Generasi Penerus Mulai Ogah Bertani, Kementan Ambil Jurus Jitu

Generasi Penerus Mulai Ogah Bertani, Kementan Ambil Jurus Jitu

Lombok Tengah SR – Para generasi penerus sudah mulai tergerus dan ogah untuk bergelut di bidang pertanian, sehingga mau tidak mau pemerintah mengambil langkah cepat dan tepat. Sehingga para generasi, tidak lagi menganggap bertani itu adalah tipikal orang miskin dan kumuh.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Lombok Tengah Ir. Lalu Iskandar saat kunjungan kerja dan rapat komisi II DPRD Loteng dengan mitra kerja , di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Perternakan Loteng, Selasa (18/02).
Dikatakan, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian, telah melahirkan program baru, guna mewujudkan petani yang mandiri, maju dan modern.
“Pemerintah pusat, telah membaca apa yang akan terjadi di era milenial, terutama generasi penerus yang ogah bertani. Sehingga pemerintah telah membuat program baru, guna menuju petani yang mandiri maju dan modern,” katanya.
Program tersebut lanjutnya, petani telah diberikan kemudahan, mulai dari pengadaan bibit, pupuk, hingga panen. Untuk pengadaan bibit saja di Loteng itu sangat besar yang disesuaikan dengan jumlah luas lahan.
“Di era Kabinet Indonesia Maju, pemerintah pusat telah memberikan perhatian penuh kepada para petani, sehingga tidak ada jalan kita untuk bermalas-malasan. Pemerintah pusat telah mensurvei, kalau generasi penerus ogah bertani dan mereka menilai, bertani itu ciri orang miskin dan kumuh, sehingga kita diberikan kemudahan,” jelasnya.
Selain bibit dan pupuk lanjut mantan ketahanan pangan Loteng, bantuan berupa mesin panen atau combine juga diberikan. Sehingga petani tidak akan susah atau memberatkan dan itu sebagai jawaban pemerintah atas kepeduliannya kepada para petani.
“Kemudahan yang diberikan kepada petani oleh pemerintah, itu disesuaikan dengan era milenium, dan dengan jalan ini, pastinya para generasi tidak akan bermalas-malasan sebagai petani,” paparnya.
Ditambahkan, semakin majunya teknologi, ini tentunya buruh semakin sulit dan ini juga menyebabkan upah buruh, kian melambung. Sehingga salah satu cara untuk mengimbangi hal itu, pemerintah telah menyalurkan alat panen, uang lebih mudah.
“Kalau tak salah tahun lalu ada 11 alat panen atau combine sudah kita salurkan ke kelompok tani, dan itu tersebar secara merata di beberapa kecamatan,” ujarnya.
Diakuinya, hasil pertanian di Loteng dari tahun ke tahun selalu meningkat, kendati di sisi lain, ada juga yang menurun. Salah satunya petani kedelai, dimana menurunnya kedelai, itu disebabkan, para petani sudah mulai beralih ke tanaman jagung. Sehingga hal ini membuat surplus kedelai di Loteng menurun, dan meningkatnya tanaman jagung.
“Kendati setiap tahun kita mengalami peningkatan, namun disisi lain kita juga menurun, contohnya di kedelai, namun itu bukan disebabkan kegagalan, namun pengalihan tanam para petani kita, dari kedelai ke jagung,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II HL. Kelan mengajak kepada semua pihak, untuk bersama sama membangun Loteng, sesuai keinginan dan harapan Bupati Loteng H Suhaili. Membangun Loteng, tentunya diperlukan perencanaan matang, lebih-lebih di era globalisasi dan tekhnologi. “Semua masyarakat Loteng, kami sangat membutuhkan sumbangsih, pemikiran dan yang lainnya, sebab membangun daerah yang begitu luas, diperlukan perencanaan yang matang, termasuk melalui peningkatan ekonomi melalui pertanian,” katanya.
Sehingga apa yang dicapai dinas pertanian dan peternakan bisa menjadikan masyarakat lebih sejahtera dan indeks kemiskinan menurun. “Dari semua program dan keberhasilan yang telah dilakukan di Dispertanak Loteng, kita harapkan mampu menurunkan indeks kemiskinan di Loteng,”sambungnya.
Selanjutnya, dari semua temuan di mitra kerja, termasuk di dinas pertanian dan peternakan Loteng ini. Tentunya ini akan menjadi ajuan dan itu akan disampaikan di banggar. “Anggota Komisi II, lumayan banyak masuk di Banggar, dari itu, semua temuan di mitra kerja akan di perjuangkan di Banggar, dan semoga semua temuan di mitra kerja ini, bisa diterima dan manfaatnya bisa dinikmati oleh masyarakat Loteng terutama dalam mengentaskan kemiskinan,” harapnya. (**)

Share this post