, namun beliau tidak pernah memberikan respon, sehingga pihaknya menilai ketua Forum murni tidak paham alias bodoh.

“Diskusi di grop mengenai persoalan yang dihadapi desa, kita sering lemparkan sebagai isu, namun kepala forum tidak pernah merespon atau jangan jangan persoalan itu dia juga tidak tahu, sehingga dia memilih diam,”tanyanya.

Atas beberapa persoalan tersebut diatas, sekiranya ketua forum tidak bisa memberikan solusi, paling tidak, sebagai ketua forum, mengambil tindakan.

Misalnya saja, mengumpulkan seluruh anggota untuk melakukan diskusi pablik, mendatangkan ahli di bidangnya, sesuai dengan beberapa persoalan yang terjadi. “Kami ini anggota, jika ketua sudah mengintruksikan untuk sama sama memecahkan persoalan tersebut, kaki sebagai bawahan siap untuk kita sama sama pecahkan, namun ketua forum selalu diam seribu bahasa,” tegasnya.

Dikatakan, atas beberapa persoalan tersebut dan ketua forum tidak mau tahu, pihaknya yakin anggota akan berfikir dan mengambil keputusan serta sikap tegas. Sebab apalah artinya sebuah organisasi jika tidak bisa memberikan pengayoman kepada anggotanya.

“Saya harapkan ketua forum segera ubah sikapnya sebagai pimpinan, jika tetap seperti ini, kami bisa tegas dan meminta bapak untuk mundur,” cetusnya.

Terpisah ketua FKD Loteng Azhar mengaku, tidak ada persoalan yang harus dibedah, sehingga untuk melakukan pertemuan, baginya itu tidak penting.

“Saya melihat masing masing desa tidak pernah mengeluh dan mereka sudah paham dengan apa yang harus mereka lakukan. Jika sudah demikian, ngapain kita harus kumpul segala, sebab semua persoalan yang menyangkut desa sudah selesai,” katanya.

Selanjutnya masalah adanya kesenjangan antara BPD dengan kades, baginya itu sebatas persoalan biasa dan semua sudah bisa mereka selesaikan sendiri, tanpa ada keterlibatan Forum. “Semua kades di Loteng, cerdas semua. Jadi pak Agus jangan galau,” ungkapnya.

Selanjutnya masalah tidak pernah komen di WHATSAPP, pihaknya melihat di group lebih banyak bercanda gurau. Artinya tidak pernah menyentuh persoalan yang ada.
Sehingga baginya itu tidak penting untuk dikomentari.

“Di grup, lebih banyak bercanda, dan pribadi saya tidak seperti itu, jadi ngapaen saya harus respon. Jika ada persoalan menyangkut desa itu sebagai bahan diskusi, saya sebagai ketua, pasti akan memberikan solusi,” tukasnya. (ap)

Related posts

%d blogger menyukai ini: