Anggaran Bau Nyale Numpuk di Kuta, Bukti Pemkab Loteng Pilih Kasih

Anggaran Bau Nyale Numpuk di Kuta, Bukti Pemkab Loteng Pilih Kasih

Lombok Tengah SR – Anggaran gotong royong, dari Pemerintah Daerah Lombok Tengah (Loteng) dan Pemprov NTB, untuk suksesi Even Core Bau Nyale, hanya numpuk di Kuta Kecamatan Pujut Loteng.

Hal tersebut membuat, Kepala Desa (Kades) Lingkar Selatan gerah, dan ini bukti kalau pemkab pada khususnya telah menampakkan ketidakadilan soal Core Bau Nyale.

“Kami di lima desa juga ikut memeriahkan Core Nau Nyale, tapi pemkab tidak pernah memperhatikan kami,” kata Kades Mekar Sari Kecamatan Praya Barat Loteng Lalu Azhar, Sabtu (08/02).

Lima desa tersebut lanjutnya, diantaranya Desa Mekar Sari, Selong Blanak, Muntung Ajan Kecamatan Praya Barat dan Desa Prabu dan Tumpak Kecamatan Pujut Loteng.

Padahal dari lima desa tersebut, setiap tahun selalu dijadikan tempat penangkapan Nyale, yang tak kalah ramainya dengan yang ada di Kuta

“Kalau masalah Nyale, kami di lima desa juga sama memeriahkan dan tingkat antusias dan kunjungan pecinta nyale tidak kalah meriahnya dengan yang di Kuta. Namun selama ini keberadaan kami dilingkar selatan tidak pernah diperhatikan. Kan ini ndak adil namanya,” gerahnya.

Oleh karenanya, pihaknya atas nama kades lingkar selatan yang memiliki wilayah pantai tempat  Bau Nyale untuk tidak hanya memperhatikan satu desa, namun harus menyeluruh.

Diakuinya, setiap even Bau Nyale kades lingkar selatan, selalu diikut sertakan dalam musyawarah atau mufakat. Namun ketika ada anggaran yang digelontorkan dalam sukseskan Bau Nyale ini, Pemkab selalu pilih kasih, artinya anggaran yang diberikan kepada panitia Bau Nyale sangat sedikit, tidak sebanding dengan di Kuta. Sehingga hal ini membuat kades lingkar selatan, menilai kalau pemkab tidak adil.

“Ok, jika di kita dijadikan tempat pusat Nyale, paling tidak anggarannya jangan terlalu jauh. Misalnya di kuta di kasih Rp 1 M, kami di lingkar selatan dikasih lah setengah, ini malah di kasih Rp. 2 juta. Kan penghinaan namanya,” ujarnya.

Hal senada juga di katakan Lalu Yahya Kades Selong Blanak, apa yang di katakan Kades Mekar Sari benar adanya, tahun lalu saja, hanya di kasih Rp 5 juta, namun pihaknya menolak. Apalagi tahun ini di kasih Rp 2 juta. “Yang Rp 5 juta saja kami tolak, apalagi sekarang Rp 2 juta,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya bersama lingkar selatan, akan tetap mengemas acara event bau nyale ini semeriah mungkin. Dan bahkan pada malam puncak acara, pihaknya bersama kades lingkar selatan akan mengundang band papan atas. Sedangkan karnaval akan ia laksanakan pada hari Kamis, atau H – 2 acara puncak.

“Kendati kami dianak tirikan, kami pun mampu mengadakan acara lebih meriah dari di Kuta. Tapi yang kami Persoalkan, tidak adanya perhatian Pemkab, padahal kami juga bagian dari loteng dan ikut merayakan hal yang sama seperti di Kuta,” tutupnya. (ap)

Share this post