Deadline 10 Hari, SK PTT PKM Ganti Terancam Dicabut

Deadline 10 Hari, SK PTT PKM Ganti Terancam Dicabut

 

Lombok Tengah SR- Kisruh pengangkatan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Puskesmas Ganti Desa Ganti Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), menuai babak baru. Kali ini, Komisi IV DPRD Loteng, telah memanggil Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Loteng, terkait kisruh SK PTT tersebut Senin (27/01).

Ketua Komisi IV DPRD Loteng, H. Supli mengatakan, setelah mengkaji nama nama yang masuk dalam SK PTT di Puskesmas Desa Ganti Kecamatan Praya Timur Loteng bersama anggota komisi IV, kesepakatan bersama anggota, pihak dinas di berikan tenggang waktu sampai 10 hari, untuk melakukan pemutakhiran nama nama yang mendapatkan SK PTT tersebut.

“Tadi, kami sudah memanggil kepala dinas kesehatan Loteng H. Omdah, terkait kisruh SK PTT Puskesmas Ganti Desa Ganti Kecamatan Praya Timur, hasil kesepakatan bersama anggota, kami memberikan tenggang wakru 10 hari untuk menyelesaikan polemik SK tersebut,” katanya.

Jika dalam 10 hari tersebut, ditemukan keganjilan atau ada aturan yang dilanggar dalam pengusulan SK GTT, maka dipastikan SK tersebut akan ditarik dan dilakukan pemutakhiran atau penyempurnaan kembali, sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Jika ditemukan ada persyaratan yang dilanggar, maka kami akan tegas dan meminta kepala dinas untuk mencabut SK tersebut dan dilakukan penyempurnaan,” ungkapnya.

Terkait kisruh tersebut lanjutnya, besok pagi, sekitar pukul 9 pagi, pihaknya bersama anggota komisi IV DPRD akan turun langsung ke Puskesmas Ganti. Dimana tujuannya adalah, memberikan penenangan kepada para stap, baik yang stap yang masuk dalam SK PTT ataupun tidak, agar mereka lebih tenang bekerja. Sebab persoalan SK tersebut, pihaknya tidak menginginkan pelayanan menjadi terganggu.

“Baik yang dapat dan tidak, kami akan berikan jaminan, terutama bagi yang merasa dianak tirikan, jika selama 10 hari dalam SK tersebut ada yang tidak memenuhi persyaratan, nama mereka kami usulkan untuk dicoret dan akan diganti dengan stap yang sudah memenuhi persyaratan,” janjinya

Selanjutnya, terkait adanya laporan stap yang sempat dimarahi gara gara mengkritik kepala Puskesmas dan mengakibatkan kepala Puskesmas marah, pihaknya menilai kepala Puskesmas tipenya itu belum dewasa. Sebab yang namanya atasan, harus siap menerima keritikan dalam bentuk apapun. Selama keritikan tersebut, bersipat membangun dan itu benar benar terjadi.

“Jika benar isunya, pak kepala Puskesmas anti kritik, waduh itu tandanya dia belum dewasa cara berfikirnya,” ungkapnya.

Ditanya apakah persoalan PTT tersebut akan berlanjut ke Puksesmas lainnya, politisi PKS ini mengaku, selama ada masukan atau laporan dari bawah, pihaknya akan mengusutnya. “Yang jelas kasus di PKM Ganti ini sebagai pintu pembuka, makanya kami berharap kepada seluruh stap atau karyawan di Puskesmas, jika merasa di rugikan dengan adanya SK PTT tersebut, untuk segera melapor, kami dari komisi IV yang membidangi kesehatan akan mengusutnya sampai tuntas,” tegasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Loteng H. Omdah mengaku, informasi ini ia ketahui setelah sempat ribut di sejumlah media masa. Upaya yang ia lakukan, sudah mengutus salah seorang kabid untuk turun ke Puskesmas Ganti.
“Tadi pagi pagi saya sudah minta salah satu kabid untuk turun mengecek ke Puskesmas ganti,” katanya.

Selanjutnya terkait tenggang waktu yang telah diberikan dewan, pihaknya akan memanggil kepala UPT Puskesmas Ganti, Lalu Sopyan Hadi, guna mempertanyakan temuan anggota dewan tersebut. (ap)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or