Sambut Core Bau Nyale, Disdik Siapkan Satu Kecamatan Satu Parade Budaya

Sambut Core Bau Nyale, Disdik Siapkan Satu Kecamatan Satu Parade Budaya

Lombok Tengah SR- Tanggal 14 15 Februari 2020, Pemerintah Lombok Tengah (Loteng), akan melangsungkan parade budaya terbesar, yakni Core Even Bau Nyale yang dipusatkan di Pantai Kuta Desa Kuta Kecamatan Pujut Loteng.
Memeriahkan acara sekali setahun ini, masing masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Loteng, diharuskan untuk ikut berpartisipasi dalam mensukseskan acara sakral tersebut.
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Loteng H. Sumum mengatakan, memeriahkan Core Even Bau Nyale, merupakan salah satu program jangka panjang, yang setiap tahunnya selalu di rayakan. Dimana masing masing dinas, telah diwajibkan untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, termasuk dinas pendidikan.
“Setiap tahun kita dari dinas pendidikan, selalu ikut memeriahkan Core Even Bau Nyale. Pada perayaan kali ini, kami dari dinas pendidikan telah sepakat, masing masing kecamatan, sudah diminta mengirimkan satu delegasi parade budaya,” katanya, di ruang kerjanya, Rabu (05/02).
Parade budaya tersebut lanjutnya, akan ditampilkan, pada sore hari tanggal 14 Februari mendatang. Untuk parade budaya itu sendiri, akan dipusat di jalur dua Praya, dan panggung penghormatannya di depan pintu masuk kantor Bupati Loteng.
“Kayaknya untuk rute dan panggung penghormatan, akan sama seperti tahun sebelumnya. Sedangkan untuk paradenya, sepertinya dari dinas pendidikan, akan tampil beda dengan parade sebelumnya,” katanya.
Dijelaskan, tampilan parade yang akan ditampilkan, pihaknya sudah mengintruksikan masing masing kecamatan harus mendelegasikan pesertanya satu kelompok. Kecuali kecamatan Praya 2 kelompok, Sebab Kecamatan Praya selaku tuan rumah.
Tampilnya masing masing kecamatan, tentunya dengan adat dan budaya serta tampilan yang berbeda beda, dengan catatan tidak keluar dari ruh core event bau nyale itu sendiri.
Dikatakan, untuk mendesain parade budaya yang tidak keluar dari ruh Core Even Bau Nyaletersebut, masing masing guru seni dan budaya yang ada di masing masing kecamatan, pastinya sudah paham jenis budaya yang akan ditampilkan.
Sehingga pihaknya, tidak menentukan jenis parade budaya apa yang akan ditampilkan oleh masing masing delegasi di setiap kecamatan. Sebab dengan sendirinya, para seniman, sudah paham apa yang harus mereka tampilkan.
“Kita sangat kaya akan seniman, makanya kami tidak pernah membagi jenis parade budaya yang akan mereka tampilkan, sebab para seniman kita sudah paham apa yang harus di tampilkan,” ujarnya.
Dikatakan, banyaknya para seniman dan budaya yang dimiliki, dinas pendidikan Loteng punya inisiatif untuk mengabadikan semua jenis parade budaya.
Salah satunya minsalnya budaya gendang beleq, termasuk parade budaya Core Even Bau Nyale. Dimana, setiap pergelaran budaya tersebut, akan diabadikan, selanjutnya akan dibuatkan sebagai kalender.
Dan kalender tersebut, akan dibagikan ke seluruh sekolah, dengan hajatan untuk menjaga budaya tetap terjaga. (ap)

Share this post