Menko Maritim  :  Media Kunci Sukses Persiapan MotoGP 2021

Menko Maritim  :  Media Kunci Sukses Persiapan MotoGP 2021

Lombok Tengah SR – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia (Menko RI), Luhut Binsar Pandjaitan, MPA, mengatakan program pembangunan akan mampu maksimal berjalan dengan baik dan lancar. Terkait hal ini, dibutuhkan peran serta media dalam menyampaikan informasi kepada khalayak, warga masyarakat (publik) dengan menggunakan penulisan bahasa yang baik dan benar, santun, beradab, tidak memprovokasi salah satu pihak, atau dengan penyuguhan kalimat berita sudah benar – benar dilengkapi sumber serta tertera data yang berimbang.

Demikian disampaikan Menko Maritim RI pada kegiatan melakukan kunjungan ke sekitar wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kuta Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kab. Loteng, Prov, NTB), tepatnya pada hari Jum’at (06/03).

Dimana beberapa waktu sebelumnya kunjungan juga dilakukan ke daerah kawasan tempat akan dibangunnya salah satu sarana prasarana vital fasilitas pendukung pelaksanaan Balap MotoGP 2021, yang lokasinya berjarak hanya beberapa kilo meter saja dari KEK Mandalika Kuta, yakni berada diwilayah Desa Sengkol.

Adapun kunjungan khusus ini dilakukan ketika itu adalah tidak lain bertujuan untuk melakukan survey (pemantauan) lokasi pembangunan sarana vital pendukung MotoGP , sekaligus secara langsung melihat dan mengukur sudah sejauh mana progress tahapan pembangunan dilakukan pihak telah ditunjuk pemerintah pusat, dalam hal ini Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) yang notabene merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang khsusus dipercaya untuk melakukan tugas mengelola juga sebagai penanggung jawab pelaksana beberapa program pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat di beberapa kawasan sekitar wilayah KEK Kuta Mandalika. Diantaranya, program pembangunan sirkuit MotoGP, Hotel Berbintang, Rumah Sakit Internasional, Perpanjangan Runway landasan pesawat, dan beberapa jenis sarana prasarana dan fasilitas pendukung MotoGP lainnya.

“Seluruh tahapan persiapan pelaksanaan MotoGP 2021 saya lihat pembangunannya sudah berjalan dan terkontrol cukup baik. Sekarang ini kuncinya adalah, kalian sebagai awak media jangan menyebarkan berita – berita bohong (hoax). Jangan menyebarkan berita hanya sepotong – sepotong, karena itu yang nantinya  akan menjadi sumber pemicu masalah,” kata LBP.

Lanjutnya, persoalan terkait kesiapan berlangsungnya MotoGP 2021, hingga saat ini tidak ada satupun masalah atau kendala yang ditemukan pihak terkait di ITDC dalam hal pelaksanaan realisasi beberapa tahapan pembangunan sarana prasarana dan fasilitas pendukung kejuaraan balap motor kelas dunia (internasional) tersebut. Permasalahan mengenai pembangunan terhadap kebutuhan akan tambahan kamar hotel pun saat ini pelaksanaan pembangunannya termonitor masih bisa terus berjalan normal dan terkontrol maksimal.

Begitupun dengan tahapan pembangunan lintasan sirkuit MotoGP, pengerjaannya saat ini lancar, terlihat sejauh ini dilapangan pengerjaannya oleh para petugas karyawaan pelaksana pembangunan tidak menemui permasalahan serius.

“Tadi terlihat pembangunan perpanjangan runway pesawat berjalan lancar, tidak ada masalah. Saya sempat juga meninjau langsung ke tempat pembangunan Rumah Sakit Internasional, menurut saya lokasinya sangat bagus, cukup strategis. Laporan dari Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan kalau Bupati selama ini ikut bekerja, dan mengenai pembebasan lahan disana (Lokasi Pembangunan Rumah Sakit Internasional, red) laporan dari Kepala Desa (Kades) Sengkol yang langsung saya temui mengatakan sudah tidak ada masalah, aman – aman saja,” terangnya.

