SUARA LOTENG 

Tidak Diakomodir, Pedagang Pasar Jelojok Tuntut Pertanggungjawaban Mantan Camat

Lombok Tengah SR- Kurang lebih sekitar 267 pedagang, yang sebelumnya tercatat sebagai Pedagang di Pasar Jelojok Kopang Kecamatan Kopang Lombok Tengah (Loteng), tidak terdaftar lagi sebagai pedagang di pasar Kopang setelah dilakukan renovasi.
Hal ini membuat komunitas pasar Jelojok Kopang gerah dan menuntut pertanggungjawaban mantan Camat Kopang.
HL. Rukan salah seorang komonitas Pasar Jelojok Kopang Loteng membenarkan kalau para pedagang, yang sebelumnya tercatat sebagai pedagang di Pasar Jelojok Kopang. Sekarang, setelah pasar tersebut direnovasi, nama-nama mereka sudah tidak terdaftar sebagai pedagang lagi.
“Saat bang dunia melakukan sosialisasi, semua pedagang yang sudah terdaftar sebagai pedagang, akan menempati pasar Jelojok Kopang lagi setelah direnovasi. Namun pada kenyataannya kurang lebih 267 pedagang tetap tidak ada namanya di SK,” katanya Kamis (06/02).
Selain itu lanjutnya, sejumlah pedagang yang ada di pinggir pasar atau yang berjualan di rumahnya, yang tidak jauh dari lokasi pasar, juga tidak terakomodir. Padahal, saat sosialisasi semua pedagang baik yang ada di dalam dan di luar, yang tak jauh dari pembangunan pasar, semuanya akan diakomodir, namun itu semua bohong.
“Jangankan mereka yang sudah menetap, pedagang yang tak jauh dari pasar, yang berjualan di rumahnya, juga tidak terdaftar dalam SK tersebut,” ulangnya.
Ironisnya, dalam daftar nama nama yang dibolehkan berjualan di pasar Jelojok Kopang sekarang, banyak nama nama orang yang diluar kecamatan. Sehingga hal ini membuat dirinya sebagai komunitas pasar Jelojok Kopang, tidak terima dan pemerintah telah melakukan pembohongan besar, tidak sesuai saat sosialisasi, saat itu.
“Kan jumlah pedagang yang akan ditempatkan di pasar Jelojok Kopang itu berjumlah, 595. Dan anehnya malah sekarang banyak nama nama yang muncul yang kita tidak tahu,” tanyanya.
Terkait hal itu, pihaknya bersama sejumlah tokoh pegiat pasar, sudah mempertanyakannya kepada mantan camat Kopang, sebab beliau waktu itu masih menjabat sebagai Camat, yang mengkoordinir dan bertanggung jawab.
Dimana Lalu Setiawan selaku mantan camat Kopang, yang saat ini menjabat sebagai sekretaris Dinas perdagangan Loteng, menjanjikan nama nama yang tak diakomodir atau tidak masuk dalam SK tersebut, dipersilahkan berjualan.
Akan tetapi, baginya itu tidak bisa menjamin kedepannya, sebab hal hal yang tak diinginkan, bisa saja terjadi. Salah satu contoh pak lalu tidak lagi menjabat, sehingga otomatis, keberadaan mereka tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Yang jelas, kami menginginkan nama nama yang tak terakomodir, harus di berikan SK seperti yang lain. Dan itu sebagai alas kuat, ketika hal hal yang tak diinginkan terjadi,” pintanya.
Terpisah ketua DPRD Loteng M. Tauhid berharap, semua pedagang yang sebelumnya berjualan di pasar Jelojok Kopang, harus terkoordinir tanpa terkecuali. Termasuk para pedagang yang berjualan di rumahnya, yang tidak jauh dari lokasi Pasar.
“Saya harapkan, kita harus konsekuensi terhadap apa yang sudah di sepakati. Sebab kami tidak menginginkan, ada yang tersakiti setelah pasar Jelojok Kopang beroperasi, dan yang sudah berjualan sebelumnya dan pedagang dipinggir pinggir pasar harus di prioritaskan,” pintanya.
Terkait laporan ini, pihaknya akan menggali terlebih dahulu, dan jika laporan ini benar adanya, tentunya pihaknya atas nama masyarakat dan lembaga dewan, akan memanggil kepala dinas perdagangan Loteng. “Jika ini benar, kadis perdagangan dan perindustrian Loteng harus bertanggung jawab,” katanya tegas. (ap)

Related posts

%d blogger menyukai ini: