SUARA LOTIM 

FWMO Lotim Gelar Diskusi Terbuka Soal Radikalisme ‎

Lombok Timur SR – Forum Wartawan Media Online (FWMO) Lombok Timur, menggelar Diskusi Terbuka di Lesehan Arbi Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela Rabu (29/01).  Diskusi ini mengangkat tema ” Menangkal dan Mengantisipasi Masuknya Faham Radikalisme, yang diikuti unsur wartawan, aktivis, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan mahasiswa di Kabupaten Lotim.
Panitia hadirkan pembicara dari kalangan pemkab Lotim dalam hal ini Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri), Kantor Kementerian Agama Lombok Timur, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Laskar  Majelis Mujahidin, Ustaz Taufan Iswandi yang juga Wakil Direktur Ponpes Islam Darusy Syifa,’.‎

Pengurus  FWMO Lombok Timur diwakili L. Kamil Abu Bakar dalam sambutannya menjelaskan kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui apa itu faham radikalisme, kemudian dampak dan bahaya dari faham tersebut. Termasuk juga upaya-upaya yang akan dilakukan untuk Menangkal dan mencegah masuknya faham radikalisme di kabupaten Lotim pada khususnya dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya.
Selain itu untuk membangun sinergi dengan semua lapisan dalam rangka untuk menjaga stabilitas keamanan yang kondusif. Termasuk juga mengenai masalah faham radikalisme yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.‎
‎”Melalui kegiatan diskusi publik ini bagaimana kita bersama-sama memiliki komitmen untuk menolak masuknya faham radikalisme di Lotim,” tegasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Lotim, H. Azharuddin mengatakan berbagai upaya terus dilakukan pihaknya dalam mengantisipasi masalah radikal tersebut, termasuk melakukan sosialiasikan secara berkala kepada masyarakat maupun dilingkungan Ponpes yang ada di bawah naungan Kemenag Lotim.
“Tiga tahun terakhir ini menjadi prioritas mengenai masalah faham radikalisme yang menjadi program menteri,” tegasnya.
Ia menjelaskan masyarakat kita belum siap mengenai masalah perbedaan, padahal dalam falsafah Negara ini Bhineka Tunggal Ika. Potensi untuk terjadi faham tersebut, banyak di ponpes, maka tentunya kami terus berkeliling ke Ponpes dengan menerapkan moderasi beragama.
” Perbedaan itu sunnah, tapi janganlah perbedaan dijadikan saling tidak menyukai satu sama lainnya,” imbuhnya.
Sedang, Sekretaris Bakesbangpoldagri Lotim, Zaitun Akmal dalam pemaparanya mengungkapkan referensi tentang berbagai isu radikalisme sudah banyak dijumpai di berbagai media massa. Begitu juga di Lotim tidak ingin mengatakan ada atau tidak ada.Tapi menjadi tanggungjawab bersama untuk menangkal faham radikalisme.‎
“Sinergi dengan semua pihak untuk bersama-sama menangkal dan mengantisifasi masuknya faham radikalisme di wilayah Lotim sangat dibutuhkan,” tandasnya.

Ia juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada media yang telah membantu dalam kegiatan masalah radikalisme. Karena kami belum menyelenggarakan kegiatan semacama ini tapi sudah disalib dengan teman-teman media.

“Kegiatan ini bagus agar kita lebih dini memahami arti bernegara di tengah perbedaan yang ada di Negara kita ini. Sekali lagi terima kasih teman-teman media atas partisifasi dan kepeduliannya,”pungkasnya.

Wakil Panglima Laskar Majelis Mujahidin, Ustaz Taufan Iswandi mengatakan agama di Indonesia bukan hanya Islam, akan tapi banyak agama, tentunya ini menjadi masalah.
Setiap seminar selalu menjadi membahas mengenai radikalisme. Tuduhan radikalismen ini kepada siapa? Maka inilah yang harus diperjelas.
” Di Lotim tidak pernah ada faham radikalisme, karena kalau ada sudah rebut. Jangan sedikit-dikit menyudutkan Islam dengan sandaran radikalisme,” tandasnya.
Sekretaris MUI Lotim|Ketua FKUB Lotim, Ustaz Ali Fikri menjelaskan tidak menginginkan adanya faham radikalisme tersebut, sehingga tentu langkah antisipasi dan pencegahan itu harus mutlak dilakukan. Oleh karena itu, tentunya harus melakukan sinergitas yang kuat untuk bersama-sama berkomitmen menolak faham radikalisme di Lotim.‎
” Membedah radikalisme ini tidak cukup menghadirkan dari satu agama, akan tapi semua agama harus ada untuk mendudukan persoalan ini,” tegasnya.

Ponit yang bisa ditarik dalam diskusi tersebut, diantaranya, ‎meneguhkan Ukhuwah Islamiah dan Ukhuwah Wathoniah untuk mempertahankan idiologi Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dan semangat Bhineka Tunggal Ika. Mempercayakan penanganan berbagai persoalan keamanan dan hukum kepada aparat sebagai bentuk ketaatan kepada ulil amri (pemimpin).
Diakhir acara dilakukan Deklarasi Tolak Radikalisme yang dipimpin Kepala Kementerian Agama Lotim,H. Azharudin yang didampingi semua unsur yang hadir dalam diskusi tersebut. (vin)

Related posts