Khusus terhadap masalah pembebasan lahan yang ada disekitar kawasan pembangunan sirkuit MotoGP oleh pihaknya mengakui, jika laporan yang diterima pihaknya dari Sekda Loteng, untuk sementara ini tersisa ada beberapa hektar saja lahan yang masih dalam proses pembebasan. Namun menurut pihaknya, persoalan itu nantinya diyakini akan bisa dengan cepat terselesaikan, dikarenakan sejatinya seluruh program pembangunan dilakukan pemerintah pusat melalui ITDC bekerjasama dengan pemerintah terkait di provinsi dan daerah.

Kembali ditegaskan,  semua program pembangunan baik fisik dan nonfisik yang akan dilakukan pemerintah, salah satunya seperti sedang berjalannya tahap pembangunan lintasan sirkuit MotoGP yang diketahui untuk sementara ini masih menyisakan persoalan. Maka, hendaknya setiap awak media baik cetak dan elektronik tidak hanya sebatas memberikan informasi berita karena melihat dari sisi dampak negatifnya saja, sehingga muncul bentuk karaguan bahkan ketidak percayaan ditengah – tengah kelompok warga masyarakat kepada pihak – pihak pemerintah terkait.

“Media jangan sebarkan berita – berita bohong yang pada akhirnya membuat menderita kita sendiri, dari pemberitaan yang tidak benar itu akan menjadikan masalah besar. Sebaiknya informasi didengarkan resmi langsung dari pemerintah, karena pemerintah pasti tidak akan membohongi rakyat. Kuncinya jangan pernah menyampaikan berita tidak benar, data sepotong – potong dan tidak berimbang,” pintanya.

Demikian halnya dengan penularan wabah Virus Corona yang belakangan ini marak terjadi dibanyak negara, tidak terkecuali di Indonesia, tentunya wabah virus mematikan ini secara langsung bukan tidak mungkin akan berdampak signifikan terhadap menurunnya angka kunjungan wisatawan terutama wisatawan mancanegara. Persoalan mengenai dampak penyebaran wabah virus ini ikut pula dirasakan kunjungan wisatawan slow down (secara perlahan mulai menurun) terjadi di semua negara.

“Saya kira persiapan kunjungan untuk masuk ke dalam negeri oleh sejumlah orang warga masyarakat dibeberapa negara tetap saja akan dilakukan, tinggal bagaimana kita menangani penularannya secara cepat dan tepat agar tidak sampai terjadi di negara kita,,” ungkapnya.

Direktur Utama (Dirut) ITDC, Abdulbar S. Mansoer, mengatakan, khusus mengenai permasalahan akan kebutuhan kamar hotel tempat menginap ribuan wisatawan dari berbagai daerah dan luar negeri yang datang menyaksikan gelaran MotoGP ditahun 2021 nanti, untuk saat ini belum sepenuhnya maksimal dapat terkondisikan. Mengingat total jumlah unit kamar hotel yang nantinya dibutuhkan sebagai tempat menginap ribuan wisatawan tadi yakni, sebanyak 12 Ribu unit kamar.

“Kita masih punya waktu satu setengah tahun untuk berupaya mencukupi kebutuhan kamar hotel tersebut, seperti pembangunan Full Moon Hotel yang saat ini sedang berjalan. Dari tahun ke tahun upaya ini tetap kita lakukan, mengingat berlangsungnya gelaran MotoGP dilaksanakan selama 3 hari berturut – turut. Walaupun masih dengan kondisi kekurangan, Insha Alloh dengan banyaknya penginapan hotel kelas melati semisal jenis Bungalow pun nantinya akan bisa sedikit membantu persoalan kekurangan itu,”  tutur Dirut ITDC. (ang)

Share this post