Proyek Pembangunan RS Pratama Dilidik Polda NTB

Dompu SR – Proyek Rumah Sakit Pratama Manggelewa Kabupaten Dompu tahun 2016 -2017 yang ditangani oleh Dikes Dompu dari pagu anggaran 17 Meliar, Dana Alokasi khusus(DAK), dari pusat) dilidik Polda NTB. Hal ini disebabkan adanya bangunan RS Pratama Manggelewa di duga tidak sesuai spesifikasi dalam bangunan yaitu Ruangan IGD, dan ruangan kamar pasien.
Sekertaris Dinkes Dompu, Maman SKM yang juga sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kerja (PPK) saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (23/01) lalu mengakui bahwa pihak Polda NTB pertama kali turun mengambil berkas dokumen yang ada Dinkes.
“Memang benar pihak Polda NTB meminta beberapa dokumen terkait pengerjaan RS Pratama,” akunya.
Kata Maman SKM, RS Pratama Manggelewa kami dari Dinkes menaikan tipe D agar berjalan dengan baik bagi pelayanan masyarakat yang ada seluruh Kabupaten Dompu.
Sementara, Direktur Utama RS Pratama ,Husnil Mubarak, juga mengatakan bahwa benar adanya tim Tipikor Polda NTB bersama Unram sudah 4 kali mengkroscek semua fisik bangunan RS Pratama. Mulai dari atap seng, dan kepadatan bangunan pondasinya dan dinding tembok RS Pratama dan sejumlah dokumen dari pejabat pelaksana teknis kerja (PPK) dibawa.
“Saya mendampingi tim dari Polda NTB dan semua urusan dokume dan berkas bangunan RS Pratama adalah sepenuhnya dari Dikes. Saya sebagai Direktur Utama RS Pratama hanya ditunjuk mendampingi tim Tipikor Polda NTB melihat bangunan selain dari itu tidak tahu saya,” katanya.
Lanjutkan Husni Mubarak, dengan kejadian ini bangunan RS Pratama mudahan tidak disegel. Ini demi kelancaran pelayanan masyarakat. “Akan sangat terganggu dalam pelayanan, jika ada penyegelan,” kata Mubarak.
Dari semua pekerjaan bangunan RS Pratama di kerjakan pihak ketiga dengan pagu anggaran 17 M dari APBD, dan masa pelaksana kerja 160 hari kelender sumber dana DAK. (ML)

Share this post